Pundak Percakapan

November 23, 2014 at 1:00 pm | Posted in fiksi, iseng, katarsis | 1 Comment
Tags: , ,

preview_html_m4dd24c68

— Gila. Gue bosen. Bosen banget.
— Janganlah. Ini udah tugas kita.
— Iya gue tau. Tapi gue bosen. Tiap hari ini orangnya hidupnya begitu terus. Gak ada yang baru. Makan, tidur, BAB, internetan, wanking, tidur, bangun, makan, wanking, tidur—apa dia gak punya temen? Apa dia gak punya ambisi merubah dunia?
— Ya, abis gimana. Dia bukan presiden, atau aktifis Forkot.
— Ya, jadi apa kek. Ketua Karang Taruna, mungkin? Atau preman pasar? Kita butuh action!
Dude, lo berisik amat sih! Ini udah tugas lo. Dan lo beruntung. Bersyukurlah. Coba lo pikir mereka yang ditugasin jadi malaikat pendampingnya Ahmad Dhani. Atau Rhoma Irama. Lo pikir mereka gak gondok. Just do your job, man.  
Lo tau gak sih kalo kita gak digaji? Kita bahkan gak dikasih libur, man. Gue udah eneg banget sama hidup orang ini. Dia aja udah bosen itu. Dia sendiri bahkan udah gak tau mau ngapain sama hidupnya. Gue merasa sangat hina. Diciptakan cuma buat mencatat kelakuan orang lain. We’re technoically stalkers. We’re fucking perversts. We are divine, but we are still perverts! We need to get a fucking life, man.
— Tapi kita abadi. Kita bisa hidup selamanya! Kita gak bakalan mati!
— Iya, abadi, tapi buat apa? Masak iya kita harus nungguin dia juga kalo lagi boker? Ini absurd, man. I didn’t sign up for this. Gue pikir jadi malaikat keren gitu loh. Lagian, ini udah jaman Internet. Semuanya recorded. Ngapain juga kita masih nyatet pake pena? Gila ini gak sustainable. Kenapa kita gak jadi anak buah Izrail aja? Atau Israfil.
— Iye banget tuh sial Israfil magabut. Leha-leha sampe kiamat. Terus udah. Enak banget.
_  Kita harus protes, man. Kita harus memperjuangkan HAK kita.
— Tapi kita gak punya HAK. Kita malaikat. Kita gak dibuat untuk punya HAK!!
— Lah, manusia aja punya!! Masak kita enggak!??
— Manusia lain, lah.
— Lah, lain gimana? Sama-sama ciptaaan Tuhan. Kenapa jadi lebih istimewa?
Man, udah lu udah kayak iblis pikirannya. Lu mau masuk neraka selama-lamanya? Dan menghabiskan hiduplu menggoda manusia biar gak masuk neraka sendirian?
Well, enggak. Tapi kayaknya hidup mereka menyenangkan gitu loh. Bebas aja. Sementara kita harus nyatet-yatet terus. Dan gue bosen. Pekerjaan ini gak menantang. Kadang gue iri juga kalo liat setan berhasil bikin manusia kita bikin dosa. Ya mungkin itu pekerjaan sangat hina. Tapi jelas lebih fufilling dari pekerjaan kita, man.
— Ah, lo komplen melulu. Udahlah, nikmati aja pekerjaan lo. Udah untung punya gawean.
— Nah, lu juga kerjanya Fesbukan melulu. Magabut lu!
— Ah, biarin. Seru, man. Haha, anjrit Israfil lagi liburan di Bali. Sial banget. Hahaha.
— Iye. Dan kita malah di toilet. Ngawasin orang boker. Kutu. And, seriously, this guy really needs to stop touching his own junk. Oh, fuck it. Gue mau resign aja man. I quit!

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Surprisingly enough, I enjoyed this. Sakjane ente ini bisa lucu — seandainya aja gak tenggelam dalam galau. 😆


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: