tutur gelap

July 18, 2013 at 9:50 pm | Posted in katarsis | Leave a comment
Tags: ,

Terjebak satu impian
Yang selalu terngiang
Kuingin akhirnya nanti menjadi satu
Dan waktu akan kujelang
Biarkan mata terpejam
Sehingga akhirnya nanti menjadi satu
Kerasnya suara angin mengajak untuk bersama
Hingga tiba saat menjadi nyata
Dan waktu akan kujelang
Mentari bersinar terang
Dan mimpi pun usai
Berakhir sudah
Kerasnya suara angin
Mentari bersinar terang
Mengajakku untuk bersama
Hingga satnya…
Kuingin saatnya nanti semua menjadi satu
Hingga tiba saatnya semua menjadi nyata
Hingga tiba saatnya nanti
Menjadi satu
Menjadi nyata

bila ingin itu biang derita, maka mimpi, yakni sebuah ingin yang begitu lama dan panjang, adalah raja biang dari segala mala dalam hidup kita. entah bagaimana caranya, sesuatu yang seharusnya menggerakan, sesuatu yang semestinya jadi alasan, malah jadi obsesi yang hampir-hampir irasional dan memperbudak. karena itu, bahagialah mereka yang sudah usai bermimpi, mereka yang tidak lagi dibuat lara hatinya oleh jurang antara apa yang ingin dan apa yang nyata, mereka yang kini berada dalam kecerahan satu lagu dari pure saturday yang begitu sederhana: ‘[ketika semua] menjadi satu, menjadi nyata’.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: