nihayah

October 20, 2014 at 1:17 am | Posted in katarsis | Leave a comment
Tags:

di luar hujan. di sini, di sini lagi kamu di sini; di tepian melankoli; menulisi hidupmu—lagi?
hidupmu, yang tak lagi mendakwa makna, hidupmu, yang tak lagi menagih janji—
hidupmu, yang tak lagi meminta.—oh, kepada siapa lagi kau tuliskan sajak-sajak itu, sobat? hidupmu sudahlah usai; kini waktunya engkau berkemas, sudah waktunya engkau pulang.—tataplah dengan berani, senja yang berkilauan jingga di ufuk barat itu. melangkahlah dengan berani, karena tak ada lagi dosa-dosa, juga mimpi yang kerap menghantuimu. kamu, akan melihat anak-anakmu tumbuh dewasa, seperti bunga-bunga yang bermekaran. 

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: