bukan puisi

August 21, 2013 at 12:24 am | Posted in katarsis | Leave a comment
Tags: ,

gambaroh, diri — sampai kapan kau mereka-reka tuhan,
dan menimbang-nimbang nasibmu sendiri?
besok kau bangun pagi lagi, lalu masak nasi goreng,
dengan nasi yang terlalu basah.
dan kau akan lihat lagi: di atas meja makan
hanya ada sarapan—piring beserta nasi, teh hangat
dan beberapa gelas kotor bekas semalam.
tuhan, nasib, itu bukan urusanmu!
sampai kapan kau mereka-reka makna dalam sajak,
di dalam puisi hanya ada aksara dan tandabaca.
tak lama setelah kau bacai Sapardi, Chairil,
akan kau dapati dirimu lagi, duduk termangu
di depan TV—nonton gosip, atau sinetron murahan,
siapa yang konyol? kau atau mereka yang menghiburmu
dengan kekonyolan mereka? tuhan akan selalu
bermain-main dengan nasibmu—tidak ada sajak
yang bisa membuatmu merasa lebih baik,
tidak akan pernah ada teologi
yang bisa membebaskanmu
dari bosan dan cemas.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: