being right is overrated atau the importance of being ngawur atau ah gila gue males banget (liat orang) merasa bener di internet

June 1, 2015 at 3:49 pm | Posted in katarsis | Leave a comment
Tags: ,
This column will change your life: confidence

i’m so tired of (people) trying to be right

maafkan saya kerana menulis judul postingan ini pake bahasa gado-gado. jelek emang. tapi—well, you know, gue gak peduli. kerana, what’s the point of being right? atau, kalo mau lebih jauh, what’s the point of being right all the time? i don’t wanna be right, setidaknya pada saat ini. saya pikir—arrrgh—ane pikir, gue pikir (argh i can’t decide!! enakan pake ane atau saya atau gue atau aku? ah fuck it. who fucking cares?) kalo hidup itu pasti sangat-sangat membosankan kalo ente betul memulu, atau selalu benar. i mean, fuck man, you’re not a wife, or a very shitty girlfriend. harusnya ada lah, sekali dua kali dalam hidup, ketika ente pikir gue gak peduli orang mau bilang apa, mau mikir apa soal gua. kalo gue bilang homicide itu jelek (iye, iye gue tau udah dari jaman baheula gue nyela homicide, tanpa alasan yang jelas. kayak gue gak ada kerjaan laen aja. kenal juga enggak; di sini gue emang menyedihkan. maksudnya, sampe sekarang gue masih belum pernah secara serius dengerin homicide, dan gua udah memvonis itu band [is it a band?] dan semua orang yang mengaku sebagai fans mereka secara sah dan meyakinkan belagu). itu kerana, gua gak peduli. kayak gak peduli kalo gue nulis gak pake huruf kapital. dan gak punya aturan jelas kapan harus pake italik; atau, atau kesukaan gue yang gak jelas sama semi-kolon, alias titik koma. itu kerana, man, being right is so overrated. no, no, ketika terlalu banyak orang bener di internet, menjadi bener itu membosankan, menyebalkan. being right is so mainstream i fucking hate it! itu mungkin karena it’s so easy to be right di zaman internet kayak gini. maksudnya, level kegoblogan orang udah sampe level yang begitu parah. kayak misalnya tempo hari ane baca twiter orang (katanya lulusan ITB) dia blang begini. ini kepceran kicaunya:

Screen Shot 2015-05-31 at 3.21.09 AM
awalnya gue gondok liat twit ini. dan berpikir, ‘gila banyak banget orang goblok di internet.’ dan gue punya keinginan tak jelas untuk membetulkan semua orang di internet, atau setidaknya mencibir mereka dalam hati. dan kemudian, BUM, pencerahan datang. apa bener, lebih banyak orang goblok di internet? gimana kalo diitung-itung, secara statistik, lebih banyak orang pinter daripada orang goblok di internet? atau, well, setidaknya merasa pinter. dan, BUM, pencerahan kedua datang: kalo dipikir-pikir, mana yang lebih menyebalkan: orang goblok atau orang (sok) pinter? blah orang sok pinter lah! dan orang pinter ini gak mesti salah. sering kali bener. beneer banget, saking benernya, he is basically saying the obvious, so obvious it shouldn’t be said at all! dan kemudian gue pikir, wow, being right is so damn easy! can we just for a day or two be ngawur? oleh kerana itu, kesekian kalinya ane liat twit di atas, ane bilang dalam hati: GOOD FOR YOU MAS HAFIDZ ARY! persetan lah logika. itu orang yang suka ngemeng-ngemeng pake bahasa keren kayak logika keliru, ad hominem, appeal to authority, blah, blaaaah UPIL TUH SEMILIKITI! Be ngawur, Mas!

LIBERATE YOURSELF!

oke, oke, oke, ya, mungkin jangan melulu ngawur lah. sekali-sekali, ketika emang situasinya pas, ketika pertaruhannya besar, memilih menjadi benar mungkin worth it. meskipun ane juga masih keder. maksudnya, you have no idea how confused i am right now. tentang apa saja; politik, moral, agama, sejarah, cara bikin lontong, beras plastik, batu akik, apalah. tempo hari ane baca-baca teks-teks klasik islam. dan ane paham sedikit bahasa arab—dan ane pusing tujuh keliling. bukan kerana bahasanya, tapi kontennya. gimana caranya membuktikan para fundies itu salah? kadang, kalo udah menyangkut persoalan-persoalan yang tidak bisa diselesaikan oleh matematika dan metode ilmiah, pembedaan benar atau salah, baik atau buruk itu sama sekali gak berguna. maksudnya, di dunia ini cuma ada orang brengsek dan bukan orang brengsek. jadi kalo ada orang demo anti islam atas nama demokrasi, atau ada orang melakukan pembunuhan atas nama islam—itu bukan soal apakah tafsir mereka atas demokrasi dan islam itu salah. they’re just a bunch of assholes! entahlah, saat ini ane pikir merasa benar atau menjadi benar bukan prioritas utama, apalagi kalo emang ternyata kita salah. kali dalam hidup, yang penting adalah: don’t be a jerk. gak penting lo bener atau salah, malah ane lebih seneng kalo ente pada ngawur. apalagi kalo ngawurnya sengaja — dengan penuh kesadaran. it’s like taking the world lightly. karena itu satu-satunya cara menjalani hidup (damn, gue jadi serius lagi!). tapi ini emang serius sih. pada saat ini dunia tampak begitu rusak, dan ketika sedikit yang bisa kalian lakukan untuk membuatnya menjadi lebih baik, telling the world you’re right about anything is just abhorrent.

PS:

mungkin bukan karena menjadi benar itu menstrim dan terus kita jadi gondok. mungkin karena orang yang merasa benar itu biasanya kelakuannya agak mirip nazi. atau benar tu dogmatis, membelenggu. kadang, orang pengen bebas aja, pengen ngawur. dan ngawur is not always a bad thing. dalam beberapa hal yang memang tidak terlalu prinsipil (apalah itu), jadi ngawurlah. kritik dan cela lah homicide atau ridwan kamil. this will make you a jerk. tapi akan ada banyak orang yang nyela ente juga, dan orang yang ente cela juga bakalan melihat ente dengan tatapan yang menghinakan. so, it’s even lah.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: