Thom Yorke Tentang ‘Pablo Honey’: ‘Saya Dulu Aktifis Rohis’

December 21, 2014 at 1:22 pm | Posted in iseng, satir | Leave a comment
Tags: , , ,

Pentolan Radiohead Thom Yorke bicara tentang album debut mereka yang sering disebut ‘pasaran dan memalukan’ itu, bagaimana kehidupannya sebagai anak rohis melahirkan ‘Creep’ dan kenapa ‘Thinking About You’ adalah sebetulnya Solawat  Badar.

Oleh Abu Nidal pada 21 Desember 2014 pukul 13:45 WIB

Thom Yorke, London, February 2013.

Courtesy of Internet

Pablo Honey—tidak pernah menjadi album kebanggaan Radiohead. Sudah jadi konvensi: album itu tidak hanya berbeda secara konseptual dengan album-album mereka selanjutnya yang lebih matang, nyeni dan eksperimental,—lebih ancur lagi—ia seperti ditulis oleh anak SMP yang baru bisa main gitar dan gak punya pacar. Dalam wawancara eksklusif dengan Garputala di Kuala Lumpur pekan lalu, Yorke bilang banyak orang salah dalam menafsirkan Pablo Honey—bahwa itu album ABG yang ditulis oleh para pemuja Holden Caulfield (The Catcher in the Rye) atau Charlie (The Perks of Being a Wallflower). Alasan sebenarnya mengapa ia agak risih membahas album debut yang menjadikan Radiohead terkenal adalah karena album itu mewakili masa remaja Yorke yang ‘literally, totally uncool.’

“Waktu sekolah dulu saya aktif di kegiatan masjid di sekolah. Saya dulu anak rohis,” kata Yorke di sela kunjungannya ke sekolah Islam terpadu di Semenyih.

Yorke mengatakan lagu ‘Creep’ yang sangat pasaran itu sebetulnya ditulis ketika ia dipaksa untuk membawa selebaran anti pesta tahun baru di sekolah dulu. Seperti anak rohis lainnya, Yorke mengamini hadis riwayat Muslim: بَدَأَ الإِسلامُ غريبًا، وسَيَعُودُ غريبًا كما بدَأَ ، فطُوبَى للغرباءِ atau ‘Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti saat  kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.’ ‘Bagaimana Anda tidak merasa terasing? Mana ada anak rohis yang bisa nyaman di pesta tahun baru? Pake celana ngatung ikut pensi. Itu sebab lirik “I’m a weirdo. I don’t belong here” terasa sangat personal bagi kami.”

Radiohead pernah dianggap sebagai band hipster. Tapi tidak lagi. Pada suatu masa, Yorke menjadi terlalu hip (baca: terlalu menstrim) dan hampir terlalu memalukan untuk dikaitkan dengan para hipster. Itu sebab Yorke bilang sudah tidak ada gunanya lagi menutupi masa lalunya sebagai aktifis mesjid di sekolah. Katanya, ada saat-saat ketika ia suka mengenang bau kaki rekan-rekannya setelah solat Ashar pada waktu istirahat. ‘Terkadang saya merasa sangat nostaljik. Saya bukan orang yang relijius sekarang. Begitulah hidup. Tapi banyak sekali kenangan dari masa sekolah dulu yang membuat saya tersenyum.’

Salah satu pengakuan mengejutkan Yorke adalah sebetulnya inspirasi bagi lagu paling norak dan murahan di album Pablo Honey—’Thinking About You‘—adalah Solawat Badar. “Menurut saya Solawat Badar bukan hanya untuk kaum Muslim. Dari segi melodi, Solawat Badar itu universal.” Ditanya oleh Garputala apakah setelah akhirnya mengaku sebagai mantan anak rohis, Yorke akan merilis album Ramadhan, musisi eksentrik yang pernah menjadi ikon musik hipster itu menjawab dengan frase khas anak musolla: ‘wallahu a’lam.’

Bonus Track Thinking About You

Coba Dengar Juga Solawat Badar

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: