ada dua tipe orang di fesbuk

November 24, 2014 at 3:31 pm | Posted in fiksi, iseng, katarsis | 6 Comments
Tags: , ,

pesimis optimis

di dalam studio TV; sebuah perdebatan

moderator: yak baiklah sekarang kita selesaikan perdebatan ini. siapa yang lebih baik dan siapa yang paling menyebalkan di media sosial: mereka yang suka ngeluh atau mereka yang selalu bahagia? kita undang perwakilan dari kedua kubu untuk mengutarakan argumen masing-masing kenapa pandangan dan sikap mereka terhadap dunia dan kehidupan adalah yang paling pas, kalo bukan paling benar. yak kita mulai saja; kita lempar koin dulu.

tukang ngeluh: wait, ngapain pake lempar koin segala sih? gak penting amat.

bahagia selalu: gapapa, mas. lempar koin aja. biar adil, toh.

moderator: ya mas tukang ngeluh. saya bukannya mau membela mbak bahagia selalu. ini biar adil. penting loh ini siapa yang jalan duluan.

tukang ngeluh: yaelah. gue sih gak perduli siapa yang jalan duluan.ini bukan main catur atau suit metal. kalo suit metal gapapalah. yang jalan duluan pasti menang. kalo debat mah lain. yang penting argumentasinya, retorikanya.

bahagia selalu: ya udah sih. cuma flip koin doang, kan. gak abis waktunya juga kan? malah kalo debat-debat gini yang bikin waktunya habis juga?

tukang ngeluh: ya kita gak mesti berdebat lah kalo kalian ngerti it’s so damn useless to flip a coin. poinnya adalah—oh, fuck it.

moderator: jadi gimana nih? bingung saya.

bahagia selalu: ya udah mas, saya jalan duluan aja. menurut saya sikap mas tukang ngeluh ini memang tidak bisa dirubah. dia selalu melihat segala sesuatunya secara negatif. padahal, pada kenyatannya dunia gak mesti negatif. ada banyak hal positif dalam hidup ini. dan tidak ada salahnya, atau malah jauh lebih baik, kalo kita tidak berkutat pada yang negatif dan kemudian memilih untuk bahagia, melihat segala sesuatunya dengan riang. saya lebih suka memaparkan kebahagiaan saya di media sosial; saya senang berfoto di antara bunga-bunga di taman-taman eropa; atau ketika saya berada di luar negeri; berpose di bawah papan jalan di los angeles atau new york. menurut saya itu malah bagus. saya bukannya narsis. tapi buat apa juga melulu bersikap negatif? kenapa kita tidak menikmati hidup saja? saya yakin mas tukang ngeluh gak selalu menyedihkan hidupnya; pasti ada senangnya. iya, kan?

tukang ngeluh: oke, ini giliran saya jalan?

moderator: silahkan.

tukang ngeluh: mbak, sebelum saya jawab pertanyaan mbak. mohon diingat baik-baik: masalah mbak dan semua orang yang selalu bahagia itu adalah mbak itu patronizing. belum apa-apa udah bilang saya ‘memang tidak bisa dirubah.’ satu hal, mbak. saya ini bukan orang sakit. saya suka ngomel, suka menggerutu. tapi saya bukan orang sakit. dan iyalah saya gak merasa perlu berubah atau dirubah. saya itu sebel sama orang yang selalu bahagia di media sosial. tapi saya gak merasa lebih baik dari mereka. saya hanya merasa annoyed—by the fact that you’re happy all the time!! saya cuma penasaran. saya gak ngomong langsung di muka mbak kalo mbak itu salah, kalo mbak harus berubah, harus lebih sering mengeluh. kalo pun saya harus melakukan itu sekarang, itu karena kita lagi debat. dan, terus terang mbak, saya berpikir kalo sikap mbak yang selalu positif dan bahagia dan selalu merendahkan mereka yang suka ngeluh dan nyinyir di akun media sosial mereka itu sangat, sangat menyebalkan!!!

bahagia selalu: oke, kenapa begitu, kami menyebalkan?

tukang ngeluh: okay, well, tunggu—gue gak suka nada bicara lo. tuh kan lo itu patronizing banget! lo sadar gak sih kalo itu patronizing banget? kenapa begitu, kenapa begitu. ini mau gue jelasin. belagu amat sih.

moderator: mas, tolong bahasanya. ini di televisi.

bahagia selalu: gapapa, mas. biar dia mempermalukan dirinya sendiri.

tukang ngeluh: tuh, kan, you’re doing it again!

bahagia selalu: loh saya berbuat apa?

tukang ngeluh: patronizing, mbak. patronizing!

bahagia selalu: loh, itu perasaan mas aja kali. saya sih biasa aja, loh, bener.

tukang ngeluh: halah, bohong banget.

bahagia selalu: beneran mas. saya sih gak perduli mas mikirnya gimana.

tukang ngeluh: you woman you fucking good at lying. saya tahu mbak pasti merasa lebih superior dari saya. melihat saya dari level yang lebih tinggi. seolah saya ini makhluk menyedihkan yang perlu dikasihani.

bahagia selalu: mas, mas mau marah kayak apa juga. mau mengeluh kayak apa juga saya gak perduli, mas. saya lebih fokus dengan apa yang bisa saya lakukan untuk mengubah keadaan di sekitar saya. saya tidak ambil pusing apa kata orang. hidup terlalu sebentar untuk memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang kita. kenapa kita tidak fokus aja pada apa yang kita pikirkan tentang situasi kita; you’re happy if you want to be happy. it’s all in your mind.

tukang ngeluh: okay, you’re happy. let’s just say that you fucking are, even though thousands of people are dying of ebola in africa. tapi apa perlu dipamer-pamerin di sosial media? oh i love my boyfriend. oh i love my life. oh i’m so happy. oh my cat is so funny. oh i have a lot of money i can eat at this fancy restaurant. oh my life is so perfect. do you have any idea how annoying that is? buat kita-kita yang dirundung masalah: status mbak itu bunyinya: hahahaha hiduplo ancur kan, gak sebahagia hidup gue kan?? suck it, my friend!  

bahagia selalu: loh itu perasaan mas aja kali!

tukang ngeluh: what? lo tau gak sih itu argumen lame banget? kenapa semuanya jawabannya adalah “perasaan lo aja kali”? emang mbak gak punya perasaan? we’re humans, not robots? ada argumen lain? yang lebih konkrit??

moderator: ya mungkin mbak bahagia selalu bisa mengelaborasi.

bahagia selalu: ya menurut saya perasaan ini penting sekali. mereka yang suka ngeluh dan selalu bersikap negatif itu sebetulnya dikontrol oleh perasaan dan pikiran mereka sendiri. mereka gak sadar kalo pada kenyataannya, dunia mungkin gak seburuk yang mereka sangka, bahwa orang lain tidak selalu memikirkan mereka, apalagi sampe menggosipkan dan secara aktif menganggap mereka lebih rendah. ini persoalan akut yang tidak ada sangkut pautnya dengan kami; masalahnya ada di mas tukang ngeluh sendiri. bukan kami. kami berusaha untuk membuat hidup kami dan dunia kami mejadi lebih baik.

tukang ngeluh: but are they better? apakah pada kenyataan dunia dan hidup anda itu lebih baik? atau, jangan-jangan, itu cuma perasaan mbak aja?

bahagia selalu: oh, ya…gimana ya. menurut kami kami bahagia. dan kami ingin bahagia. dan kami pikir hidup dan dunia kami baik-baik saja. tidak apa toh?

tukang ngeluh: ya, tidak apa. tapi apa kenyatannya begitu?

bahagia selalu: ya saya tidak tahu lah.

tukang ngeluh: loh, jadi siapa yang bermain-main dan dipermainkan dengan perasaan kalo begitu? apa yang membuat mbak berpikir kalo mbak ini tidak lebih delusional dari kami-kami ini yang lebih cocok disebut realis, sebagai pesimis? sementara, mbak dan temen-temen mbak yang suka selfie itu lebih sering dijuluki sebagai optimis, idealis kalau bukan naif.

bahagia selalu: well, okay. good point. kita memang tidak tahu. dan mungkin kita tidak akan pernah tahu. nah, dalam kebingungan ini kenapa kita tidak memilih untuk bahagia? toh lebih menguntungkan, bukan? lebih praktis?

tukang ngeluh: lebih menguntungkan, mungkin. lebih praktis, mungkin. tapi apa lebih otentik. bagi kami, para pengeluh; dunia yang serba rusak dan salah itu adalah dunia sebagaimana adanya; kami ini menerima dunia sebagaimana adanya. kami tidak suka hari senin; dan semua orang di dunia saya yakin berpikir begitu. kami gak suka kalo remote TV hilang. dan kami gondok kalo baca berita politik di halaman fesbuk kami. sederhana sekali. kami hanya ingin jujur dan hidup lebih otentik. apa itu susah untuk dipahami?

bahagia selalu: tapi apa harus selalu diutarakan di febsuk. apa harus di-blog-kan?

tukang ngeluh: loh, untuk katarsis lah.

bahagia selalu: katarsis? bukan whiny dan manja?

tukang ngeluh: lebih baik manja dari pada narsis.

bahagia selalu: kami mengungkapkan kebahagiaan kami untuk memotivasi kami agar kami bisa terus berbahagia. untuk meningkatkan kualitas hidup kami.

tukang ngeluh: maksud anda membohongi diri anda sendiri bahwa dunia ini baik-baik saja agar anda bisa hidup bahagia di atas sebuah persepsi yang anda manipulasi sendiri? oh, betapa otentiknya hidup anda. you’re a phony.

bahagia selalu: you’re childist and cynical.

tukang ngeluh: you’re fake and boring.

moderator: oke, oke. jangan marahan gitu, dong.

bahagia selalu: saya gak ada komentar lagi.

tukang ngeluh: saya juga. said it all. rest my case.

moderator: lah, selesai? jadi, kesimpulannya gimana?

tukang ngeluh: terserah ente ajalah.

bahagia selalu: ya kita udahan ajalah.

moderator: yah, kok gitu. seri aja gimana?

tukang ngeluh: pak, kan udah dibilangin, terserah!

bahagia selalu: iya mas, diseriin aja biar gampang.

moderator: oke kalo begitu hasilnya seri!

di luar studio TV; sebuah percakapan

tukang ngeluh: mbak, maaf ya tadi. i don’t know what got into me. i’m sorry.

bahagia selalu: ya, you’re being a dick the whole time.

tukang ngeluh: ya, i was. what an asshole. hahaha.

bahagia selalu: tapi gapapa kok. aku juga sebenernya gak ngerti banget banget sih. and i just had a terrible week. i just broke up with my boyfriend. my life is falling apart. i really don’t know what to do with my life. 

tukang ngeluh: oh, i’m really sorry to hear that. but i’m sure everything’s gonna be okay. it’s not really that bad, is it? anyway, err….hmmm in that case…do you wanna go out with me sometimes for coffee? 

bahagia selalu: gila lo ngajak gue nge-date?

tukang ngeluh: ya gak juga sih. well, i don’t know. fuck…well…mhhh…maksud…

bahagia selalu: gue mau kok!

tukang ngeluh: really?

bahagia selalu: yeah, sure. hidup gue udah berantakan juga. why not having a date with an angry pessimist so i can get to curse the world on a daily basis??? hahaha. that would be fun!

tukang ngeluh: okay, great, then. wow, life IS perfect!

6 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Ini tulisan perspektifnya gak di sangka banget, padahal deket sm keseharian 🙂

  2. ini jangan2 salah satu trik bang ali buat ngajak nge-date cewek ya? well done. archenemy first, coffe later. 😀

  3. tukang ngeluh: maksud anda membohongi diri anda sendiri bahwa dunia ini baik-baik saja agar anda bisa hidup bahagia di atas sebuah persepsi yang anda manipulasi sendiri? oh, betapa otentiknya hidup anda. you’re a phony.
     
    tukang ngeluh: you’re fake and boring.
    . . .
    tukang ngeluh: do you wanna go out with me sometimes for coffee?

    Galau-galau serigala… (=_=!)

  4. @rimaudina: gak disangka gimana?
    @awal dan sora9n: ah kalian serius sekali. ini kan fiksi. 🙂

  5. Kok kaya ingat apaa gitu…

  6. hahaha ya mungkin secara tidak sadar ada pengaruh skit yang itu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: