tentang menghargai kesulitan dan kesusahan orang lain siapapun dia, sekaya apapun dia, semanja apapun dia; semua sama aja

May 6, 2013 at 9:33 am | Posted in katarsis | 6 Comments
Tags:

3d agony0007.tga0c51bc1a-7b32-4229-892d-d37038ed6e0eLarge

‘to every man his little cross’

kutipan di atas bunyi lengkapnya begini, saya parafrase, setiap orang punya salib kecilnya masing-masing, yang bakalan dia pikul selama hidupnya sampai dia mati, sampai dia dilupakan. ini satu dari sederet kebijaksanaan sastrawi yang bakal saya ingat terus, karena dia punya tingkat relevansi yang begitu tinggi dengan bagaimana saya melihat dan menjalani hidup, bahwa dalam setiap perjalanan selalu ada salib kecil yang harus kita pikul. salib ini bisa apa saja; bisa berupa dendam, atau rindu atau harapan yang tidak pernah akan pernah bisa terpenuhi, seperti dosa masa silam yang tidak bisa di-undo. itu yang saya pahami dari sebaris kalimat yang dituliskan oleh samuel beckett dalam naskah drama ‘menunggu godot’. apa yang sebetulnya dimaksudkan oleh becket saya tidak tahu. boleh jadi itu depresi, atau kehampaan spiritual, atau kebisuan ilahi. entahlah. bagi saya, ‘salib kecil’ itu bisa apa saja; dan dengan demikian setiap orang punya salib yang sama beratnya, tidak perduli masalahnya apa; mungkin memang benar orang bisa bunuh diri karena putus cinta, orang bisa bunuh diri karena gagal UN; atau mungkin karena hal lainnya. tidak perduli seberat dan seringan apa pun masalah yang sedang dhadapi orang, dan tidak perduli apakah dia miskin atau kaya, apakah dia masih belasan atau 40-an, derita emosional atau misery itu bobotnya sama. jadi, terkutuklah mereka yang mencibir penderitaan orang lain dan membanggakan deritanya sendiri, seolah deritanya itu lebih hebat dan membuatnya menjadi lebih manusia, lebih dalam dan bijaksana dari orang lain. seperti yang dikatakan oleh becket; setiap orang memikul salib kecil di pundaknya. setiap orang punya via dolorosa-nya masing-masing. you can’t measure other people’s pain like no one can measure yours.

Advertisements

6 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. ahirnya Anda mengerti juga.

    #elus-elus jenggot :mrgreen:

  2. Senior saya pernah bilang: “Hidup ini seperti pilihan ganda: persoalan kecil ataupun besar, bobotnya dinilai sama.” Semacam itu kan maksudnya?

  3. @mbak ta: iya akhirnya mengerti. 🙂
    @pisangbakar: betul sekali, mbak. dapet point 100

  4. Seberapa manispun anda bicara ! Yang jelas, orang susah tetap susah. mereka yang kelihatan senang belum pasti merasa senang…..

  5. @pulau tidung: betul itu bung

  6. Kembali Ke laptop…!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: