Lima Lagu Rohani Paling “Manipulatif”

April 17, 2009 at 1:54 am | Posted in iseng, sekedar | 28 Comments
Tags: , , , ,

Nderek Dewi Maria

358px-nfromentburningbush1476

What is Moses doing there? Is that the burning bush?

Ada yang tahu judul asli lagu ini; dalam bahasa latin atau Inggris? Saya penasaran. Saya gak bisa bahasa Jawa, jadi enggak ngerti liriknya apa. 😕 Nevertheless, saya merasa seperti berada dalam pelukan Dewi Maria. *halah* Tidak ada figur perempuan yang seolah-olah “semi-ilahi” dalam Islam, agama-lahir saya. Allah bukan Bapak, baik bagi anak-anak Israil, maupun Sang Anak atau Logos yang mendaging. Allah adalah Tuhan; tidak punya ayah, tidak punya anak. Ahad. “There is no Holy Family in Islam”, Zizek says on the faith. 😀 Tapi saya suka lagu ini. Taunya dari Lambrtz, btw.

Al-I’tiraf

180px-abu_nuwas

Watch out for those flirting eyes!

Seandainya lagu ini diaransemen Djaduk [Dwiki kayaknya kurang menjiwai menurutku]. Dan coba lagu ini dinyanyikan Christopher Abimanyu. 😀 Adakah yang tahu siapa gerangan yang menulis lagu ini? Saya tahu liriknya digubah Abu Nawas, Oscar Wilde-nya dunia Islam. Why? Karena kedua orang itu witty dan hobi mengekspos kebodohan gaya hidup masyarakat  dalam mana mereka hidup. Kebetulan keduanya (diduga) sama-sama menyukai pretty boys. :mrgreen: Aneh gak sih, apakah Anda tahu sajak ini mungkin digubah oleh seorang gay? Tetapi saya lebih penasaran sama dia/mereka yang telah melagukan sajak ini. Saya dengar versi Arabnya berbeda. Ada yang tahu kah siapa dia/mereka?

Senandung al-Qur’an

image

A woman? A girl?

Satu-satunya lagu rohani dari zaman TPA dulu yang saya masih ingat liriknya dan mudah-mudahan masih bisa melagukan  secara khusuk, karena memang lirik dan lagunya indah. The best hymne in the tradition of Islam! Saya tidak tahu siapa yang menulis doa tersebut; saya tidak yakin Kanjeng Nabi mengajarkannya, dan sayapun tidak yakin doa lagu ini dinyanyikan di Timur Tengah. Sayang saya tidak menemukan aransemen musik untuk “Senandung al-Qur’an” yang mendekati Hadad-Dwiki, apalagi Djaduk. Link yang saya temukan payah; karena terlalu banyak improvisasi yang tidak enak didengar. Itu masalahnya; they just overdo it! Ada yang tahu link untuk lagu “Senandung al-Qur’an”? Yang otentik?

Hark the Herald Angels Sing

guido_reni_0311

Yeah, yeah, I know, this angel doesn't seem to like to sing. *males browsing*

Ini lagu dibuat di Inggris oleh Carles Wesley dan kayaknya non-Katolik, CMIIW. Biasanya yang agak semangat lagunya orang Protestan. Sering denger lagu ini menjelang Natal. Sudah lama sih mendengar lagu ini namun baru betul-betul mendengarkan setelah beli MP3 player yang ada Kenny G’s rendition of the song di dalamnya. This song doesn’t make me weep like Nderek and Al-I’tiraf do, but it’s moving…somehow.

Senandung al-Fatihah

al-fatihah1

Ini lirik aslinya dalam bahasa Arab

Ini lagu TPA. Siapapun yang belajar membaca al-Qur’an menggunakan metode Iqro pasti tau. Lagunya sedih, banget. Btw, ini terjemahan ayat al-Qur’an yang dijadikan lagu. Sangat puitis pastinya! Written by the divine! You know, saya pikir orang hanya butuh mengerti surat al-Fatihah dan surah al-Ikhlas untuk mengerti Islam: teologinya, falsafah hidup yang ditawarkannya — semuanya. Lagi-lagi, ini lagu cuma ada di Indonesia (dan juga Malaysia) kayaknya. Well, I have to admit, we actually have a bunch of creative Muslims here in Southeast Asia. Sayang, link yang saya dapatkan di Imeem tidak terlalu bagus. Versi lama yang saya dengar waktu kecil jauh lebih mengharukan. Mbak Mimi Larasati atau Mas Ari Malibu (are they Muslims?) kira-kira mau gak yah mengaransemen ulang lagu ini?

*

Sebenarnya masih ada lagi beberapa lagu yang membuat saya sedih gimanaa gitu, seperti misalnya Air on G String atau Astaghfirullah. Tetapi tidak masuk lima besar lah. Btw, saya tidak suka lagu Malam Kudus.  😕 Setiap orang pastinya berbeda selera; dan efek sebuah lagu pun bervariasi untuk setiap orang. Karena bagi sebagian orang, terutama penganut paham naturalisme, lagu-lagu rohani semacam ini sama sekali tidak spiritual; they’re simply emotionally manipulative! Seorang Kristen mungkin bisa menangis mendengar lagu Malam Kudus, tetapi seorang Muslim malah geram mendengarnya (“Ih lagu orang Kristen!!?”) semata-mata karena mereka dibesarkan dalam tradisi agama/teologi yang berbeda. Saya tidak tahu nyanyian rohani dalam agama Hindu, Buddha dan Yudaisme. Mungkin mereka punya lagu-lagu yang filosofis, yang membutuhkan rahsa (tanya Mas Sitijenang untuk informasi lebih jauh) untuk bisa benar-benar dimengerti. Entahlah. Islam dan Kristen adalah adalah agama mudah; agama orang kebanyakan. So, jadi, bagaimana dengan Anda? Apa lagu rohani yang membuat Anda meleleh dalam atmosfer pertaubatan seberapapun temporalnya atmosfer itu? Lagu lebarannya Eno Lerian mungkin? Oh, my, Eno sekarang sudah dewasa sekali. 😕

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.