pulang fesbuk

December 16, 2012 at 12:35 pm | Posted in katarsis | 8 Comments
Tags: ,

terakhir login pake ID beneran itu februari dan ternyata hampir semua temen fesbuk dulu masih ada; profilpiknya sebagian besar udah ganti, dan sebagian malah udah ganti kerjaan, udah ganti sekolah. meskipun status ribut soal bola dan agama masih tetap ada. mengagumkan. semuanya masih seperti dulu, seolah fesbuk adalah dunia sendiri yang tidak akan pernah mati. apalagi tofik seksih seperti fpi, masih ada! gerutuannya juga masih sama! entah kenapa fpi laku banget di fesbuk. itu kayak bagian penting dari ranting fesbuker. jadi saya balik. pake akun asli. harry heller masih mati. entah kapan bangkit lagi dari kubur. si harry itu agak mirip sama tuan hyde, sebaiknya ga usah bangkit. kebijakannya adalah menampilkan sedikit mungkin di fb, kecuali komen, dan kemudian menunggu waktu yang tepat untuk pergi lagi. sampe ada kawan lama yang perlu dikontak lagi.

8 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Dan komen saya tentang facebook dan ‘running away from home’ itu seakan menemukan pembuktianπŸ˜›

  2. jangan suka GR gitu ah.:mrgreen:

  3. Terbuktilah sudah, orang yang paling terang2an komplen fesbuk itu ialah yang bakal balik. See, I hardly make fuss over that, and I’m still consistent.πŸ˜†
     
    *dilempar keyboard*

  4. i am such a wuss! i am so labil! yah begitulah.πŸ˜›

  5. annnnnnnd after a few days i, again, found the reasons why i quit fb: most people are boring; and also annoying, and also kinda dumb, not extremely dumb, just the the kind of dumb that makes you really reallly want to correct them, which is actually the most annoying of all. to be on fesbuk is like being stuck in a very bad relationship; you hate it with a burning passion, but you just simply don’t know how to end it, and if you do, and if you can, you always end up getting back together again. oh, well…

  6. Kayak’e ini dampak pribadi masbro yang kelewat romantis, deh. Segala-gala musti diluapkan, mbok ya kalem dulu.πŸ˜†
     
    *berharap empunya blog ga pernah mengambil keputusan fatal waktu impulsif…*

  7. Hahaha sering so, sering banget. Tapi kan untungnya ada sastra dan filsafat. Dan lebih untungnya lagi ada akal sehat.πŸ™‚

  8. Kalau sering komentar, dst. konten newsfeed disaring oleh Fesbuk. Jadinya ya gak semembosankan atau semenyebalkan sebelumnya, tapi malah berkesan terasingkan. Kesannya kawan SMA sudah gak ada yang meramaikan Fesbuk, rupanya ada tapi gak ditampilkan.
    .
    Tapi balada Fesbuk ini mengingatkan soal parabel manusia dan pantai. Orang sinis kalau ke pantai pasti menggerutu soal keramaian, lalu menyisir ke daerah yang sepi. Tapi jadi semakin sebal. Lambat laun tapi pasti mendekat lagi ke keramaian yang menyebalkan itu. Terus ngomel lagi. Lupa baca ini di mana.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: