malam desember

December 14, 2012 at 4:53 pm | Posted in katarsis | 5 Comments
Tags: ,

dan tangan ‘kan kaku, menulis berhenti/kecemasan derita, kecemasan mimpi

setiap orang saya kira harus belajar mengasingkan diri dari dirinya sendiri untuk bisa mendengar dirinya sendiri bicara lama-lama tentang dirinya sendiri. di malam hari, di kala hujan, di kamar yang redup, segala misteri dalam diri jadi terang; hidup adalah kesia-siaan yang tiada bisa diputar ulang. mungkin itu satu-satunya alasan setiap dari kita musti belajar mensyukuri. karena chairil bilang: adalah karena kesementaraan segala, yang mencap setiap benda, lagi pula terasa mati kan datang merusak.  

5 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. seorang pernah bilang ke saya “jika kerjamu hanya mendengarkan curhatan orang lain, trus siapa yang nanti dengar ceritamu?”

  2. seseorang yang pernah bilang ke kamu malas mendengar?😛 hehe iya, iya. mendengarkan diri sendiri itu penting. penting sekali.

  3. * Seseorang yang pernah bilang ke kamu malas mendengar? : hehe iya, iya. mendengarkan diri sendiri itu penting. penting sekali.*
    Siapa yang harus di dengar ?
    Bermalas-malasan kamu akhirnya masuk keliang kubur. Kelak kamu akan menyesal.

  4. Ohh… hidup.

  5. terimakasih mas gentole buat puisi chairil anwar-nya

    mendengarkan diri sendiri itu nikmat, dari perspektif saya, mendengarkan diri tuh mirip kayak berdiskusi sama diri sendiri. berungkali saya sering memunculkan ribuan pertanyaan kepada diri sendiri, entah saat di mobil, jalan kaki, di kasur, lagi eek, atau bahkan pas lagiu jian kadang2 terbesit pertanyaan yang sama sekali ga nyambung sama ujian itu sendiri.

    banyak pertanyaan yang sampai sekarang belum terjawab hinggga saya sendiri lupa pertanyaan itu, namun dari sekian pertanyaan yang terjawab, saya malah menyadari bahwa mungkin saja jawaban itu bukan muncul dari pikiran saya, atau gampangnya saya bukan hanya ngobrol sama diri sendiri, tapi saya percaya kadangkala Tuhan ikut membantu saya dalam mencari jawaban bagi saya. jawaban dari Tuhan sendiri.

    Jadi untuk orang orang yang katanya masih mencari Tuhan dan kebenaran, mengapa kalian begitu bodoh, mencari yang sejak dulu sudah bersamamu..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: