ini pertanyaan lama sebetulnya—mengapa orang baik hati, ramah, bermoral dan tidak sombong bisa menyebalkan di media sosial?

March 23, 2015 at 5:32 pm | Posted in katarsis | 2 Comments
Tags: ,

saya pikir saya ini orang baik—pengecut mungkin, tapi bukan orang jahat. dan saya pikir saya ini juga bukan orang yang horrible, anti sosial mungkin, tapi bukan orang brengsek. di media sosial, dan juga di dunia luring, saya ini bisa sangat ramah sama orang. itu pendapat saya tentang diri saya sendiri—bagi orang lain? siapa yang tahu: saya ini orang yang sangat menyebalkan. paling tidak satu orang sudah pernah secara terbuka mengutarakan kejengkelannya kepada saya; meski saya mengelak, dia mungkin punya dasar yang kuat untuk berpikir bahwa saya ini menyebalkan. ini membuat saya bertanya, kalo saya berasumsi saya ini tidak menyebalkan, kenapa saya jadi menyebalkan di mata orang? tentu saja masalahnya adalah media sosial. saya menduga, dan saya berprasangka baik, bila sebagian besar orang di internet itu bukan orang jahat, bukan orang sombong, bukan orang sok pinter. di dunia offline, mereka ini, yang biasa saya hujat-hujat tanpa ampun, could be a bunch of decent folks—good people who don’t judge you or anyone else. so, why?

images

yes, we are!

ini beberapa dugaan saya:

repetisi itu lagi—gak ada isu lain?

saya yakin ada pembaca blog ini yang udah: ya elah mas masih ngeributin tuhan, hipster, islam, twitter, hidup, derita, puisi, dlsb. aja? apa gak ada isu lain yang bisa ditulis? saya pun kalo melihat postingan lama, suka keder sendiri: ya ampun ini udah hampir delapan tahun ngeblog, kenapa ini masih ngeributin itu lagi itu lagi? apa gak bosen apa? yaaa…waktu saya menulis itu, isu itu sama sekali enggak ngebosenin. di sini kali masalahnya: orang sering gak bisa ngerti apa yang menjadi passion kalian. apalagi kalo passion kalian adalah isu politik harian, atau isu internet harian yang itu lagi itu lagi. that’s like…arrrrgh! 

atau bola–saya masih gak suka bola.

we hardly know those people

ya itu masalahnya. saya berteman banyak dengan orang yang baru saya temui sekali di dunia nyata di fesbuk. dan itu menurut saya adalah ide yang buruk. kadang teman baik, sodara dan istri aja bisa sangat menyebalkan—dan karena relasi yang kita punya, kita bisa maklumi mereka. nah, bayangkan orang-orang yang kita kenal secara sekilas itu apdet status setiap hari tentang apa saja, mulai dari apa yang dia pikirkan tentang batu akik sampe APBD ahok sampe ISIS sampe ASI, dlsb. dan kita pikir, ini orang gak ada kerjaan apa? dan apa yang membuat dia berpikir statusnya menarik? kalo kawan dekat, lain cerita.

kita membenci opini publik

kopi-af-public-opinion

saya membayangkan kita semua adalah kontrarian wanna be. entah kenapa saya sebal dengan opini yang terlalu umum, terlalu mengarus utama. tentu saja, tidak semua opini arus utama itu salah, dan tidak semua opini kontrarian itu bener. tapi yang pertama besar kemungkinan menyebalkan, sedangkan yang kedua, bilapun salah tapi masih agak masuk akal, pastilah tidak lebih menyebalkan. nah, bayangkan kawan atau orang yang pandangannya kita anggap terlalu mengarus utama. sekilas di kepala: ya elah, mas, pandangan ente tentang politik dan agama dan kesenian itu terlalu alay. ini susah—opini publik kalo udah bener itu ya echo chamber, kalo salah? wah ini yang suka bikin orang jedotin kepala ke tembok.

segalanya adalah narsisisme

ini self-explanatory lah.

we just hate other people

ya kalo emang yang di atas gak bisa disebut alasan ya berarti emang ente emang udah secara genetik cenderung untuk sebel sama orang lain tanpa ada alasan yang jelas. ada satu kawan—ane yakin dia bukan orang yang sombong atau apa, dia pasti orang baik—tapi setiap kali saya baca statusnya, hampir tentang apa saja, kepala saya rasanya mau meledak, rasanya mau marah-marah gak jelas sama siapa. entah itu apa karena saya pikir statusnya itu norak, narsis, dangkal, mesntrim, dlsb., atau saya gak suka orangnya aja?

wallahu a’lam bis showab

ps: menurut kalian?

Advertisements

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Yah, kalau kita pikir-pikir, rembulan juga terlihat indah dari bumi. Mulus dan bercahaya…
     
    …baru ketika diteleskop terlihat berantakannya. Dan kalau didatangi langsung dapat membunuh karena tak ada oksigen. 😆
     
    (barangkali memang by default kita butuh jarak)

  2. Kenapa harus benci? emang ngaruh, ya? Woles aja bro. 😛

    *menurut nganah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: