Halo Jogja, Welcome to the Club!

August 28, 2014 at 11:30 pm | Posted in katarsis | 4 Comments
Tags: , ,

PERSATUAN WARGA KOTA BESAR KORBAN UMPATAN WARGA PENDATANG
(TERUTAMA WARGA ASING DAN WARGA LUAR PULAU JAWA)

HALO semuanya, mase dan mbakyu warga Jogjakarta yang lagi marah-marah sama Mbak Florence (termasuk siapa itu bapak dosen FH UGM yang tegas dan berwibawa). Selamat datang! Welcome to the club! Ya, selamat datang di klub kami: klub warga kota besar yang seringkali jadi korban umpatan warga pendatang yang tidak tahu diri, warga pendatang yang tidak tahu adat dan sopan santun! Perkenalkan. Saya Ali sastro, nama palsu, bukan nama asli. Tapi saya betulan warga Jakarta. KTP saya KTP Jakarta. Dan sudah bertahun-tahun sudah kami sebagai warga ibukota dicaci dan dimaki sebagai tidak beradab; tidak bisa ngantri, tidak tahu adat naik eskalator, tidak tahu bagaimana caranya naik atau turun kereta api, tidak punya hati nurani, bajingan, bangsat, suka buang sampah sembarangan, kalo banjir lebih sering disalah-salahin ketimbang dikasih simpati, kalo ada anak kecil hidupnya sengsara di tengah jalan, satu kota disebut udah “gak sensitif” sama penderitaan orang lain. Sudah biasa kami disebut sebagai masyarakat yang melanggengkan budaya nafsi-nafsi, tipikal masyarakat urban yang individualistik yang tidak lagi menghargai kesopanan, sudah lama dianggap defisit empati! Oh, betapa senangnya saya bahwa akhirnya ada kota lain yang juga dicaci-maki oleh pendatang. Dan akhirnya ada warga kota lain yang bisa merasakan apa yang kami rasakan selama ini; dikata-katain sebagai kota paling jorok dan paling tidak bisa ditinggali di dunia. Dan betapa mengejutkannnya, bahwa kota itu adalah kota Jogja, kota yang bila dibandingkan dengan Jakarta, selalu dianggap lebih beradab, lebih manusiawi, orangnya lebih suka membantu dan tidak suka marah-marah. Ini adalah perkembangan yang luar biasa. Saya yakin, Jogja tidak seperti yang Mbak Florence bilang di Path. Kota Jogja adalah kota budaya. Banyak orang pintar lahir di sana. Jogja kota pendidikan! Pasti berbudaya. Buktinya sekali dijelek-jelekin, hampir satu kota protes, dan bahkan akademisinya protes, dan bahkan ada LSM yang akan melaporkan Mbak Florence ke polisi. Dan bahkan Mbak Florence mau diusir dari Jogja. Luar biasa! Kami warga Jakarta udah bertahun-tahun dicela warga asing, warga expatriat yang mencari duit di kota kami dan juga orang Indonesia Diaspora sialan yang suka ngebanggain enak-enak leyeh-leyeh hidup di luar negeri dengan kehidupan kota yang mereka bilang lebih lebih manusiawi, lebih berperadaban dari Jakarta yang dekil dan kampungan! Tapi, tapi, tapi kami tidak pernah protes. Hanya saya kali yang protes. Kami tidak pernah melaporkan mereka ke polisi. Dosen-dosen kami tidak pernah menghukum mereka. Dan kami tidak pernah mengusir mereka. Saya mengerti, tidak semua orang Jogja marah. Entah apa alasan mereka. Kali saja mereka tidak cinta Jogja, atau mereka punya nalar dan kesabaran yang lebih. Entahlah. Yang jelas, dalam hal menangani umpatan warga pendatang yang tidak tahu diri, memang Yogya lebih berbudaya dari kami. Mungkin kami harus lebih banyak belajar untuk tidak begitu saja menerima *batuk*kritik*batuk* umpatan dari orang lain. Oh, betapa senangnya saya. Kalian semua, welcome to the club! Hurrah!

β€” Ketua Uumum PWKBKUWP

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Even satire needs logical incoherence, you know.

  2. oh is that so? well, my bad then. i’m so sorry for that.

  3. Reblogged this on A Piece of Denny's mind and commented:
    Huehehehe

  4. Reblogged this on tutyhardinalumbantoruan and commented:
    oooo yeee… Hahahaha πŸ˜€ Ni ekkelhon ma


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: