‘people’ dan lebaran

July 16, 2015 at 10:32 pm | Posted in katarsis | Leave a comment
Tags:

image

Ini lebaran dan aku hanya ingin menulis: I fucking hate people. Aku benci betapa bodoh dan sok taunya mereka. Aku benci betapa sok moralis dan sok berimannya mereka. Aku benci betapa sok keren dan sok ‘bukan orang kebanyakan’-nya mereka. Tentu saja, dengan merasa lebih baik dari mereka, apalah bedanya aku dengan mereka itu, those people, those people that I hate? Sejak mula aku sadar dengan eksistensiku sebagai manusia, sebagai individu, sebagai pribadi, aku sudah benci orang-orang. Aku selalu merasa excluded, selalu merasa bukan bagian dari mereka, selalu merasa malas untuk pergi keluar dan bercengkrama, dengan orang kebanyakan. Aku punya beberapa teman dekat (yang aku ambil karena aku benci orang-orang dan hanya bisa bercakap dengan satu dua orang). Itu pun sudah pada hilang entah kemana. Jadi, itu dulu. Falling out sama kawan dekat sudah menjadi ritual tahunan. Kadang aku merasa nostaljis, tapi di lain kali aku merasa tak lagi bisa melihat mereka sebagai pribadi, dan menempatkan mereka dalam keranjang ‘orang-orang’, orang-orang yang aku benci karena alasan-alasan yang tidak selalu masuk akal, tidak selalu jelas.

Aku harus bilang bahwa ini bukan sikap yang baik. Ini menyedihkan, malah. Tapi apa mau dikata: I fucking hate people, even when they are innocent, even when they are right. Hidup, dengan segala kompleksitasnya, memang tak bisa dinilai secara hitam putih. Mereka yang aku anggap hitam, bisa jadi putih bersih kayak baju sekolah pake Bayclean. Mereka yang aku anggap putih, bisa jadi hitam luar biasa. Ini akal sehat—kapasitas manusia untuk mengetahui dunia di luar sana, termasuk orang lain, itu sangatlah terbatas. Tapi, meskipun demikian adanya, aku masih membenci orang-orang. Aku benci mereka yang menganggap dirinya lebih pintar dari orang lain, lebih suci, lebih beriman, lebih layak masuk surga, lebih banyak berkorban bagi nusa dan agama, lebih banyak peduli atas penderitaan orang lain.

Aku benci orang-orang. Tapi aku tak benci manusia. Aku mengakui individualitas setiap orang, dan bahwa individualitas mereka harus dihormati, bahwa hak mereka untuk hidup, keunikan sejarah hidup mereka, adalah sesuatu yang tidak bisa diremehkan. Aku percaya bahwa setiap orang itu setara, dan bahwa tak ada seorang pun yang bernilai lebih atau berkuasa atas orang lain. Secara umum, aku sangat fanatik bila menyangkut harkat manusia, tapi pada saat yang sama aku sangat membenci orang-orang, seolah sebagai sebuah kumpulan, individu itu bajingan semuanya.Entah. Aku mungkin salah. Pada hari lebaran, yang aku pikirkan adalah: I fucking hate people, I fucking hate them. Sekali lagi aku katakan dengan jelas, aku bisa paham, tidak semua orang jahat, tidak semua orang itu baik. Tapi ada orang yang memang rendah sekali di mataku—some people are just stupid and evil and hypocritical and annoying and horrible, just fucking horrible. Tapi kadang persoalannya sepele. Aku benci pesan singkat Lebaran yang bertele-tele. Aku benci status akhir Ramadan yang terlalu dramatis. Aku benci semua status ceramah di medsos—apalagi yang norak dan corny dan tacky itu. Oh, people, selamat lebaran kalian, mohon maaf lahir batin.

Ini tentu membuatku menjadi orang yang brengsek. Tapi mayoritas orang di dunia itu brengsek. Paling tidak aku bisa menyejukkan diri sendiri dengan pemikiran bahwasanya sebagian besar orang equally brengsek.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: