iseng nanya aja

December 25, 2012 at 10:55 pm | Posted in gak jelas, iseng, katarsis | 6 Comments
Tags: , ,

1) – apabila anda memutuskan untuk lompat dari jurang yang tinggi anda lebih pilih mana: lompat pasrah dengan membelakangi kematian sambil menatap langit kosong atau bertatap muka langsung dengan benturan keras dan rasa sakit dan kengerian yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi? mungkin sama ngerinya kali ya. kalo ada beda mungkin beda tipis. tapi mana yang lebih mengerikan? mana yang lebih menakutkan?

2) – mana di antara indra manusia yang paling bisa membangkitkan kenangan: mulut, telinga, hidung atau mata? melihat benda kenangan, mendengar lagu kenangan, makan masakan ibu atau mencium bau masakan ibu? saya bilang hidung; masalahnya mungkin kita gak bisa menyimpan bau. menurut anda gimana? and tidak setuju sama saya?

3) – kalo kita dikasih kesempatan hidup untuk kedua kalinya? are we going to waste it again? are we going to be less depressed about living a purposeless life?

6 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. 1. lompat pasrah menatap langit biruu..
    2. hidung jg.
    3. waste it again. hehehe…

  2. 1. Lompat pasrah menatap burung terbang.
    2. Telinga, mengenang suara merdu mendayu-dayu.

  3. Ada pilihan yang lebih tragis lagi gak mas untuk pertanyaan yang nomer satu ?
    Semisal milih dengan sadar dibantai dengan cara diiris tipis2 dalam kondisi sadar sesadar sadarnya atau dalam kondisi setengah sadar ?

  4. maaf mas dihapus saja komentar yang itu dan yang ini

  5. (1) Sedikit condong ke menengok ke bawah. Biar gak kaget, dan timing berpasrahnya pas.
    .
    (2) Juga hidung. Ini dugaan saya agak universal karena hidung itu anak bawangnya panca indera, sehingga detail-detailnya lebih sering terabaikan ketika kita coba mengingat-ingat. Sampai sekarang saya suka bau rokok di ruangan dingin karena mengingatkan akan asrama saya tahun 2006. Madeleine moment datangnya selalu dari hidung.
    .
    (3) Kali pertama atau kedua pasti menyenangkan. Krisis eksistensialnya baru muncul di beberapa waktu setelahnya. Setelah itu jadi kayak Groundhog Day.

  6. 1. Hmm, mesti lompat ke jurang? baiklah… anggap saja memang begitu. liat langit biru dulu, terus lompat ke bawah, sambil mikir siap tahu ada pohon yang tumbuh di sekitar perjalanan meluncur ke bawah, dan kita bisa nyangkut dan bertahan di dahannya, atau ternyata di dasar jurang ada sungai yang jernih 😎

    2. Tergantung sikonnya, kadang hidung, kadang mata dan kadang telinga.
    dan kadang bukan peran indra, tapi pikiran sendiri yang nyari masalah dengan mencoba mengingat hal-hal yang kita sebut kenangan.

    3. “alive” or “just breathing” (again) ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: