Saya Tidak Tahu Dia Kerjanya Apa, Tapi Ini Lima Profesi Yang Bisa Ditekuni Vicky Prasetyo Setelah Putus Dengan Zaskia Gotik

September 11, 2013 at 1:40 am | Posted in katarsis | 7 Comments
Tags: ,
vicky-2-130906c

lagi naik daun, jadi buah bibir

Saya sama sekali tidak berniat mencela Bung Vicky Prasetyo. Sebetulnya saya kagum, plus gondok sedikit. Bagaimana tidak—dia orang  bisa tampak begitu kaya dan sukses tanpa ada yang tau persis (bahkan mantan tunangannya saja, Mbak Zaskia Gotik, tak tau!) dia itu kerjanya apa. Ini misteri besar yang kerap mengganggu hubungan saya dengan Tuhan. Saya kira Anda pernah mengalami ini: Jalan-jalan ke sebuah pusat perbelanjaan yang berkilauan dan seketika minder melihat orang-orang itu, orang-orang yang tampak begitu bersih dan tampan dan kaya, dan Anda bertanya kenapa Anda tak seperti mereka. Kita yang kucel dengan gaji bulanan yang serba pas-pasan ini hanya bisa gondok di parkiran—motor. Ada yang bilang Bung Vicky ini konsultan bisnis. Ini profesi apa saya juga tidak tahu betul. Kata beberapa orang, Bung Vicky ini penipu. Tapi saya ragu. Boleh jadi dia orang yang jujur, dan kini sudah jadi korban kesekian dari kejamnya warga Internet!

Saya sama sekali tidak berniat membela Bung Vicky Prasetyo. Satu hal: bung Vicky pinter ngomong. Dan kalo saya lihat video wawancara dia, klaim ini masih bisa dibela kesahihannya. Saya heran kenapa dia dicemooh karena sok intelek. Lah, kalo sok intelek emangnya kenapa? Anda bilang, itu karena dia suka menggunakan istilah yang sebetulnya tidak ada artinya, yang sebetulnya cuma buat gaya-gayaan aja! Lah, emangnya keranjingan menggunakan kata-kata keren bin ajaib yang sebetulnya artinya sederhana sekali dan bahkan mungkin tak ada artinya sama sekali itu perbuatan tercela? Kalo kita mau adil, sebetulnya banyak orang jadi dianggap keren dan bahkan terhormat dan bahkan kaya raya lagi makmur karena melakukan itu semua, dan tak banyak dari kita yang mencemooh dan melontarkan protes atas hal itu. Saya bisa sebutkan setidaknya lima profesi halal yang bisa digeluti dengan baik oleh Bung Vicky. Dengan kemampuannya membuat istilah gubrak seperti ‘kontroversi hati’ atau ‘konspirasi kemakmuran’, bung Vicky yang bisa dibilang eloquent ini bisa:

Jadi Penulis di Jakartabeat, atau Kurator Salihara

tripitakata

Mungkin bung Vicky bisa ulas buku puisinya Sitok Srengenge yang berjudul entah itu kata dari mana

Jadi penulis adalah impian semua orang. Jadi penulis di Jakartabeat adalah impian segelintir orang. Situs itu ada untuk mengakomodasi mereka yang punya selera lebih ‘tinggi’ sedikit dari orang kebanyakan, mereka yang memilih untuk menjauh dari arus utama yang bising dan membuat anak sungai yang kiranya lebih bersahaja. Itu sebabnya, tidak banyak orang yang bisa menulis di sana. Saya tidak tahu apa ada kriteria khusus untuk jadi penulis di sana, apakah dalam tulisannya harus ada batas jumlah sastrawan atau esais kenamaan yang mesti disebutkan, atau berapa album entah siapa dari mana yang harus ditulis dengan nada sedikit mencibir—entahlah. Satu hal: Anda mesti bisa menulis dengan bahasa yang berbeda dengan mainstream. Misalnya, menulis ‘dimensi kebudayaan kiwari’. Saya masih gak bisa let go istilah ini. Saya lupa penulisnya siapa di JB. Yang jelas, ketika saya mendengar Bung Vicky bicara soal ‘konspirasi hati’, saya teringat JB dan berfikir kalo dia bisa jadi kontributor JB yang baik. Masalahnya mungkin, jadi penulis JB gak dibayar. Karena itu, saya sarankan Bung Vikcy jadi kurator Salihara aja. Saya kira dia bisa menjadi pembicara yang baik dalam seminar “Sirkus Sastra dan Bienal Sastra” atau apapun itu artinya di Salihara. Mungkin bisa disandingkan dengan GM. Orang mungkin tidak mengerti apa yang dikatakan Bung Vicky, tapi saya yakin dia bakal tetap mendapat applause, pujian “mencerahkan!”  

Jadi Politisi Muda Seperti BIma Arya

Politisi memang bukan profesi yang membanggakan. Apalagi kalo Anda bukan Jokowi. Tapi sebetulnya Jokowi atau bukan, skill dasar yang diperlukan untuk jadi politisi itu sama: menggombal. Ada sebab kenapa politisi kebanyakan laki-laki, karena emang politisi kudu jago menggombal, kudu jago mengumbar kata yang sebetulnya kosong makna, tapi punya efek yang entah karena alasan apa bisa menghipnotis orang untuk pergi ke TPS dan memilih mereka. Konon katanya Vicky pernah ikut pemilihan kepala desa entah di mana di Bekasi. Saya kira profesi itu memang cocok buat dia. Kita berkali-kali disuguhkan slogan anti-korupsi, atau ‘berjuang demi kepentingan rakyat’—semua itu sebetulnya tidak lebih dari kenyataan dalam dunia fantasi saja, alias tidak nyata, tidak tangible. Sri Mulyani dan para ekonom yang sering dikutip Bisnis Indonesia mungkin geleng-geleng dengan istilah ‘labil ekonomi’, tapi sebilanya Vicky mengatakan itu dalam kapasitasnya sebagai politisi saya kira orang juga tidak akan perduli (come on, admit it, banyak politisi asal njeplak!).

a796c7c6c7743fc8a99c4208cb7f4ab2

kalo ndak kenal siapa bima arya

Yang paling penting adalah Bung Vicky berjanji akan menyediakan rumah gratis bagi para konstituennya. Nanti kalo ditagih, dia tinggal bilang: “Nanti kita komunikasikan lagi’. Bahwa Bung Vicky masih muda hanya akan menambah pesona beliau, mungkin melebihi pesona politisi muda PAN Bima Arya yang ganteng dan terkenal itu.

Jadi Motivator Terkenal, Atau Paling Tidak Seleb Twit

Saya sudah tidak mengikuti perkembangan bisnis waralaba kebijaksanaan lagi. Tapi kayaknya kalo dilihat sekilas dua kilas bisnis ini berkembang terus, kalo bukan semakin pesat. Mario Teguh masih punya ribuan pengikut di Twitter dan Fesbuk. Dan entah siapa lagi, itu yang namanya Tung Desem Waringin, dan yang lain-lain kayaknya juga semakin mengokohkan posisi mereka sebagai motivator terkenal di Indonesia. Saya kira Bung Vicky punya bakat jadi motivator. Saya mohon maaf kalo terkesan sok tahu (karena sebetulnya saya emang sok tahu), menurut saya Vicky memiliki apa yang harus dimiliki seorang motivator: rasa percaya diri yang luar biasa, yang bisa ditularkan pada orang lain! Saya yakin kita bisa. Seperti yang Vicky bilang: jangan sampai kita ‘mengkudeta keinginan’ kita!

Jadi Sales Obat, Atau Apapun MLM 

Katanya bung Vicky jago merayu. Saya kira kesaksian beberapa perempuan yang pernah jadi pacarnya menjadi bukti bahwa klaim itu bukan klaim sembarangan. Kemampuan itu sudah barang tentu akan sangat berguna bila bung Vicky menjadi sales MLM; setiap hari mencari downliner yang akan membuatnya menjadi kaya raya. Dia, yang katanya akan pergi ke Munchen untuk keperluan bisnis, akan menjadi contoh orang sukses yang bisa dengan ampuhnya merayu orang ikut MLM. Tapi ya profesi ini tidak bergengsi dan mungkin kerjanya capek juga sebetulnya. Karena itu, saya berpikir kalo Bung Vikcy ini sebaiknya:

Jadi Ustaj Muda Yang Sukses

ustadz_solmed

Ganteng, sejahtera dan masuk surga? Kenapa enggak?

Vicky Prasetyo agamanya apa, saya tidak tahu. Tapi saya yakin dia bisa jadi pesaing Yusuf Mansyur dan Ustaj Solmed yang terkenal itu! Pemuka agama adalah satu dari profesi kuno selain petani dan nelayan yang masih bertahan hingga kini, sedikit lebih muda dari profesi pelacur yang adalah target dari misi mereka. Pada dasarnya agama adalah asal muasal dari profesi politisi dan motivator. Pemuka agama adalah mereka yang bisa memberi harapan, adalah mereka yang bisa memberi janji akan sesuatu yang sebetulnya tidak pasti, apakah itu surga atau kemakmuran. Melihat sepak terjang bung Vicky yang bisa menciptakan istilah yang terdengar sedikit spiritual seperti ‘kontroversi hati’, yang sebetulnya sama membingungkannya dengan istilah A A Gym ‘jagalah hati’, saya yakin bung Vicky bisa berkhotbah dan meraup amal jariyah yang banyak. Asal tidak riya’ dan masih beramal, saya kira ada jalan menuju ‘statusisasi kemakmuran’ melalui jalan iman. Subhanallah. Bakat juga saya. 🙂

PS: Tentu saja Bung Vicky belum tentu suka dengan profesi yang saya sebut di atas. Kalo dia gak suka, masih ada satu profesi lain yang bisa dia pilih. Meskipun, ini profesi abal-abal. Yakni: jadi blogger yang tidak berguna seperti saya. 😛

7 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Saya rasa ulasan anda ini cukup bagus Bung penulis, kecuali di bagian membandingkan Ustadz dengan pelacur.

  2. saya sih setuju2 saja kalau dibilang profesi ustadz lebih muda bila dibandingkan profesi pelacur. biasanya kan ada masalah ( pelacur ) dahulu baru kemudian datang solusinya ( agama yang dibawa ustadz ). dan benar juga kalau pelacur itu target misi dari para ustadz atau pemuka agama lainnya. tujuannya kan sudah jelas. untuk dipertobatkan atau dikembalikan ke jalan yang benar. jadi bagian sebelah mana yang kurang pas?

  3. Subhanallah. Kamu memang berbakat Mas, sayang,,, masih suka malu – malu.

  4. […] Saya sama sekali tidak berniat mencela Bung Vicky Prasetyo. Yang dia upayakan toh manusiawi dan dipraktikkan oleh kita semua: pura-pura lebih berwawasan, lebih serba tahu, dan lebih waskita dari tingkat yang sebenarnya. Tidak salah itu kalau menurut saya, justru ia bagian alami dari proses belajar. Kalau seandainya segenap umat manusia puasa sama sekali dari sok tahu-menahu, tak bakal ada lagi diskusi dan musyawarah. Sebab semua jadi sungkan—seperti sepantasnya. […]

  5. saya dukung bung vicky orangnx cerdas dan bisa dekat sama artis andrei

  6. Wah mungkin banyak vicky-vicky lain yang siap mengincar banyak wanita 😀

  7. seandainya dia bukan mantan pacar artis, dia tak akan terkenal, ahahah! seandainya dia hanya org biasa. mungkin saja dia seperti saya,banyak kata-kata “serapan” yang dibuat sendiri olehnya di blog sendiri, saya yang dengan bahasa inggris pas-pasan. tapi yang ini, yang paling membingungkan —> orang-orang yang mungkin tak paham tatabahasa inggris pun tertawa


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: