Disonansi Kognitif Selasa Pagi

October 2, 2012 at 5:24 am | Posted in berbagi | 6 Comments
Tags: , , ,

Lo pernah gak bangun pagi-pagi tidur cuma dua jam masih puyeng abis mabok sempoyongan dan kepala kleyengan terus lo puter ini lagu dan terus lo sulut rokok dan terus lo nangis karena lo pikir semua yang ada itu kayak indah banget dan berantakan banget sekaligus. โ€” Komentar Youtube buat Video Klip “Sunday Morning” oleh The Velvet Underground

Kemarin saya menulis tentang Efek Wadehel, yakni sikap ‘bodo amat’ waktu kita sadar kita lagi berbuat sesuatu yang salah/menjijikkan. Kayaknya sikap ini terkait juga dengan apa yang disebut disonansi kognitif (terima kasih Sora9n, buat linknya). Konsep ini luar biasa. Konsep ini menjelaskan sekali apa artinya jadi orang, jadi manusia; tidak tahu betul apa yang dirasakan, tidak konsekuen dengan apa yang diyakini, tidak bisa selaras dengan nuraninya sendiri, diri yang di dalamnya penuh konflik, penuh disonansi! Gimana orang bisa sedih sekaligus bahagia, gimana orang bisa baik sekaligus jahat, gimana orang bisa ateis sekaligus beriman, gimana orang bisa jujur sekaligus korup. Mungkin, ini sudah jadi truisme: tidak ada orang yang betul-betul komunis, tidak ada orang yang betul-betul fundamentalis, tidak ada orang yang betul-betul dermawan. Kadarnya mungkin tidak sama. Tapi setiap orang, saya kira ada pernah mengalami konflik dalam batinnya; apakah dia merasa senang dengan hidupnya yang sekarang, ataukah dia merasa sedih tidak lagi menghidupi hidupnya yang dulu? Suatu saat, mungkin, tidak ada batas jelas antara bahagia dan sedih. Seperti orang harus bisa menitikkan air mata, di kala sedih atau bahagia. Seperti komentar Youtube yang saya kutip di atas; ketika semuanya berantakan, semuanya tampak begitu indah. Lalu, mungkin laik disebut juga, teori disonansi kognitif juga menjelaskan kenapa banyak orang jadi bitter. Misalnya, menganggap bajingan staf Fulbright dan para hipster โ€” karena saya kita orang gak akan pernah bisa jadi Fulbrighter atau hipster. Mungkin kadang emang harus disadari juga gejala ini. Kalo ada. Karena kadang kita sering gak sadar sudah jadi rubah-nya Aesop yang bilang anggur itu pahit karena hewan yang arogan ini gak bisa meraih anggur di atas pohon. Setelah menikah saya memang udah gak bisa lagi mengalami apa yang digambarkan secara puitis oleh komentator reguler Youtube itu. Kali mungkin sebaiknya saya mendengar lagu ‘Lazying On Sunday Afternoon‘ oleh Queen saja. Tapi dalam hati masih kepingin juga sempoyongan di Minggu pagi, meratapi hidup yang berantakan ampun-ampunan. Tapi kan ya hidup sudah tidak lagi sama. Ini Selasa pagi, saya lagi di rumah, and everything falls in its place. Entah kenapa tapi lagu The Velvet ini begitu menghantui.

Advertisements

6 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Huahahah, dibikin follow-up. ๐Ÿ˜†
     
    Re: cognitive dissonance, itu konsep yang sangat powerful, IMHO. Hampir semua kisah depresi & galau bisa dirunut ke situ… well, nggak semua sih. Tapi banyak. ๐Ÿ˜›

    Lalu, mungkin laik disebut juga, teori disonansi kognitif juga menjelaskan kenapa banyak orang jadi bitter. Misalnya, menganggap bajingan staf Fulbright dan para hipster โ€” karena saya kita orang gak akan pernah bisa jadi Fulbrighter atau hipster.

    See, ini salah satu hal yang bikin saya gentar: semakin banyak baca-baca ttg psikologi & human mind, semakin saya sadar bahwa pikiran orang itu ‘gampang berantakan’. It’s not rational, yet it feels so right! :mrgreen:
     
    Your brain is irresponsible

  2. Saya sempat cari Youtube dan Google karya seni yang memang secara ekplisit berbicara tentang teori disonansi kognitif. Sedikit sekali! Saya heran. Seharusnya banyak sekali. Di Youtube saya cek cuma ada beberapa lagu metal yang memang kuncinya udah disonan. ๐Ÿ˜› http://www.youtube.com/watch?v=LGdYBVniFpE

  3. ini juga merunut kepada kebiasaan orang mengupil mas, dimana orang mengupil menjadi disonan pd eksekusi terakhir, sungguh kontakdiktif antara mencicipi terlebih dahulu atau menyentil upil jauh2 ๐Ÿ˜€ hehehe

  4. @onkyreno: haha iya sama kayak megang piring panas untuk tau piring itu panas padahal udah tau itu piring emang panas. ๐Ÿ˜›

  5. […] sempat saya bahas asal-asalan di postingan kemarin. Oya sebelum lanjut terima kasih atas postingan Pak Gentole kemarin yang sedikit banyak telah menginspirasi . Oke, entah kenapa lagi-lagi upil yang menjadi […]

  6. […] sempat saya bahas asal-asalan di postingan kemarin. Oya sebelum lanjut terima kasih atas postingan Pak Gentole kemarin yang sedikit banyak telah menginspirasi . Oke, entah kenapa lagi-lagi upil yang menjadi […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: