Jokowi, ABG, Tuhan

December 24, 2012 at 4:12 pm | Posted in gak jelas, iseng, katarsis | 4 Comments
Tags: , ,

Kalo sudah letih dengan filsafat dan puisi, saya biasa memetik hikmah dari bahasa gaul dan perikehidupan anak ABG nan gaul di Internet. Dulu, saya menulis tentang bagaimana anak-anak remaja kita doyan menulis kata ‘galau’, sebuah kata yang menurut saya sangat manusiawi, sesuatu yang hanya bisa dituliskan oleh manusia dengan segala misterinya. Kali ini, saya dibuat penasaran dengan istilah PHP alias ‘pemberi harapan palsu’. Saya tidak tahu asal muasal istilah ini; entah siapa yang pertama memulai, tetapi kata ini sudah menjadi trend, dengan segala bias pemaknaannya. Oh, Internet. 😐

jokowi_121019

Pemberi Harapan Palsu?

Kalo saya cek beberapa blog yang warna-warni seperti ini dan ini, yang sepertinya ditulis oleh bloger yang kayaknya sudah bukan ABG lagi, istilah ini merujuk pada seorang yang sepertinya sedang mendekati Anda padahal dia cuma mau main-main saja, atau tidak sungguh-sungguh alias setengah-setengah, atau memang tidak punya nyali untuk mengambil langkah yang kita harapkan, sehingga yang terjadi adalah kita malah berharap terus-menerus sampe akhirnya sadar kalo harapan itu ternyata hanya harapan saja, tidak akan pernah jadi kenyataan, sebuah harapan palsu. Ini agak mirip dengan konsep friendzone bagi cowok baik-baik yang dimanfaatkan sama perempuan tega hati yang diam-diam dicintainya betul-betul. Saya lelaki. Saya gak tahu persis bagaimana rasanya dikasih harapan palsu sama perempuan, apalagi lelaki lain. Mungkin karena saya sering kali sadar kalo ada yang mau sama saya ya itu cuma keberuntungan saja, tidak pernah terlalu yakin. Anyway, sudahlah. Kehidupan saya tidak menarik. Yang menarik adalah konsep ‘harapan palsu’ itu sendiri. Saya jadi mikir, apakah ada itu yang disebut ‘harapan asli’? Kalo ada, apa bedanya?

Harapan palsu atau false hope itu diartikan sebagai harapan yang didasari oleh fantasi, sebuah harapan yang sudah pasti tidak akan pernah terjadi. Kata saya itu pada dasarnya sebuah oksimoron. Karena orang biasanya mulai berharap ketika memang segalanya sudah tidak bisa lagi diharapkan. Itu sebabnya, orang suka bilang: jangan berhenti berharap. Maksudnya, ketika semua peluang terjadinya sesuatu yang kita harapkan bisa dirasionalisasikan, bisa kita yakini bakal terjadi oleh karena kita tahu betul secara logis dan empiris bahwa hal itu akan terjadi, kita tidak lagi berharap, kita akan bersikap optimistik. Kita berharap ketika yang kita punya cuma fantasi dan harapan dan peluang belaka. Seperti Cinta dan Tuhan, atau kaya mendadak. Tidak ada yang bisa menjelaskan proses nasib, juga Tuhan dan Cinta, tetapi banyak dari kita yang berharap bahwa ‘cinta sejati’ itu bakal tiba dalam hidup kita, bahwa ‘the perfect woman’ itu ada, atau ‘the One’ atau Tuhan dan surga dan kebahagiaan abadi bakal kita dapatkan. Padahal, boleh jadi itu semua fantasi belaka. Tetapi, kan, ya, orang boleh dan bisa saja terus berharap. Semua harapan, pada akhirnya, adalah palsu sekaligus asli. Palsu karena tidak ada jaminan bakalan terjadi, asli karena memang harapan itu kan tidak pernah menjanjikan apa-apa; ia hanya berfungsi untuk mengompensasi perasaan nelangsa oleh karena dunia ini kampret dan tidak adil. Mungkin kita berpikir kalo kita punya peluang besar jadi boleh berharap, tapi peluang itu kan besar atau kecil, pada akhirnya 50:50, bisa iya atau tidak, bisa bener bisa salah, bisa kejadian bisa enggak. Saya tidak mengerti matematikanya gimana tapi saya kira pernah mereka yang punya peluang besar gagal, dan yang tidak punya peluang malah menang, karena entah alasan apa yang sering kali tidak bisa diantisipasi atau dijelaskan oleh akal sehat.

PHP

Courtesy of Internet. Yang punya gambar ini maap saya colong gambarnya. Sila komen protes.

Sayang seribu sayang hidup itu bukan ilmu pasti, bukan matematika. Tidak ada resep jitu orang bisa bahagia, bisa mendapatkan apa yang diinginkannya karena setia pada sebuah rumusan yang berlaku di mana saja. Setiap hari setiap orang dikasih hadiah yang isinya bisa apa aja; bisa hal yang sama selama bertahun-tahun, dan kemudian pada hari naas, segalanya berubah menjadi bencana, atau kalo lagi mujur, segalanya jadi lebih baik dari yang diharapkan. Buat orang Jakarta, milih Jokowi jadi gubernur itu juga semacam undian. Tidak ada jaminan dia orang bakal bisa memperbaiki Jakarta. Tapi orang Jakarta mau percaya, mau berharap kalo dia bisa. Padahal belum tentu Jokowi orangnya bener. Kalopun dia bener, belum tentu dia kompeten. Hal yang sama berlaku buat orang Amerika terhadap Obama. Masalahnya bukan apakah Jokowi dan Obama itu layak disebut PHP apa bukan, tetapi bagaimana kita orang menyikapi harapan itu; harapan itu pada hakikatnya kan ilusi; susah untuk disebut asli atau palsu sebenernya, terlepas dari berbagai perhitungan logis apakah seseorang atau sesuatu itu berpeluang terjadi atau tidak. Pada akhirnya, mungkin benar kata blog yang warna-warni ini: elonya aja kali yang kegeeran. Masalahnya kita memang tidak bisa memenej harapan sehingga mudah patah hati; marah-marah sama para PHP. Padahal, sejak awal biang keladinya adalah harapan yang menggebu-gebu itu, yang sebenernya gak ada hubungannya dengan si PHP. 😐 Jadi pesan moral post ini adalah, buat warga Jakarta, juga mereka para ABG labil dan ABG tua yang lagi jatuh hati dan melayang-layang perasaannya karena PHP, dalam situasi apa pun pokoknya jangan terlalu berharap lah.

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Kalo saya cek beberapa blog yang warna-warni seperti ini dan ini , yang sepertinya ditulis oleh bloger yang kayaknya sudah bukan ABG lagi

    wah ini , masih abg kok mas tapi udah expired πŸ˜€

  2. hahaha kayaknya iya. tadi saya pikir blog perempuan. :mrgreen: maklum namanya juga internet susah untuk memastikan usia dan jender. πŸ™‚

  3. belum ada yg nanya arti GALAU bagi seorang TONY BLANK (salah satu tokoh terpenting jagadmaya), maknanya pasti “warna-warni”

  4. Jokowi keren juga ternyata.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: