Senam Bahagia

November 11, 2012 at 3:41 am | Posted in katarsis | 11 Comments
Tags: ,

mendengar kembali lagu senam kesehatan jasmani 1988, atau SKJ 88, adalah sebuah keistimewaan bagi kita generasi Internet, generasi MP3. tetapi melihat kembali gerakan senam itu—secara lengkap dan tanpa cacat sedikitpun—dipraktikkan oleh satpam tanpa nama di sebuah ruang pertemuan di gedung perkantoran yang juga tanpa nama adalah sebuah pengalaman yang tiada tara. sekilas saya seperti melihat sebuah ‘pertunjukan seni’ oleh mahasiswa IKJ atau sekolah seni di Eropa sana—begitu konyol, begitu absurd. tapi ini bukan pertunjukan seni: ini satpam, entah dari mana, lagi menunjukkan bagaimana SKJ 88 itu dilakukan. dan dia melakukannya dengan baik. sangat baik malah. dan justru karena itu melihat video ini menjadi sebuah pengalaman yang tiada tara. alasannya, selain, come on, this is a dancing security guard, adalah karena SKJ 88 itu memento dari masa kecil yang menyenangkan: semua orang senang SKJ 88—tidak perduli dulu Anda murid yang cerdas atau bodoh, kuat atau lemah. this is flash mob before it was cool. semua orang harus ikut menari, dan tidak ada alasan untuk malu, karena semua orang menari, yang kecil, yang kurus, yang gendut, semuanya. saya ini bisa dibilang agak agorafobik, socially awkward dan menganggap public speaking setali tiga uang dengan loncat ke jurang. meski begitu, saya bisa menikmati SKJ 88. tentu mereka yang dilahirkan pada tahun 1990-an tidak akan bisa relate dengan apa yang saya tuliskan di sini. tapi mereka yang masih SD pada awal 1990-an mestinya tahu, mestinya ikut merasakan apa yang saya rasakan kala mendengar lagu ini. bagaimana kita dulu begitu excited begitu musik dinyalakan dan guru olah raga di depan mulai menggerakkan tangannya perlahan, gerakan pertama yang seperti orang berdoa waku menyanyikan lagu ‘Syukur’. seketika semua orang jalan di tempat, bersamaan seperti prajurit di negara-negara komunis. hanya di saat seperti itu saya bisa tenggelam, melebur dalam keramaian tanpa merasa risih. musiknya enerjik, menggerakkan. semua orang senang. semua orang bikin lelucon. dan para guru biasa saja, marah juga tidak. ini kan bukan upacara. mereka bahkan ikut tertawa waktu anak-anak mulai melawak dan berteriak: ‘dukun pelet, dukun pelet, kejeeepppiiiiit.’ karena itu, kembalinya SKJ 88 di Youtube itu terasa begitu lain. toh ini bukan lagu menye yang mempermainkan perasaan kita orang waktu SMP dan SMA jaman ABG dulu. ini murni lagu bahagia, senam bahagia, sesuatu yang bikin kita orang kenangkan masa kanak yang tanpa beban, tanpa patah hati, tanpa tagihan bulanan. hari itu hari rabu, semua siswa pake baju olah-raga, berhamburan keluar. langit cerah, di lapangan mereka berkumpul. di beberapa sudut lapangan ada spiker. sambil menari saya tidak bertanya-tanya dalam hati bagaimana jadinya saya dewasa nanti; mau kerja apa, mau tinggal di mana. tidak ada pertanyaan di kepala saya waktu itu kecuali es apa yang bakal saya beli setelah senam nanti. es teh? es kelapa? es jeruk? saya gak tahu siapa jenius yang menggubah musik serta merancang senam yang sangat catchy itu. yang jelas, he did a great job. and you, sir, pak satpam, whoever you are, terima kasih buat senamnya. 🙂

11 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Arghgh, berasa flashback ke SD 😀

  2. salah satu kegiatan masa-masa orba yang positif ehehehe

  3. ih gw dulu males skj. tapi karena termasuk atletis, waktu kelas 6 pernah disuruh mimpin SKJ di depan anak2 kelas ingusan

  4. Ehem , bahagianya senammu.

  5. @amed: emang.
    @inayah: interestingly iya ini hal positif dari orba. :mrgreen:
    @alia: masak al? lo atletis?
    @pulau tidung: gimana mas? tau ndak?

  6. gw masuk sma th 95, masih ada tuh senam ini. eh, ato senam versi lebih barunya lagi? entah. pokoknya flash mob ini wajib, 15 menit sebelum masuk kelas.
    man, gw sekolah di mana sih? hahaha..

  7. @arie: The 80s didn’t come to Sampang until like1993? :mrgreen:

  8. kayaknya sih begitu.. hahaha.. sial..

  9. He he he … gue itu gak sempat berkeringat waktu ada acara senam kayak begituan, Kecuali waktu acara ‘diskors’ keringat gue ampe cukup bikin banjir Jakarta .

  10. alhamdulillah, saya dapat… semua murid berkelahi ketika peluitnya sudah dengar, berbaris untuk senam 🙂

  11. […] to stumble upon this blog) membuat nostalgia itu terasa aneh dan lain dan absurd, persis dengan apa yang saya tulis dulu. Oh, Youtube. Bajingan sekali […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: