Kereta Malam

May 28, 2012 at 12:55 am | Posted in prosa | 1 Comment
Tags: , ,

kereta malam

Jam sebelas sebelum tengah malam di stasiun Palmerah Tuhan tidak lagi ada, Elora. Semua orang kesepian, Sayang. Tiada bunga yang lagi rekah dan sinar terang matari di musim semi. BULAN di langit pucat dan semakin pasi, — oh, malam yang kelam! Aku lihat orang seperti mati saja; sudah tak-lagi berlari — bersembunyi dari keakanan yang terus mengancam. Kau lihat wajah mereka di peron yang redup cahayanya — adakah mereka bertanya tentang sekeping mimpi yang musnah sudah — seperti ribuan hari naas yang tak ingin mereka ingat lagi? Kau lihat wajah mereka di antara jendela gerbong yang melintas dalam binar yang benderang: manusia. Aku lihat orang seperti mati saja; sudah tak gentar lagi melawan kengerian. Malam segera berakhir. Dan Tuhan entah di mana.

Advertisements

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Terlalu dalem, nampak sepi, tidak seperti yang nampak di permukaan, semacam; Motor cross valentina rossi, gosip artis korean, Liga champion, inter milan, arsenal, Barcelona, resep kue bolu, cara memasak kue bolu agar tidak bantat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: