kabar ayah

October 2, 2014 at 1:14 am | Posted in katarsis | 1 Comment
Tags:

suratesayah miserable banget, kakak, adek. ayah gak pernah merasa sekecil ini, bumi sebegini luas, dengan begitu banyak orang, dengan jalan dan pandangan hidup yang berlainan—islam, kristen, cina, arab, dlsb. dan entah kenapa banyak dari mereka tidak bisa hidup sama-sama, entah kenapa mereka harus angkat senjata dan saling melukai. kakak, adek, ayah belum pernah merasa sebegini jauh, merasa sesepi ini, seperti ayah tidak pernah merasakan sepi sebelumnya. ayah sedih karena ayah merasa kalian tidak diberikan penjelasan yang cukup tentang kepergian ayah—dan sebilanya kalian paham, ayah juga tidak tahu apakah kalian akan bisa menerima, bisa maklum bila ayah punya hak untuk mengejar mimpi ayah, dan pergi dari kalian untuk waktu yang lama. kalian harus tahu, kalian adalah segalanya buat ayah, setiap hari ayah ingat kalian, setiap hari ayah hitung sebagai hutang yang harus ayah bayar, untuk setiap malam yang kalian lalui tanpa ayah, untuk setiap akhir pekan yang kalian lalui tanpa ayah, setiap minggu pagi di kala kita biasa pergi naik delman atau main di fun world atau sekedar main layang-layang di depan rumah. ayah kangen sama kalian. kalian tahu apa itu kangen? pastinya enggak. gak apa-apa, ayah juga gak tau. ayah gak tau terbuat dari apa kangen itu—karena kangen gak bisa dilihat dengan mata, juga tidak bisa digenggam, tidak bisa difoto pake ponsel ayah. ayah gak tau kangen ada di mana. apakah kangen ada di dalam kepala ayah? di dalam dada? di jemari ayah? ayah sama sekali gak tau. ayah cuma tau kalo ayah merasa ada nyeri di dalam dada kalo ayah kangen kalian. dan ayah merasa ada yang menarik-narik wajah ayah, dan kemudian ada air mengalir dari mata ayah, atau paling tidak mata ayah terasa sangat berair, ada kalanya ayah malah jadi sesenggukan. sama seperti kalian, ayah juga bisa nangis, ayah juga bisa nangis dan gak bisa diem. dan itu karena ayah merasa sangat kehilangan kakak sama adek, ayah merasa hilang di sini, di kota yang jauh dari mana kalian berada pada saat ini. pikiran ayah, hati ayah, menolak untuk berada di tempat ini. kakak, adek, ayah selalu berdoa untuk kalian; agar kalian selalu sehat, selalu bisa main dengan riang sama ibun. karena ayah tau, ayah tau kalian lagi sakit, sering sakit, dan karena itu ayah sedih, ayah merasa sakit hati sama diri sendiri, ayah tidak tahu dan tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali bertukar pesan sama ibun. ayah gak pernah merasa se-miserable ini. maafin ayah, kakak, adek. ayah sayang kalian, dan ingin segera pulang.

Advertisements

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. sedihnyaaaa.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: