Tragedi Sang Patriark

October 27, 2012 at 3:02 pm | Posted in katarsis, prosa | 4 Comments
Tags: ,

Sang Patriark

siapakah gerangan dia yang dalam hatinya tertawa cekikikan ketika para pemuka agama yang sudah pada tua itu murka pada ulah seorang anak muda vandal yang memenggal semua berhala dengan sebuah kapak? siapakah gerangan dia bapak tua yang hendak memenggal anak lelakinya sendiri dengan sebilah golok dan berkata bahwa yang demikian itu adalah perintah tuhannya yang meskipun maha melihat dan maha mendengar tidak akan pernah bisa dilihat atau didengar oleh siapapun? siapakah gerangan dia yang mencari tuhan yang masuk akal? siapakah gerangan dia yang tuhannya lebih tidak masuk akal dari berhala-berhala yang dia robohkan dengan tangannya dan kapaknya sendiri?

Advertisements

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Saya kurang jelas dengan mana-mana saja sisi Ibrahim yang disumbangkan tradisi Islam (selain sasaran goloknya yang ditukar menjadi Ismail).
    .
    Ada dua sisi. Sisi semprulnya adalah yang mengampak berhala-berhala itu, yang meskipun dianggap gagah berani, sama saja ngetrollnya dengan film-film yang menghina agama di YouTube beberapa tahun belakangan. Tidak peka.
    .
    Di sisi lain, di khotbah salat Ied daerah saya dia dipuji karena sewaktu muda mencari Tuhannya sendiri. Walau ini sejujurnya juga bertabrakan dengan nilai religius sekarang, itu romantis juga dan belum pernah sebelumnya saya dengar kengeyelan keagamaan begitu didukung mesjid. Betapa bedanya Ibrahim sewaktu muda. :p

  2. @Pak Guru: Hampir tidak ada sumbangsihnya. Bahkan cerita Ibrahim menghancurkan berhala itu konon katanya berasal dari Mishnah atau Taurat oral.
    .
    Postingan ini juga terinspirasi dari khotbah id yang isinya sepertinya sama persis dengan yang kamu dengar. Kalo diringkes, si khatib bilang kalo Nabi Ibrahim adalah nabi yang sangat rasional ketika mencari Tuhan dan kemudian ia menemukan tuhannya dan kemudian tuhannya mengajarkannya untuk menjadi irasional untuk bertuhan dengan sebenarnya. Hehe..Awalnya keren, Ibrahim mirip filsuf, bahkan pernbah ada mengalami fase ateis. 😛
    .
    Tapi ini konon katanya disputable. Ada ulama-ulama Islam yang menolak pandangan kalo dulu Ibrahim pernah ateis. https://energikultivasi.wordpress.com/2011/01/09/meluruskan-kisah-nabi-ibrahim/
    .
    Tapi ya intinya begitu. Ibrahim muda beda dnegan Ibrahim tua. Ibrah yang bisa diambil dari kisah ibrahim adalah: Satu, jangan jadi vandal. Dua, biar gak setujuh harus hormat lah sama nilai-nilai sekitar. Tiga, jangan gegabah. Empat, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Lima, siap-siap lah keder kalo mau beragama secara rasional.

  3. @ Gentole
    .
    Ternyata persis, ya? Ya mau gimana lagi, topiknya sama dan diulang melulu lama-lama pasti banyak yang serupa.
    .
    Kecewa juga saya baca tulisan itu. Mengapa konsensus yang paling tebal referensinya selalu bias ke pemaknaan yang paling membosankan? Juga, mengapa ada di blog soal pengembangan diri? Judulnya ada kata-kata seperti quantum, sinergi, DNA, dan “hypno” lagi. Kalau dikasih lihat nabi-nabi saintisme apa gak langsung meledak itu? 😀
    .
    Sepakat lah dengan kesimpulan-kesimpulannya. Ini nabi yang enak disembarangtafsirkan memang, soalnya kalau kita lupakan kenabiannya, jahatnya bukan main. Yang membuang istrinya di gurun itu gimana pula menerjemahkannya?

  4. oh, sangat rasional dijaman itu, ketika kamu masih merumput disini .
    Jadi ada tuhan ketahuan boong dan bodohnya hingga tewas dengan kampak .
    Siapa bernyali mencari pembuktian seperti sang nabi , matilah hari ini atau janganlah percaya selamanya .


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: