sop buah

October 23, 2014 at 10:39 pm | Posted in katarsis | 2 Comments
Tags: ,

pasarsiang itu panas sekali; saya kehausan dan pergi naik motor honda dari rumah ke pasar jombang. di sana ada tukang sop buah. dari jauh saya lihat abangnya lagi meracik sop buah buat orang yang datang duluan. sekitar tiga bungkus. lalu saya parkir motor di dekat gerobag abangnya, dan bilang, “bang dua, ya.” lalu si abangnya buat dua sop buah buat saya; saya perhatikan urutannya: melon, parutan kelapa, ager-ager, lalu es batu, lalu air gula—saya tidak pernah ingat urutannya, padahal saya selalu perhatikan si abang itu bikin sop buah. saya lihat istrinya lagi duduk. diam saja dia. dan tidak terasa sudah jadi sop buahnya. dibungkus, diikat, lalu ditaro plastik. sepanjang jalan saya membayangkan betapa segarnya itu sop buah kalo saya minum nanti kalo sudah sampe di rumah. saya pun bergegas pulang, sembari menghitung dengan sabar setiap kelokan dan polisi tidur yang harus saya lewati.

Advertisements

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. hakikat sop buah bukankah lebih dari sekedar melon dan ager2?

  2. ^ benar sekali. saya lupa urutannya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: