semesta angkot

October 18, 2014 at 10:13 am | Posted in iseng, retrospeksi | Leave a comment
Tags: ,

angkotaku ingin berada di dalam angkot yang sedang menyusuri jalan perumahan di sekitaran pamulang; aku senang mengamati rumah-rumah yang terlewati, pagarnya yang berwarna coklat, atau hijau—meskipun tidak ada yang lebih manis dari warna putih. coba lihat juga warna temboknya yang berlainan, juga genting dan pepohonan yang menjadikan rumah itu asri. dedaunan yang rimbun, atau buah jambu yang sudah membusuk—buah jambu yang dibiarkan membusuk. aku ingin berada di dalam angkot itu dan melamuni masa silam, mengingat kembali beberapa perempuan yang aku curi wajahnya waktu smp dulu, kata-kata yang semestinya aku katakan bilasaja mereka kenan menyapa. atau berandai-andai bilamana masa depan datang, bertanya pada sepi bila aku akan pernah bisa membeli rumah dan tidak mati kelaparan.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: