November

October 25, 2012 at 11:00 pm | Posted in katarsis, prosa, Uncategorized | 1 Comment
Tags: ,

apa yang bisa lo liat di kaca jendela yang basah oleh hujan kalau bukan sekeping masa silam? semuanya mungkin tampak samar buat lo, seperti lampu-lampu yang menyala di jalan, dari balik embun sinarnya membias, mengabur. dan lo gak bisa bedain: mana ingatan mana fantasi. semua seperti berada di perbatasan antara kejadian dan keinginan—semua pertanyaan tentang bagaimana-jika. malam sudah tidak lagi sama; dan lo udah gak lagi murung di gang-gang sempit. tapi lo dipaksa untuk inget semua yang pernah lo bilang, semua yang lo harap lo pernah bilang. gak ada alasan untuk marah pada setiap kejadian acak dalam hidup. suatu saat mungkin lo emang harus menerima kartu pos dari seorang kawan lama dan sesaat lo seperti ingin menulis kembali sejarah hidup lo, sebelum lo sadar harus segera beresin meja dan mengejar kereta pulang.

Jakarta, akhir Oktober 2012

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Jakarta kebanjiran
    Di Bogor angin ribut
    Ati – ati kompor meleduk !


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: