kurang piknik, PMS dan hak untuk nyinyir

August 11, 2015 at 10:18 am | Posted in katarsis | 1 Comment
Tags: ,
kurang piknik

banyak karya seni lahir dari kesepian, dari kurang piknik. ini orang nyebelin kayak gini ini karena brengsek aja, bukan karena kesepian atau kurang piknik!

tidak ada yang lebih menyebalkan dari mereka yang kalo kita lagi marah-marah di medsos malah sebut kita orang kurang piknik. ini artinya apa juga aku kurang paham. kayaknya sih ini adaptasi lokal dari frase bahasa inggris—dude, you need to get laid. tapi, tapi, entah kenapa ada yang salah, ada yang bikin dongkol setiap kali orang bilang itu frase. satu, kata kurang piknik ini lahir di medsos. jadi, konteksnya ini praduga sekali. kalo orang bilang, man lo harus lebih banyak bercinta, itu biasanya jelas kalo orang itu belum kawin, atau jomblo alias gak punya pacar. kalo kurang piknik ini lain, ini agak mirip dengan disangka PMS kalo perempuan lagi ngamuk. saya bukan perempuan, tapi kebayang sih gondoknya kalo ada orang bilang: lo kenapa sih marah-marah terus, PMS ya?—ini menyebalkan bukan cuma karena ini seksis, tapi karena ente pade ini lagi marah-marah, dan marah-marahnya ente gak dianggep, dikecilkan derajatnya jadi persoalan bulanan yang tidak berarti. padahal, ente punya alasan legit untuk marah! hal yang sama dengan label ‘kurang piknik’ ini—ini maksudnya apa?

kurang piknik betulan—ini gak masuk akal. yang nuduh apa lebih sering piknik?

kurang piknik sebagai kurang seks—really? yang nuduh bisa reguler sepekan tiga kali?

semua penjelasan di atas itu terlalu sederhana, terlalu ngawur, sama sekali tidak bisa menjelaskan apa maksud ‘kurang piknik’ yang digunakan oleh para pengguna medsos masa kini. kalo aku lihatnya sih, ini frase merefleksikan kepongahan ‘orang-orang bahagia’ di medsos, orang-orang sok selow, orang-orang sok ‘ih ngapain sih serius amat’—yang sudah rahasia umum, belum tentu benar-benar bahagia, benar-benar selow—karena, FACE IT, YOU CAN FAKE ANYTHING ON MEDSOS! orang serba positif di medsos, bukan berarti hidupnya damai tentrem gak ada masalah suatu apa. malah, yang keliatan baik-baik aja, gak taunya besoknya bunuh diri. orang yang serba negatif dan nyinyir dan serius juga bukan berarti selamanya negatif dan nyinyir dan serius dalam kehidupan IRL-nya. bisa jadi, di medsos itu orang trol, tapi di dunia nyata itu orang baik hati luar biasa, gak pernah marah sekalipun. faktanya sederhana aja sih—orang menggunakan medsos secara berbeda, ada yang buat nyalurin gondok, ada yang buat pamer, ada yang buat sok pinter, ada yang buat oh hidupku baik-baik saja bahagia lalalala, ada yang buat dagang, dlsb. dan mereka gak bisa dinilai dari apa yang mereka posting di medsos. yang satu ke fesbuk kalo lagi marah aja, dan kalo seneng malah ditulis di buku harian, atau dikenang dalam hati, bukan dipamerin di mana-mana. sementara yang laen kalo marah gak pernah ke medsos, karena akunnya bukan akun klonengan, atau karena super jaim, atau apalah. kalo gitu kan, jadinya lain—manusia itu multidimensional kalo kata orang pinter mah. jadi, kalo ada orang bilang: ih orang itu kurang bahagia, itu orang kesepian kali, itu orang kurang seks, itu orang KURANG PIKNIK, hanya karena dia sewot dan nyolot di internet, itu orang sialan betul. sialan karena?

sudah+kuduga9

oh damn you people

karena kadang orang emang perlu marah, dan sering kali marah karena alasan yang legit. kalopun tak legit, itu bisa jadi soal perspektif aja, dan seharusnya bisa dimaklumi. kalo aku gondok sama intelektual islam lokal yang sok-sok cinta damai tapi gak bisa mengutuk kekejaman Assad hanya karena mereka anti-ISIS dan al-Qaida, itu betulan gondok, gondok yang serius, dan legit—dan kalo dianggap ‘ngapain sih serius amat, atau ngapain sih kayak marah ada gunanya,’ then fuck those bastards. dan kalo ada orang marah karena masalah hidupnya ya biarin aja. kalo terganggu, ya unfollow atau unfriend. jangan kemudian, seperti orang yang selalu bahagia selama hidupnya dan piknik ke bali setiap akhir pekan, ngata-ngatain orang hidupnya kurang piknik karena pada satu waktu akun medsosnya tampak gelap gulita gundah gulana sarat dengan status nyinyir dan negatif dlsb. orang gak selalu ringan hatinya, dan gak bisa selalu menganggap enteng persoalan—orang gak bisa begitu aja nulis status sambil becanda tentang anak-anak palestina yang jadi korban kejahatan israel, atau hamas. dan, tentu, ada alasan lain kenapa orang bisa marah dan serius, dan bisa jadi mungkin menurut kalian kurang beralasan, tapi itu bukan alasan untuk ngatain orang kurang piknik. karena itu arogan dan ofensif. karena itu bikin orang yang ngomong sok bahagia selalu, dan itu menyebalkan karena you can’t be happy all the time, you can’t be positive about everything. kalo ente bisa, ente manusia macam apa? setengah malaikat?

‘ya elah cuma dikatain kurang piknik aja segitu marahnya!’

iyalah karena ngeliat orang-orang sok bahagia terus di fesbuk itu nyebelin, dan melihat penggunaan istilah kurang piknik yang terlalu liberal ini lebih menyebalkan lagi. bolehlah kalo buat nyepet orang yang nyinyirin persoalan yang pesonal dalam arti ngurusin kehidupan pribadi orang lain,—saya gak pernah liat ini dalam kehidupan medsos saya—tapi kalo persoalan-persoalan lain yang lebih wajar diseriusi, itu menyebalkan sekali. baiklah kalo ente bahagia selalu, selow, gak serius dalam menjalani hidup, dlsb., tapi tak usahlah ngerendahin orang yang kurang piknik, atau kurang bahagia, karena ane betulan kurang piknik, dan masih banyak orang di dunia ini yang kurang piknik (i’m not always happy, but i’m always the happiest man on earth when i look into my daughters’ eyes)—tapi itu sama sekali bukan alasan kenapa orang jadi suka marah-marah dan punya pendirian yang tegas tentang suatu hal. apa salahnya orang kesepian dan kurang piknik—meskipun ini cuma ungkapan, ungkapan ini menyebalkan, karena salah dalam banyak aspek: condenscending, gak akurat, gak jelas, kayak yang nuduh gak kurang piknik dan gak pernah depresi aja. begini aja—selama orang gak lapor polisi, bunuh diri atau sewa pembunuh bayaran, dan selama dia cuma menulis di media sosial tentang betapa dia marah atas suatu hal, apakah itu ketidakadilan atau kepongahan para elit, atau sekedar gondok sama bagaimana orang berbahasa, maka tak perlu lah dianggap itu orang sebagai ‘terlalu serius’ dan kemudian entah logikanya dari mana disuruh piknik. kecuali mereka kasih kita orang uang buat piknik. ah now we’re talking!

tldr;
if i disagree with you that’s because i think you are wrong
if i don’t like you that’s because you’re a pain in the ass
this, i repeat, has nothing to do with my holiday schedule

ps;
gak tau kalo ente, kalo ane akan selalu merasa kurang piknik.

   

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. I hear you. One day I posted an image containing quote from Fight Club movie, “We buy things we don’t need with money we don’t have to impress people we don’t like.” and this friend of mine somehow found it funny to mess with me there. First, he suggested that I must hadn’t watched the movie. Later on after I replied, he said I must had watched it over and over until I reached intellectual orgasm each time. Obviously trolling. Later when I confronted, he said, “You must be fun at parties. Come on, I was joking.” Well, fuck you. That’s not even remotely funny. Unfriended.

    Mind you, he isn’t *that* dumb. He’s even in MENSA, if that means anything. I think he didn’t agree with the quote and he was disturbed by my post yet he knew he didn’t have good counter arguments. There, he downplayed my perfectly legit post. If I got angry, I’d be the one who needs to chill out and *get laid*.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: