maghrib

February 18, 2012 at 11:24 am | Posted in katarsis | 8 Comments
Tags:

ini sudah hampir maghrib/al-qur’an ditoakan di ufuk barat/gemanya bikin sedih dan kangen sama tuhan/sudah lama tidak begini/sudah lupa sejuknya perasaan bahwasanya tuhan itu ada/dan semuanya akan baik-baik saja bila kita percaya.

oh, tidak mudah jadi ateis di waktu senja.

Meruya Udik, 2012

 

8 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Ya. Persis seperti saya kirim SMS suatu senja kemarin kepada seorang perempuan di ujung timur pulau Jawa, bahwa: “suara lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang terdengar sayup-sayup di kejauhan itu, jika disimak dengan perhatian, kita seolah dipanggil dari dan oleh sesuatu yang nun jauh di sana”

    *sialan, teks SMS-nya lupa, sudah kehapus*

  2. Siapa mendekat, ‘Dia dekat’.
    Siapa menjauh,’Dia jauh’.
    Siapa melupakan, Di lupakan.
    Siapa lapar ? ayo! makan dulu.

  3. Benar. Senja. Dan satu lagi subuh. Hehe. Entah kenapa, aku justru merasa ngaji dan azan di waktu subuh itu lebih sedih. Mungkin karena lebih lengang? Padahal biasa saja, tapi bisa jauh terasa. Subjektif benar memang😕

  4. @aris: sms buat nurma?
    @iwan:🙂 sudah makan.
    @alex: iya sama di subuh hari tentu saja. itu memang waktu yang paling tepat untuk mengecilkan hidup dan merasakan jarak antara kita manusia dan kehidupan yang serba terbatas ini dengan sesuatu yang kita pikir dan rasakan lebih besar dari semuanya; kenyataan ilahiah yang boleh jadi cuma ilusi saja, tapi tetap terasa begitu menyejukkan, seolah-olah nyata, karena hidup ya begitu.

  5. Saya sering sekali seperti itu; walau sudah tercampur dengan nostalgila pada lantunan bahasa adzan tentunya. Entah kenapa senja itu menakutkan. Mungkin karena pendek dan banyak yang mesti dipersiapkan menjelang malam, jadi membuat risih. Susahlah dijelaskan, tapi saya kira nyaris mustahli jadi galau ketika masih ada matahari di atas. Mungkin ada hubungannya.
    .
    /meracau

  6. Saya takut kalau komentar di sini nanti dicermahin mantan guru SMP lagi. #mojok .__.)

  7. @Gentole: Lebih tidak mudah lagi menjadi atheist di usia senja/menjelang mati Gen, hehe.
    .
    Perhaps you should reconsider?🙂

  8. @pakguru: apa yang dipersiapkan menjelang malam?
    @LSS: guru itu pasti masih ngajar di SMP.
    @ary: betul, betul itu. dan saya sebenernya selalu dalam proses reconsidering.🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: