teman bicara

October 13, 2014 at 11:29 am | Posted in katarsis | Leave a comment
Tags: ,

procrastinator-clock-20111128-093424

aku tidak ingin membuatmu susah, tapi esai ini harus dikerjakan segera, dan kau sungguh tak mau menyabotase hidupmu hanya karena kau merasa hari ini adalah hari yang baik untuk nonton film AADC di youtube untuk yang keseribukalinya, bukan? kau sungguh tak tau malu; sudahlah tua, masih tak bisa move on dari dian sastro yang masih remaja.

masalahnya bukan apakah dian 1999 itu lebih jelita dari dian 2014. masalahnya terletak pada konflik yang tidak bisa direkonsiliasikan antara kewajiban mengerjakan esai itu dan sebuah gagasan tentang sebuah dunia romantik yang biarpun banal hanya bisa dihidupi secara restrospektif—bahwa ada hal-hal yang tidak sempat kita kerjakan, hal-hal yang terlewatkan, hal-hal yang tidak kita hidupi secara penuh, hal-hal yang seharusnya bisa kita kerjakan sebilanya saja tidak ada tugas esai sialan ini. nonton film AADC ini bisa diganti apa saja; nyuci piring, menyapu halaman, bikin kue bolu, menulis kritik untuk fiksimini, dlsb. percayalah, ada yang romantik bahkan dari nyuci piring dan beberes rumah, bila kedua aktifitas itu disandingkan dengan kewajiban melakukan sesuatu, apalagi bila kau senantiasa dihantui oleh deadline, oleh pilihan: kerjakan atau hidupmu hancur! sudah barang tentu, ini bisa dianggap sebagai sebuah pengalihan. bisa saja kau berkata bahwa  semua itu aku lakukan untuk mengkompensasi kenyataan bahwasanya aku telah dan sedang menyabotase hidupku, bahwa biarpun gagal, aku telah menghidupi hidupku sepenuh-penuhnya hidup. tapi sungguh pada ruang yang disebut masa kini, pada waktu yang merambat sebelum deadline, ada segudang pertanyaan tentang hidup yang tidak bisa kau jawab, ada buanyak sekali hal yang nyatanya tidak sempat kau lakukan; tidak sempat kau nkmati betul-betul. kemalasan ini tidak begitu saja muncul dari kevakuman, kemalasan ini berakar pada problema eksistensial yang sangatlah pelik!

tidak ada gunanya kau berandai-andai bila saja hari ini bukan hari ini, bahwa hari ini adalah hari lain di mana kau bisa tidur seharian dan masak indomie pada siang menjelang sore, nonton TV atau mantengin 9gag, meski kau tahu situs itu sudah tidak lucu lagi, tapi kau tidak perduli, karena kau pemalas, kau bahkan enggan membuka link di reddit. perlu usaha untuk membaca reddit, sementara di 9gag, kau hanya perlu scrolling, dan kau pun tak harus banyak berpikir karena leluconnya semakin dangkal. aku tidak ingin membuat hidupmu lebih susah; tapi banyak sekali tugas yang harus kau kerjakan, sementara deadline menjelang. kau sungguh tak mau menggagalkan semuanya dalam satu hari kepanikan.

masalahnya bukan apakah 9gag masih lucu atau tidak. masalahnya adalah kewarasanmu membuatku sangat muak, keinginanmu untuk menyelaraskan diri pada bagaimana orang lain berpikir bagaimana seharusnya kamu hidup itu sungguh memalukan. hidup cuma sekali. dan kau malah menghabiskannya untuk menyenangkan orang lain, orang lain yang bahkan tidak pernah perduli bahwa kau pernah ada. kenapa kau tidak mengaku saja bahwa kau tidak tahu apa yang kau inginkan—dan menjadi orang lain, menaati ekspektasi orang lain, menghidupi mimpi orang lain adalah pilihan yang terlalu mudah bagimu.    

kau masih punya waktu sepekan untuk memperbaiki semua ini.

fuck you.

well, fuck you, too.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: