suburbia

April 30, 2013 at 3:09 am | Posted in katarsis | 3 Comments
Tags: ,
PT-AK559_Suburb_G_20081224174421

lebenswelt

rumah di sebelah rumah saya modelnya sama persis dengan rumah saya; tidak ada yang berbeda kecuali lokasi pintunya saja, sebelah kiri atau kanan, dan nomernya, tentu saja. ada sekitar 20 rumah yang bentuknya mirip rumah saya di perumahan yang disebut ‘cluster’ ini, yakni rumah tipe 36. selebihnya rumah tipe 45 yang lebih besar dan jumlahnya jauh lebih banyak. kalo tipe 36, rumahnya putih dan merah, sementara yang tipe 45 kuning dan kelabu. di sini saya tinggal, di perumahan ini, sekitar 25 menit (kalo naik kereta), 45 menit (kalo pake motor) dan satu sampai tiga jam (kalo naik angkot—tergantung hujan, kecelakaan, Pak SBY dan mentrinya lewat, dlsb.) dari Jakarta. di sini saya tinggal, di Jakarta saya bekerja. kalo tidak libur, saya harus bulak-balik, dari sini ke sana, dari sana ke sini lagi. di antara kedua tempat itu, di antara dua dunia itu, ada perjalanan kereta, yang adalah dunia pada dirinya sendiri, meski hanya beberapa menit saja. di stasiun, di dalam kereta, dunia seperti melipat-lipat; dari jendela, saya bisa lihat dunia keseharian yang berlarian seperti frame sebuah film: rumah-rumah penduduk, yang lokasinya tidak beraturan tapi sesak, lalu kubah masjid sesekali menyembul sendiri, kemudian palang kereta dan motor-motor yang mengantri, kuburan yang luas dan sebagian kebanjiran, pasar kebayoran yang serba berantakan, puing-puing bekas gusuran, tukang sayur, juga kuli bangunan. dari stasiun saya pergi ke kantor di mana saya bekerja, dari selasa sampai sabtu. kantor adalah dunia di mana segalanya serba kotak dan waktu amat cepat berlalu. bangunan kantor saya bentuknya kotak; jendelanya kotak; lantai di mana saya bekerja juga kotak; lalu kubikal saya juga kotak; dan, yang terakhir, layar monitor saya juga kotak. ada sekitar delapan jam saya berada di dalam semua kotak-kotak itu; sampai akhirnya saya harus lari, atau berjalan tergantung selesainya kerjaan, ke stasiun lagi, kemudian duduk atau berdiri di dalam gerbong, biasanya dengan perasaan yang agak sedikit hampa. di dalam kereta, karena gelap, tidak ada pemandangan dunia yang melipat di jendela, hanya ada cahaya yang melesat-lesat, atau bunyi kereta yang melaju dari arus berlawanan; yang melaju dengan bunyi dan kecepatan yang tidak bisa dinalar. lalu sampai. saya kembali ke dunia yang tidak sama dengan dunia di mana saya bekerja. semuanya kembali berjalan dengan kelambatan yang tidak memaksa; angkot yang ngetem tinggal sedikit, pasar basah juga sudah sepi. saya putuskan untuk jalan kaki saja ke rumah, menyusuri jalan sebelum tengah malam. setelah pintu gerbang, saya lihat tetangga saya sudah berada di rumah mereka masing-masing. sudah malam, maklum, sebagian besar pintu rumah sudah ditutup rapat dan lampu ruang tamu sudah dimatikan. ada biasanya satu dua yang masih menyala lampunya. dari celah hordeng saya bisa intip perabot rumah mereka. ada yang lagi nonton TV, ada yang lagi duduk-duduk saja di ruang tamu. saya lihat sebagian besar penghuni perumahan ini punya mobil, dari yang sederhana sampe yang mewah. kelas menengah memang sedang tumbuh, pikir saya dalam hati. pada saat itu, ketika saya berjalan menuju rumah saya, perasaan hampa itu pudar dan tidak lagi pekat, berganti dengan rasa syukur yang tulus tapi egois dan culas (di luar sana mungkin ada orang yang tidur di kolong jembatan, di luar sana mungkin ada orang yang udah gak betah tinggal sama mertua). saya buka pintu rumah anak dan istri saya lagi tidur. lalu saya duduk di sofa, nyalain TV dan tidak melakukan apa-apa. saya membayangkan setiap orang di perumahan ini melakukan hal yang sama, di dalam rumah yang sama. kapitalisme adalah the machines!

3 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Kirain ada “eyang”nya plus istilah yang menyandu :p
    Ternyata cuma nelangsa pada paradoks kecepatan cahaya🙂
    Yo wis… happy may day

  2. Semoga, semua penghuni rumah itu melakukan hal yang sama…………..

  3. kapitalisme adalah motivator


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: