memusuhi pagi

February 6, 2014 at 7:55 pm | Posted in katarsis | Leave a comment

buat mereka yang merasa dibebaskan oleh malam; oleh keheningan dan kebebasan, pagi adalah musuh. pagi adalah mula dari keharusan hidup yang kian membebani; sementara malam adalah sebuah rehat, sebuah jeda. kita senantiasa dihadapkan pada sebuah paradoks: ketika malam, ketika waktu melambat dan kita menikmatinya, waktu seketika menjadi cepat berlalu, dan ketika pagi bergegas dan segalanya berganti-ganti dalam kesibukan yang membosankan, waktu diam-diam menjadi pelan, melambat hanya untuk bikin kita kesal! cepat atau lambat itu relatif, tapi hati yang susah dan perasaan yang lega itu jelas bedanya, seperti halnya pagi dan malam; seperti halnya gelap dan terang! pada malam ini untuk kesekian kalinya saya tak ingin pagi datang; malam jadi tempat berlindung, tempat berteduh, tempat yang tepat untuk berhenti barang sejenak dari ritual hidup yang tidak berkesudahan, dari pertemuan dengan orang dan orang dan orang dan orang-orang lainnya semua—yang menyebalkan. saya ingin sekali memusuhi pagi malam ini, memusuhinya dengan sekuat hati, dengan hebat, sehebat saya senangi malam-malam seperti ini; malam-malam yang hanya ingin mendengar, tanpa ada niat menilai, apalagi menghujat. tapi kepala sudah berat, mata juga berat, jadi sebaiknya saya segera tidur dan menyambut pagi.

selamat malam, malam.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: