bung, jangan sembarang kasih negara kuasa bunuh orang!

April 27, 2015 at 3:37 am | Posted in katarsis | 3 Comments
Tags: , ,

lo bayangin proses peradilan—lo bayangin orang-orang yang gak kenal lo; orang-orang yang mungkin lagi gondok sama istrinya, atau suaminya. bayangin mereka, para penegak hukum yang, katakanlah sebetulnya bukan orang jahat, sama sekali gak peduli lo siapa, sama sekali gak melihat lo sebagai individu. buat mereka, lo cuma kerjaan yang membosankan. lo bayangin polisi yang kalo nilang suka minta duit; polisi yang, sama dengan kita semua, bisa khilaf, bisa bad mood, bisa asal-asalan kalo kerja. lo bayangin jaksa dengan seragam mereka, seragam yang bikin lo inget siang bolong di kelurahan belum makan nungguin pak lurah yang entah lagi di mana. lo bayangin hakim yang jayus, yang harus nanganin begitu banyak kasus, yang gak punya waktu untuk melihat lo sebagai individu, sebagai pribadi, sebagai manusia produk situasi unik yang seringkali berada di luar kuasa lo sendiri. lo bayangin orang-orang ini, manusia-manusia biasa dengan berbagai kelemahan dan keterbatasan, yang sama juga dengan manusia-manusia lainnya, seperti lo juga, bisa khilaf, bisa salah, bisa goblok, bisa inkompeten. lo bayangin orang-orang ini dikasih kuasa untuk menentukan apakah lo harus hidup atau mati. lo bayangin orang-orang ini, yang bukan malaikat, sebagian malah sering bertingkah seperti iblis, dikasih kuasa oleh negara, oleh konstitusi, oleh kehendak umum, untuk menentukan apakah lo harus hidup atau mati. lo bayangin …

lo bayangin pengacara-pengacara yang kemahalan itu; pengacara-pengacara kaya yang gak peduli lo siapa; lo bayangin pengacara murah yang males-malesan kerjanya; atau pengacara yang dibayar negara, yang betul-betul melihat lo sebagai beban belaka, sebagai rutinitas. ah, lo bahkan gak yakin kalo bakal dikasih pengacara oleh negara. lo yakin ada yang bisa bela lo kalo kena kasus hukum? lo yakin lo gak sendirian melawan leviathan?

o-DEATH-PENALTY-facebook

ini  bukan cuma soal mary jane, yang gue gak tau siapa, yang gue gak tau situasi yang bagaimana, rentetan peristiwa yang bagaimana yang bisa bikin dia jadi pesakitan di negara tetangga. ini bukan cuma orang asing yang bakalan dieksekusi—ini tentang negara yang tidak akan pernah bisa cukup salih, cukup adil untuk diberi kuasa bunuh orang atas nama keadilan. oh, keadilan, keadilan itu relatif—apalagi di tangan polisi, hakim dan jaksa. tapi kematian itu absolut—lo gak bisa bikin orang mati hidup lagi; gak ada tombol undo.

coba lo bayangin, coba lo pikirin—what if it was you?

3 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Pernah lihat tetangga ato sodara ato orang yang merasa dirinya sampah sakau sekarat?
    Atau sebuah manuskrip/ skenario pembunuhan yang disusun secara detail?
    Kalau semua itu kesalahan si korban, pantaslah kita dukung HAM – anti hukuman mati.

  2. Pernah.

  3. Dan itu jelas bukan salah korban lah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: