negeri asing dan jauh

July 27, 2015 at 12:17 am | Posted in katarsis | 8 Comments

entah kenapa aku jadi ingat perjalanan dari kota padang ke bandara; dari bukittinggi ke kota padang; melihat rumah-rumah di pinggir jalan, di antara pepohonan, kebun dan sungai-sungai kecil. aku ingat siang tengah hari, di tengah pengungsi gempa, aku berpikir ini kota yang enak untuk ditinggali, dan aku tertidur di dalam bus antarkota yang sesak, menyisiri pantai terus sampai ke atas bukit. dalam hati aku selalu bilang, aku bisa tinggal di sini, kenapa aku gak tinggal di sini? kenapa orang tidak pergi saja dan tinggal di negeri-negeri yang asing, negeri-negeri yang jauh? jauh dari kampung halaman, jauh dari handai dan taulan.

8 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Mungkin kita takut meninggalkan kenyamanan.

  2. Ya bisa jadi begitu. Walaupun agak aneh. Karena di lain sisi, tinggal di negeri jauh itu bisa juga memberi kenyamanan. Dan ironis juga kalo perasaan semacam ini malah awalnya muncul di Padang, yang punya tradisi diaspora.

  3. Karena:

    “While your parents are alive, it is better not to travel far away. If you do travel, you should have a precise destination.”

  4. Nah itu selama ini aku berpikir bahwa aku ini orang yang senantiasa ingin pulang dan tinggal di kampung halaman. Tapi selama beberapa pekan terakhir ini ada perasaan ini tinggal di sini atau di tempat lain lebih lama, kalau bukan selamanya. Kau gimana di sana? Kau, Grace, Ando, Geddoe. Apa kalian akan pernah pulang?

  5. Aku? Baik2 aja. Bukan orang yang mudah homesick. Itu udah lama lewat. Dan masih pingin jalan2 lagi. Orang tua diajak lah. Filial piety juga toh.πŸ˜†

  6. mungkin fasenya sudah agak beda. empat bulan pertama rasanya pengen langsung balik. tapi mungkin karena ada anak-anakku juga di sini.

  7. Omong2 ironi, itu kutipan juga lahir di peradaban Cina, yang orang2nya ada di seluruh pojok dunia, dari NYC sampai Maseru. Kalau mau menganut ironisme ini sih, kaburlah. Menetap di sono. Mbanyak2in diaspora Indonesia. Yang penting kan hubungan sama keluarga atas2 ga hilang.πŸ˜†

  8. Hahaha. Ya sepertinya begitu. Entah mau kemana tapi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: