Sebuah Posblog, Pada Suatu Hari di Jagad Blog Indonesia

May 16, 2012 at 3:27 am | Posted in gak jelas, iseng, katarsis | 22 Comments
Tags: , ,

Hai, ketemu lagi di blog saya. Lama tak jumpa.

Pasang banner anti-FPI biar terkesan berpikiran terbuka.

Saya adalah bloger paling gondok se-Indonesia. Saya ini hebat. Tapi saya tidak sombong, buktinya tulisan saya tidak pernah dimuat di harian bergengsi seperti Kompas, meskipun buah pikiran saya ini sebenarnya hebat sekali (tetapi saya tidak ingin mengatakan itu terang-terangan kepada Anda, karena yang saya inginkan adalah kekaguman yang diam-diam, atau bisik-bisik dalam hati kecil Anda atau obrolan ringan dengan kawan Anda bahwasanya saya ini “hebat banget, cerdas, lucu dan jago menulis. Rendah hati lagi!”). Menurut saya, saya ini pintar dan sebagian besar orang di pemerintahan itu bego, kecuali yang saya kenal. Orang pajak korup semua, kecuali yang saya kenal. Polisi jahat semua, kecuali bapak-bapak yang kemarin tidak jadi menilang saya karena saya kasih duit Rp 20,000. FPI itu teroris semuanya. FPI harus dibubarin. Tapi orang komunis jangan dilarang. Kalo ada orang komunis salah, yang salah bukan komunisnya tapi orangnya. Tapi kalo ada orang FPI salah, yang salah FPI-nya, Islam garis kerasnya!!! Saya gak peduli kalo FPI boleh jadi cuma piaraan penguasa, dan kalo yang salah mungkin politisi yang main mata dengan pengusaha dan penegak hukum, pokoknya yang salah ideologi Islam yang tidak selaras dengan kehidupan liberal dan permisif kita semua yang sangat suci dan harus dibela ini. Lesbian harus boleh hidup. FPI, jangan. Oh, ya, pengelola negara itu juga payah. Kalo mereka sama cerdasnya dengan saya, harusnya mereka jangan begitu, tetapi begini seperti kata saya. Saya sangat peduli sama orang miskin dan adik-adik manis di pedalaman yang tidak bisa sekolah. Saya peduli. Tapi saya tidak bisa berbuat banyak. Tapi yang penting saya peduli. Saya juga berfikir banyak orang Indonesia bego dan tidak bermoral. Buktinya mereka suka begini, bukan begitu. Mereka itu sering tidak bisa membedakan yang ini dengan yang itu. Padahal itu basic [ini Bahasa Inggris, keren, kan?], gitu loch. Mereka itu payah tidak seperti orang luar negeri yang lebih maju. Di Singapura, di Jepang, di Eropa, semuanya bener, tidak seperti di Indonesia. Di Indonesia, yang bener cuma sedikit, yang hebat cuma sedikit, karena itu saya suka sekali menulis tentang kehebatan orang Indonesia, karena jarang-jarang bisa ngebanggain negara sendiri. Saya tahu saya juga tidak bisa dibanggain tapi saya ini sekarang lagi kuliah di luar negeri, loh, jago Bahasa Inggris dan tidak seperti mereka orang kebanyakan yang bodoh, tidak sensitif dan norak itu. Saya ini sudah jadi bagian dari masyarakat global. Saya ini tinggal di negara maju, di dunia kesatu, bukan ketiga seperti Indonesia.

ini foto saya pake instragram.

nyeni dan keren, kan?

Tapi saya biasa aja kok. Saya ini orang biasa seperti Anda, hanya saja saya lebih pintar karena saya kuliah di luar negeri dan jago bahasa Inggris. I am writing this sentence in English so that you know that I know how to write in English. I am writing this sentence in English again with words and phrases that you have never known in your entire life ever exist. I am writing common idioms that are not so common I’m pretty sure you don’t have the slightest idea what I’m saying. Tapi saya juga menulis dalam bahasa Indonesia. Yang keren. Yang nyastra begitu. Karena selain saya ini progresif sebagai pembela kebenaran dan orang-orang yang tertindas, saya juga sangat suka seni, saya suka film-film yang dalem gitu, yang nyeni, yang gak disukain banyak orang. Ini saya kasih lagu keren yang keren banget. Belum pernah denger, kan? Enggaklah. Duh, saya bingung, orang Indonesia kok payah semuaya, kecuali saya dan teman-teman saya dan semua orang yang setuju sama saya, orang-orang yang keren, lah, pokoknya. OK, gitu aja. Bye. (Bagaimana, apakah saya hebat? Enggak ya. Gapapa deh. Saya emang gak hebat. Ya, kan? Tapi dalam hati kecil Anda berfikir saya hebat, kan? Atau paling tidak saya ini rendah hati meskipun pikiran saya ini lumayan gemilang dan tulisan saya ini keren banget. Ya, kan? Ah, gue tahu lo pikir gue hebat. Ya, kan? Ya, kan?)

22 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. sepertinya prediksi seseorang di komen FB terbukti ketepatannya…

  2. heheheheπŸ˜›

  3. Ini kenapa toh.😐 Ada recap yang bisa dibaca gak? Yang gak bias tentunya. Eh ini ada latar belakangnya ‘kan?

  4. @Pak Guru: Haha ya iseng aja. Mungkin subjudulnya menjelaskan: if the blogger were 100 times more honest about the purpose of his writing. Atau, some things to say implicitly to make your blogpost more exciting to read. Selebihnya adalah seni menertawakan diri sendiri, sebagai bloger saya pun kena tulah ini. Ini kan sebenernya tabiat manusia. Sudah saya tulis sejak Mark Zuckenberg gigit besi. Adapun point yang lebih seriusnya adalah: saya jengah dengan perang budaya antara generasi Blackberry dan geng pentungan.

  5. Jadi ini postingan bukan membicarakan insidennya, melainkan fenomena yang timbul karena insidennya?
    .
    Tapi saya jujur itu waktu saya bilang gak paham. Gak “ke mana-mana” dua-tiga pekan terakhir.:\ Selain bola perkembangan apa-apa gak mengikuti.

  6. @Pak Guru: ya begitulah. sebenernya udah lama sih. bete aja dengan semua tulisan yang mengesankan indonesia masih abad pertengahan oleh koran-koran bule, semuanya. jadi emang kurang pas kalo marahnya ke bloger, karena jengahnya dari fesbuk dan twitter, terutama dari mereka yang tidak tinggal di indonesia, atau kelas menengah yang yah begitulah. jadi ini akumulasi sebetulnya sodara.

  7. *baca posting ini dengan seksama*
    *pulang dengan rasa malu*

  8. Oooo…setelah sedikit nyasar sana-sini. Akhirnya saya jadi sedikit faham. yayaya… *angguk-angguk-takzim

    By the way, kenapa tidak lempar trackback / lacak balik ke pihak yang disasar tulisan ini, eh? Alangkah lebih baik, karena pasti bakal rame dan ribut-ribut sudah menjadi tanggung jawab seorang muslim untuk saling mengingatkan =P

  9. @soegirang: bravo, jago juga ente penelitiannya. ndaklah. ndak niat buat keributan.πŸ™‚ hanya ingin menulis.

  10. Saya mau ngerasa kesindir, tapi ga juga. Soalnya saya juga ga pernah ngikutin berita, karena males..hehe (kalo ini saya ngaku)
    Tapi kalo soal instagram, jujur ya, saya ga pernah pake instagram cuma supaya kelihatan nyeni. Lebih karena iseng atau kadang gambar aslinya gelap jadi kalau pakai instagram lebih terang. Tapi kenapa saya jadi merasa perlu menjelaskan segala ya? :lol;

    Orang pajak korup semua, kecuali yang saya kenal.

    Wah kalo ini saya kesindir lho, walaupun ga merasa *segitunya*, tapi memang pola pikir saya tentang PNS sebelum betul2 kenal mereka ya sudah negatif saja. Tapi lagi-lagi, kenapa saya mesti merasa perlu menjelaskan ya?πŸ˜†
    Ndak, saya ndak peduli versi mana yang lebih baik, yang teriak-teriak jengah, yang meneriaki yang teriak-teriak, yang diam saja, atau yang ga peduli kaya saya.
    ..ah sudahlah.

  11. @itikkecil: loh kok malah pulang?
    .
    @grace:saya juga kesindir kok gres. dan udah terlanjur komen. adapun masalah siapa yang lebih baik, lah sapa yang mau menilai?

  12. menyenangkan melihat orang ini marah2 lagi.. :p

    setidaknya hidup tidak sesunyi yg saya kira..

  13. Instragram? atau Instagram?

    Hmm. gimana? keren kan komen saya? πŸ˜›

  14. @kenz: :)) liat orang marah kok seneng.
    @zeph: haha typo. tapi biarlah kalo itu. gak usah diedit.πŸ˜›

  15. di kampungku sunyi sangat, jangankan orang marah, orangnya saja pun jarang ada.. nah, dirimu hadir lewat tulisan, itu benar2 menghibur,. yuk ah, kita reunian lg. membereskan hal2 yg tertunda.. tapi tanpa FPI atau instagram tentunya, nda ngerti aku soal2 yg kaya gitu.. maklum orang kampung.

  16. Saya adalah bloger paling gondok se-Indonesia. Saya ini hebat. Tapi saya tidak sombong, buktinya tulisan saya tidak pernah dimuat di harian bergengsi seperti Kompas

    Jadi, pernahnya di harian tidak bergengsi?πŸ˜›
     
    *mlipir*

  17. Wah datang aja ini Bung Sora.

  18. @ Pak Guru
     
    Saya memang sering hilang mendadak dari internet. Ini aja kebetulan lagi ada. :))
     
    (biasanya terindikasi di akun twitter atau g+, sih)

  19. lah sapa yang mau menilai?

    mana kutahu, diri sendiri barangkali?:mrgreen:

  20. @kenz: haha iya kapan ya kenz. sori banget ketunda terus. saya juga bingung gimana mulainya lagi. mau jenguk alex ke bogor aja udah susah skrg.
    .
    @sora9n: hahaha apa tuh lampu hijau? t:P
    .
    @grace: :))

  21. Ya, kalau anda mau tahu, saya ini sebenarnya pengagum anda, soal bubar – membubarkan itu saya tidak berkuasa, saya hanya bisa berkata; terima kasih, selamat pagi, selamat sore, oh… Kasihan deh loe.

  22. Bukan cuma cuma dukung pembubaran FPI bang Gentole, agar dibilang berpikiran terbuka banyak juga blogger Indonesia (Muslim?) yang sok-sok ngebela Israel padahal udah jelas-jelas mereka (Israel) adalah bangsa penindas/penjajah/pembunuh.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: