sekilas teologi ngawur di siang bolong; adanya tuhan dan adanya yang bukan tuhan; atau mengapa tuhan itu ada dan tidak ada

May 14, 2013 at 4:37 am | Posted in iseng, katarsis | 18 Comments
Tags: ,

Agnosticism

tuhan adalah tuhan. tuhan tidak sama dengan apa yang bukan tuhan. kita bukan tuhan, jadi tuhan sudah pasti tidak seperti kita. kalo kita ada, harusnya tuhan tidak ada. karena tuhan bukan kita, dan kita bukan tuhan. kecuali bila ternyata kita sebetulnya tidak ada, maka tuhan itu harus ada. karena secara konseptual, tuhan itu harusnya tidak sama dengan kita. masalahnya, tentu saja, adalah bagaimana kita mendefinisikan keadaan kita. kalo kita bilang kita ada seperti batu itu ada apakah tuhan itu ada seperti batu di depan rumah kita itu ada? tuhan tentu tidak sama dengan batu. harusnya tuhan tidak meng-ada seperti batu itu ada. oleh karena itu, kita tidak bisa bilang tuhan itu ada dalam pengertian yang sama ketika bilang sofa dan televisi itu ada. adanya tuhan itu sesuatu yang semestinya lain. nah, kalo kita tidak tahu bagaimana mendefinisikan adanya kita dan, dengan begitu, adanya tuhan, lalu apa artinya, apa poinnya bertanya apakah tuhan itu ada atau tidak ada?

apa bedanya ateis dan bukan ateis?

18 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Semacam pengantar bab “Hukum Kontradiksi Non-Kontradiksi” ataukah pengantar sebuah voiume besar “Serial Alam Kelana”?

    Sesuatu yang cuma bisa ditulis dua baris saja oleh Sitor Situmorang, dan cuma beberapa pasal saja oleh Musa.

    Coba ngaca, barangkali muka Anda tau tau bersinar menyilaukan.

    Tuhan Yang Maha Gelap sukanya main-main dengan cahaya.

  2. oh saya udah cek. saya bukan tuhan. tadi pagi saya bingung mau makan apa. akhirnya masak indomie rasa sotomie. praised the lord for it.

  3. wah saya tidak perhatikan tulisan ini di-tag “iseng”, tapi saya tidak terima dan tidak suka Anda makan sotomie YANG indomie

  4. ah, kenapa begitu? janganlah dihina indomie. indomie itu tidak salah apa-apa. indomie hanya ingin direbus dan dinikmati selagi panas. itu saja, tak lebih.

  5. Kenapa juga harus rasa soto, mendingan kari ayam indocement YANG tiga roda.

  6. gak bisa dimasak mas itu. jadi batu, nanti. 🙂

  7. Wah kirain sama saja Mas. Masalahnya adalah, bagaimana kita mendefinisikan makanan kita di dalam mangkok.

  8. betul sekali mas. betul sekali.

  9. Lha kok malah bahas Indomie-nya. Yang mau saya persoalkan itu sotomie-nya, kenapa bukan yang dijual di abang stasiun BSD. Sotomie itu harus dinikmati sebagai peristiwa: mulai dari menyapa si abang pedagang, melihat dia meracik, menatap dan mencurigai kandungan formalin di mienya, mencurigai dagingnya dan akhirnya kitapun pasrah pada wangi kuah panas serupa kaldu tapi sejatinya lemak dan MSG. Hhaaa kepanjangan. udah dulu deh.

  10. Betul apanya Mas… Wong saya asal ngomong kok. harusnya kita tidak meng-ada – ada, seperti batu di dalam mangkok, batu itulah makanan kita. Keberadaannya di meja makan kita bukan berarti menu makan kita.

  11. oh saya malah gak suka sotomie (kayak makan plastik, dengan bihun dan risol yang bukan pada tempatnya itu). indomie sotomie itu saya makan untuk menegasikan sotomie sebagai kenyataan tunggal, untuk mengemansipasikan yang artifisial sebagai kenyataan yang tidak kalah empirisnya, tidak kalah nyatanya. yang nyata itu kadang terlalu kasar, karena itu indomie diciptakan, karena manusia kadang lebih suka yang artifisial.

  12. oh itu makan meja ya hahaha sapardi yang makan batu. my bad!

  13. Ha ha ha .. itu spontan Mas sedikit kutip puisi sapardi.

  14. Puisi itu memang keren, tapi tidak bikin kenyang…. makan batu.

  15. Saya tersesat di kolom komentar ini.

  16. Pegangan!

  17. Arghghgh!!! *melangkah ke dapur*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: