Efek Wadehel

September 23, 2012 at 11:36 pm | Posted in berbagi | 9 Comments
Tags:

“Morality, like art, means drawing a line someplace.” — Oscar Wilde

Sebaiknya Anda segera berhenti mencaci Angelina Sondakh, politisi kita yang jelita itu. Karena sudah saatnya kita sadar kalo kita ini juga sama jahatnya, kalau kita ini juga sama curangnya dengan mereka yang duduk di kursi pesakitan.

Dua penjelasan kenapa kita orang semuanya sungguhlah culas: Satu, kita adalah makhluk cerdas yang memang mampu untuk bersikap culas. Kenapa? Karena kita punya apa yang disebut reason atau rasio yang dengannya kita merasionalisasikan segalanya, termasuk segala apa yang sebenarnya tidak benar dalam keseharian kita. Misalnya saja saya—iya, saya. Saya punya banyak alasan untuk mengunduh apapun dari Internet secara ilegal; saya bisa panjang-panjang berbusa-busa memberi alasan kenapa jadi bajak Internet kelas teri itu tidaklah salah secara moral; dalam pembelaan itu saya bisa kutuk kapitalisme sambil kutip Marx atau bahkan Nabi Muhammad, sama sekali lupa dengan fakta sederhana kalo saya ini maling. Tapi kan…selalu ada ‘tapi kan’ buat kejahatan kecil kita. Sama seperti misalnya saya punya banyak alasan untuk beli bensin bersubsidi sesekali sekalipun saya sadar betul kalo saya ini membebani negara. Dalam hal ini saya emang tidak senyaman ngebajak lagu orang di Internet; tapi toh saya kerjain juga, dengan rasionalisasi seadanya. Dalam hal ini saya berbuat curang karena saya mengalami apa yang Pak Dan Ariely sebut dalam videonya yang luar biasa mencerahkan itu: the what the hell effect. Jadi, kita emang harus mengakui kalo berbuat salah itu ‘enak’. Maksudnya, mengambil keuntungan dari perbuatan curang itu sungguhlah menyenangkan!! Jadinya, udahlah, tanggung, what the hell! Hahaha. Najisnya, kata Pak Dan, apa yang terjadi adalah setiap orang menatap cermin setiap pagi dan merasa dirinya bersih dan jujur — padahal, mereka sering kali tidak sadar, kalau mereka juga berbuat curang, meskipun kecurangan itu dibuat seminimal mungkin mereka berpikir: kalo ini tidak bisa disebut benar setidaknya tidak disebut salah.

Ah, ya, Anda mungkin selalu membeli Pertamax dan tidak pernah membajak lagu dan film orang di Internet. Tapi apa Anda yakin Anda jujur? Satu kesimpulan Pak Dan yang mengganggu saya; apa yang dicuri segelintir penjahat kelas kakap itu mungkin relatif sedikit dibanding apa yang dicuri jutaan penjahat kelas teri yang adalah kita semua.

9 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Menonton video sampai selesai dan menyadari bahwa oooh…ini iklan iPhone 😐

  2. Owalah. Saya sangka “Efek Wadehel” itu merujuk ke posting sebelumnya. Sama-sama woro-woro bunuh diri virtual.

  3. Idem dengan saudara Aldiaz

  4. Idem dengan ketiga-tiga komentator di atas.

  5. @all: iya ini iklan. 😛 dan iya emang saya duga kalian bakal berharap ini terkait dengan kematian wadehel yang legendaris itu. 🙂

  6. […] saya menulis tentang Efek Wadehel, yakni sikap ‘bodo amat’ waktu kita sadar kita lagi berbuat yang sesuatu salah […]

  7. […] saja, berharap tulisan ini ngawur karena benar, menyambung postingan mas Gentole tempo lalu soal efek wadehel.. Kita harus mengakui kalau berbuat salah itu enak; itu yang di bilang Pak Gentole. Seperti ikut […]

  8. Astagfirullah, tidak bisa ngomong apa2 lagi deh…

  9. wakwaw!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: