Lima Lagu Kesukaan Paling Memalukan Zaman Abege Dulu

November 21, 2014 at 4:46 am | Posted in iseng, katarsis | 2 Comments
Tags: , ,

Masalahnya dengan budaya pop adalah: semuanya ada di sana! Dan kalian akan dinilai dari lagu yang kalian suka. Kalian boleh sok otentik. Tapi, bah—ada ribuan, mungkin jutaan lagu memalukan di luar sana, lagu-lagu yang tidak dituliskan buat kalian, lagu-lagu yang strukturnya, liriknya, bunyinya—semuanya 100 persen abege. Atau, kalo bukan abege, ya mbak-mbak tahun 90an yang kebangetan sentimentil. Tapi, kalian suka! Seperti saya bilang: dalam budaya pop semua ada. Dan sekalipun kalian pengen semua orang tau kalian suka Rotor, Suckerhead, Napalm Death, Slayer, Metallica, Megadeth, RATM, Koil, Power Metal, dlsb. itu, kalian pasti sekali dua pernah dengar lagu-lagu cemen yang bener-bener cemen kalian merasa: “bajingan, what’s wrong with me???” Gak, saya gak suka Betharia Sonata, atau Celine Dion. Saya juga dulu tidak begitu risih dengerin lagunya Firehouse atau White Lion atau Steel Heart, band-band yang belagak macho padahal cemen. Saya juga gak merasa terlalu gimana gitu dengerin lagunya Kahitna. Kurang cemen gimana lagi sih Yovie padahal? Ini subyektif memang. Kali buat sebagian lelaki normal, dengerin lagunya Yovie itu udah termasuk sangat memalukan. Saya sendiri, biasa saja. Karena lima lagu karaoke di bawah ini buat saya pribadi lebih cemen, lebih memalukan untuk saya dengarkan sendiri sambil merem. I wasn’t cool enough to be different. I wasn’t man enough to openly like these songs. Jadi, ya, ini setting-nya 90an. Konteksnya zaman saya abege. Sort of

“Love Fool”— The Cardigans

The Cardigans masih punya nama lah. Tidak sangat memalukan. Tapi lagu ini terlalu cemen untuk dirasa-rasain. Kalo malem jam sembilan, dengerin radio. Lagunya mengundang. Gitarnya lucu. Liriknya manja. Hoa. Kenapa saya dulu gak suka Bjork …😐

“Eternal Flame”—The Bangles

Jadi waktu saya abege dulu saya ketua remaja masjid. Dan suka lagu ini. Kayaknya salahnya berlipat-lipat. Pubertas emang gak bener. Kalo gak ikut-ikutan narkoba, free sex dan tawuran ya demen lagu cinta yang dtulis jelas bukan untuk ketua remaja mesjid berjeniskelamin laki-laki. Bara abadi—haduh. What was I thinking? Oh, memalukan.

“Don’t turn around.”—Ace of Base

Saya sama sekali gak ngerti Lady Gaga. Apalagi Girlband Korea. Kalo lagu ini saya paham. Saya ini buta irama. Saya gak bisa joged. Tapi lagu ini kayak lain—entah karena apa. It’s a good song. Ini nomer tiga karena saya masih suka. Enak.

“First Love”—Nikka Costa

 Abege jatuh cinta. Need I say more?

“Can’t You See”—Tiffany

Ini dulu ampun deh. Kayaknya saya jatuh hati sama yang nyanyi. Mana dulu sekolahnya di STM. Banyak preman dan pengedar. Bisa abis saya dibuli kawan kalo ketahuan suka dengerin lagu patah hati mbak-mbak tahun 1990-an. Ini lagu betul-betul paling bikin bersalah dengernya dulu. Alhamdulilah gak ada yang tahu. Sekarang sih bodo amat.

Honorable mentions:

“Rasa Cinta”—Mayangsari
“Rasa Ini”—Vierra (Iya ini baru..hahaha!)
“You’ll See”—Madonna
“Unbreak My Heart”—Toni Braxton

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. napa sih? mmgnya gak boleh cengeng? cengeng itu aib yah? hiks

  2. hahaha buat abege cowo yang gak merasa nyaman dengan lingkungan sosialnya iya lah non.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: