ya, sudahlah

September 25, 2014 at 12:44 am | Posted in katarsis | 2 Comments
Tags:


hah, apa?
mau nulis apa?
tidak tahu.
tidak ada ide?
tidak.
lalu?
lalu apa?
lalu mau apa?
tidak tahu
brosing?
sudah
makan?
sudah
fesbuk, twiter?
halah, sepi
jadi?
jadi apa?
jadi mau apa?
menunggu saja, mungkin
menunggu apa?
apalah.
iya, apa?
menunggu waktu luang ini habis, mungkin? aku malas keluar kamar. tidak ada apa-apa di sana. hanya ada orang asing. dan barang-barang yang tidak bisa aku beli. kau tahu uang kita di sini tidak seberapa? pun semua orang ingin dibiarkan sendirian. kenapa kau berpikir masalahnya selesai kalo aku bisa keluar kamar dan bersenang-senang?
aku tidak bilang begitu.
lalu?
tidak tahu. aku hanya bertanya padamu. apa yang kita lakukan di sini. 
oh, aku pikir aku sudah gila!
kenapa?
aku bicara sama kau.
lah, kenapa?
kau itu aku.
lah, kenapa?
aneh lah.
kenapa aneh?
ngomong sendiri.
lah biar saja.
kau terdengar baik-baik saja. tidak punya masalah dengan sepi, sunyi?
biasa saja.
haha, kau bohong.
bohong, benar, apa bedanya.
aku tidak tahu kenapa aku merasa harus menulis—waktu yang berlalu, kesepian yang mengambang, sepeda gunung yang tersandar di tembok, semuanya tampak terlalu berharga untuk dilewatkan. dan aku lebih tidak mengerti lagi kenapa aku merasa harus menulis puisi, atau prosa yang liris dan filosofis dan romantis dan apalah itu. kita sudah menulis sejak tahun 2000, bukan? sudah hampir 15 tahun; dan hampir tidak ada yang berubah; hahaha, apakah kita pernah berubah? apa kau senang segalanya sama atau berubah?
apa aku harus menjawabnya?
ya, kenapa tidak?
apa kita sendirian?
apa?
apa kita sendirian dalam sunyi kita?
saya kira tidak.
bagaimana kalau kita berbagi sepi saja?
apa itu mungkin?
entahlah.
tidak mungkin.
kenapa?
karena kesepian tidak bisa dibagi-bagi. itu oksimoron. kita hanya bisa mencuri kesepian orang lain. dan itu hanya bisa dilakukan di internet, ketika kita membaca blog orang dan menahan diri untuk tidak menulis komentar. aku tidak tahu apa itu bisa disebut berbagi kesunyian, tapi aku lebih melihatnya sebagai mencuri kesunyian orang lain, membaca post mereka, membaca setiap kenangan yang mereka tuliskan, dalam kesepian mereka masing-masing.
haha, ya, banyak orang kesepian di internet.
kau pikir begitu?
mungkin saja.
apa kita ini orang paling kesepian di internet?
haha, bagaimana kita bisa tahu?
aku pikir setiap orang sendirian di internet. kecuali anak ABG di magelang atau madiun; mereka suka ke warnet pacaran. kadang mereka berbuat lebih dari sekedar pegangan tangan. dan tanpa sadar mereka jadi bahan tontonan internet. hahaha betapa absurd. eh apa masih ada warnet di dunia ini? apakah menurutmu semua video porno warnet itu dibuat pada masa ketika warnet dan wartel masih ada? bukan kah android merubah segalanya?  
kenapa jadi ngomongin video porno?
haha, enggak tahu. mau ngomong itu aja.
apa kau akan tetap menulis?
menulis apa?
percakapan konyol ini.
lah, ini siapa yang nulis?
haha, ya, tidak tahu. kita berdua, mungkin.
berdua?
HALO! kalian sedang apa?
eh, siapa dia?
orang ketiga?
mungkin.
kemana dia sekarang?
tidak tahu. biar saja.
kau masih ingin menulis?
kau ini siapa?
aku ini siapa aku juga sudah lupa. haha.
apakah itu penting?
aku kira tidak?
lalu apa kita akan terus menulis?
ini aneh sekali.
kenapa aneh?
aku sangat yakin orang akan berpikir kau gila.
haha, biar.
yakin?
semua orang di internet gila.
yakin?
mereka gila dengan cara mereka sendiri pasti.
misalnya?
well, siapa saja yang nonton video GGS di youtube itu gila bagi mereka yang berpikir kalo nonton GGS itu gila dan tidak masuk akal. dan lagian kewarasan bukan sifat dasar internet. semua orang gila di internet. semua orang sinting. kalo semua orang sinting, itu artinya semua orang waras. yang waras itu yang sinting. logika sederhana.
aku masih berpikir kita gila sendiri.
ya sudahlah. terserah.
hahaha. yowis.

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. “kesepian” rupanya makin membuat mas Gen makin aktif nulis di blog. 😀

  2. mungkin aku juga harus menjadi sepi.
    bagaimana caranya?
    dengan mendelete aplikasi-aplikasi socmed mungkin?
    halah! macam kamu mana bisa hidup tanpa socmed.
    bisa!
    pfftt..
    BISA! Tuh, udah.
    paling cuma tahan beberapa hari.
    Iya juga sih. Sial.
    — pause —
    Really considering it though.
    Yeah, you really should.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: