monokrom

September 21, 2014 at 6:16 pm | Posted in katarsis | Leave a comment
Tags: , ,

Djuna_Barnes_-_Joyceapa gerangan hidup yang panjang? apa kabar keinginan, dan selamat siang realitas! selamat jalan—oh, mimpi. pada akhirnya kita semua akan tiba di persimpangan eksistensiil: kita akan berharap bahwa ada sesuatu yang lebih besar semua ini; dari semua sorak dan sorai di twitter, dan kemudian lari entah kemana, dari satu masalah ke masalah lain, hari ini ngomongin munir, besok ngomongin cinta-cintaan, lalu pengen ngebuli entah siapa. kita berharap hidup itu lebih dari sekedar status positif rekan kerja yang hidupnya serba sukses dan baik-baik saja, kalo siang aplod foto anaknya yang paling lucu, dan kalo malam mengeluh, ugh!, macet di jakarta udah di luar akal sehat!—lalu mereka bilang semua orang tolol, lalu mereka bilang semua orang rasis, kampungan! kita pun ingin hidup itu lebih dari status alay mantan kawan kuliah yang selalu ngomel tentang jokowi, bahwa orang islam indonesia cuma modal KTP, dan lain hal absurd dan sebagainya itu. janganlah sampai hidup ini tak lebih dari prabowo yang gagal jadi presiden, ridwan kamil yang semakin hari semakin narsis, dari semua berita konyol di kompas dan tribunnews dan detik.com tentang maling motor yang punya ilmu kebal. janganlah hidup ini tak lebih dari semua berita internasional yang serba muram itu, ebola di afrika, perang agama di timur tengah dan lagi-lagi foto telanjang kim kardashian—bukannya kita gak mau liat lagi atau apa. hidup itu harusnya lebih dari itu semua. hidup itu harusnya lebih dari ketidakberartian yang sebentar dan sementara ini! tapi bagaimana bila semua ini sia-sia belaka, bahwa hidup yang sebentar ini, dijalani sebaik-baiknya atau tidak, akan berakhir juga, dan tidak akan ada bedanya bila semuanya baik atau buruk, setelah semuanya berlalu dan tiada, yang tersisa hanya ketiadaan—tidak ada lagi sesal, apalagi rindu, dendam yang tiada berbalas? ketiadaan yang agung?

3524980959_royalty_free_vanity_clipart_illustration_443903_xlargebagaimana kita harus menempatkan segala yang tidak berarti di jagad maya ini, seperti semua video GGS di youtube itu, dan, yang lebih penting dari itu semua, dari semua pesan dan kata dan status dan apa pun itu yang kita unggah di jejaring sosial—semua sudah sampai titik saturasi, bagaimana kesia-siaan hidup seperti digandakan berlipat-berlipat oleh banalitas medsos, sementara kita di sini tak jua berhenti mencari-cari, bertanya-tanya, apakah ada sesuatu yang lebih besar dari ini, dari semua puisi berkualitas dan asal-asalan yang dituliskan di internet, dari semua gerakan politik onlen yang berbaur-baur dengan narsisisme yang kian hari kan akut, dari kepedulian sosial sebagai narsisisme, dari kesadaran politik sebagai narsisisme, dari kepekaaan nurani sebagai narsisisme, dari kesalihan personal sebagai narsisisme, dari kesenian dan kesusastraan yang tidak punya tujuan lagi selain menjadikan keren orang yang melahirkan dan mengkonsumsinya. bagaimana bila pada akhirnya semua ini hanya pencitraan, tidak ada politik yang sungguh-sungguh, tidak ada aktifisme yang sungguh-sungguh, tidak ada empati yang sungguh-sungguh? bagaimana bila tidak ada yang lebih besar dari semua ini? bagaimana bila yang tersisa dari realitas kita adalah cermin-cermin di mana kita memuja diri sendiri, dan kalo sudah waktunya, kalo kita sudah ditelan masa, cermin-cermin itu akan hidup untuk selamanya, dan betul-betul yang tersisa dari kehidupan kita yang panjang tapi sebentar ini hanya secuil narsisisme yang tidak berarti?

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: