cryptomnesia

February 12, 2014 at 12:18 am | Posted in katarsis, SOC | 1 Comment
Tags: ,

indexkonon ada yang disebut ‘ingatan yang tersembunyi’; ingatan yang entah gimana terselip, terlupakan, lalu jadi fosil di kepala, lama sekali sampai kita betul-betul lupa—hingga pada satu malam, karena satu dan lain hal, datang kembali sebagai sesuatu yang kita anggap baru dan orijinal. plagiarisme yang tak disengaja itu bukan tidak mungkin, sodara. tapi bukan itu soal yang hendak saya bicarakan di sini. beberapa hari lalu saya mencuri baca sebuah buku yang berjudul ‘hidden memories’ karangan robert a. baker di depan lotte mart. dalam buku itu disebut kalo cryptomnesia itu berkaitan dengan berbagai gejala tak masuk akal seperti de ja vu, reinkarnasi, diculik alien, disambangin malaikat, dlsb. kalo tak salah saya ingat penulisnya bilang kalo ingatan yang tersembunyi itu bisa muncul dalam konteks yang sama sekali lain, dalam artian dia muncul sebagai ingatan liar yang tak lagi sama seperti dulu, dalam artian ingatan ini kemudian berubah menjadi sebuah delusi, jadi wahm. kadang saya pikir ini ada benarnya. ada banyak peristiwa kecil dalam hidup saya dulu di waktu kecil yang hingga kini tak bisa saya tempatkan dalam konteks yang wajar; misalnya, saya yakin sekali kalo saya pernah hidup pada 1970-an dan pergi ke bioskop untuk nonton film ‘badai pasti berlalu’; seorang kawan dulu bilang dia sangat yakin kalo dalam kehidupan sebelumnya dia seorang putri di eropa pada abad tengah; istri saya malah percaya dia pernah jadi semangka. ini semua sangat konyol. dan saya yakin semuanya itu karena khayalan yang berubah jadi ingatan entah gimana posisinya tertukar di kepala; apa yang seharusnya berada dalam folder khayalan pindah ke folder pengalaman. ini juga mungkin kenapa orang terus beragama. apa yang diajarkan, dikhayalkan pada waktu kecil terus mengendap di kepala, terselip di mana-mana, hingga pada suatu hari kita begitu yakin sudah bertemu tuhan. saya pernah mengalami ini beberapa tahun lalu, ketika saya pulang ke kosan sehabis kerja dan melihat langit-langit kamar—di sana saya seperti melihat dan merasakan tuhan hadir sebagai kekosongan yang menyelimuti, seperti merayap di dinding kamar. kala itu saya lagi banyak membaca buku tentang tuhan, tentang islam, kekristenan dan judaisme. dari mana datangnya semua itu? salad ingatan dari berbagai memori yang berantakan? sebuah file yang terkorupsi? ini baru soal pengalaman keagamaan; bagaimana dengan cinta pertama, bagaimana dengan pertama kali tertarik pada perempuan, atau lelaki bagi yang perempuan, secara romantik maupun secara seksual? bagaimana dengan tahun-tahun yang dilewati sebagai korban buli; bagaimana dengan semua peristiwa traumatik yang kita pendam, ingatan yang tak mau kita ingat, yang dalam bahasa psikologi disebut sebagai repression? ada sebab kenapa susah bagi manusia untuk memahami dirinya sendiri; mengingat bagaimana ia begitu payah mengelola ingatannya sendiri, ingatan yang mudah sekali selip. tanpa kita sadari, kita semua dori dalam film ‘finding nemo’, senantiasa bertanya dalam lupa.

Advertisements

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. nungguin FINDING DORY 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: