lima sajak

December 15, 2012 at 5:00 am | Posted in puisi | 2 Comments
Tags: , ,

lima sajak yang bakal saya urutkan di bawah ini adalah sajak-sajak yang saya anggap penting dalam hidup saya; mereka bukan hanya indah dari segala seginya, bentuknya, maknanya; tetapi juga terasa begitu intim, seolah saya sendiri yang menulisnya pada suatu ketika; karena di dalamnya selalu saya dapati diri saya sendiri yang sedang bersendiri di sebalik muram. dibaca lagi dan lagi tidak pernah bosan; ini adalah sajak-sajak yang sering kali bikin saya mau kutuk semua penyair di zaman internet yang hanya ingin main-main kata; bangsat. ini sajak yang ditulis oleh mereka yang terus-menerus didera kecemasan derita; untuk mereka yang menderita dalam cemas yang berkepanjangan.

***

5). Nirvana — Charless Bukowski

naik bis malam; singgah di tempat makan dan melihat pelayan dan penumpang lain dan pegawai kafe atau restoran atau apalah; lalu tidur yang setengah tidur di dalam bis; sambil mendengarkan mesin dan roda yang berputar — pasrah pada nasib adalah kedamaian. buat buk itu hidup, menikmati persinggahan, menghayati perjalanan entah kemana. setiap kali saya baca sajak ini saya tidak bisa tidak membayangkan restoran di pantura dalam perjalanan ke jawa. buat buk itu gambaran amerika dan bis greyhound yang dia kenal. apapun, saya tahu persis apa yang dirasakan oleh penyair tua itu.

4). Buat Ning — Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono

pujangga tua

sapardi punya banyak puisi lain yang luar biasa bagus. tapi sajak ini menonjol buat saya. bukan karena tekniknya atau apa. saya tidak tahu apa-apa soal itu. yang saya tahu sajak ini dengan begitu manisnya bercerita kepada kita tentang waktu yang tiba-tiba saja berlalu; tentang kawan juga kerabat yang lama sudah tidak lagi kita sapa; tentang bulan desember yang selalu datang begitu saja. tentang rindu.

3). Rhapsody on a Windy Night—T.S. Eliot

tumblr_mcolakx9Ns1repgaeo1_500

puisi malam

saya bukan orang yang doyan keluar malam. karena itu saya suka sajak ini; ini sajak tentang orang yang jalan-jalan keluar semalaman suntuk karena mungkin tidak bisa tidur. lalu dirinya dikoyak-koyak oleh memori, atau memorinya dikoyak-koyak oleh malam. seperti begitu. saya sangat terpesona dengan ibarat ‘midnight shakes the memory like a madman shakes a dead geranium’. saya bukan orang yang doyan keluar malam. tapi saya tahu bagaimana rasanya begadang semalaman karena tidak ingin pagi datang, saya tahu bagaimana rasanya pulang ke rumah capek dan pingin tidur, padahal kita masih tidak tahu hidup itu untuk apa, artinya apa, kita cuma bisa menjalaninya dan bertanya-tanya tentangnya.

2). Padamu Jua — Amir Hamzah

sampul1

sampul buku nyanyi sunyi

saya kenal rumi dulu baru amir hamzah. rumi adalah penyair yang luar biasa, penyair yang karyanya adalah hasil karya cipta yang bermula dari satu pengalaman spiritual yang intens. tapi amir menulis dalam bahasa melayu. karena itu amir buat saya pribadi lebih mewakili sajak-sajak yang dituliskan oleh mereka yang rindu kepada tuhan, kepada sesuatu entah apa, sesuatu yang merangkum, menggenapi segalanya.

1). Chairil Anwar — Derai Cemara

1chairil3

kekalahan chairil

ini sajak paling indah, sajak paling berisi, sepanjang masa. itu saja.

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Oh, Kahlil Gibran ndak masuk nominasi.

  2. tidak, sayangnya, tidak.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: