Kosong

February 8, 2012 at 2:35 am | Posted in katarsis, refleksi, sastra | 4 Comments
Tags: , ,

Setelah membaca “The Hollow Men” karya T.S. Eliot

the hollow men — adalah manusia yang kosong jiwanya; tidak punya tuhan, sementara hidup cuma sekali — hanya ada gelisah dan sebatang rokok di malam hari; hidup sebelum mati. mati sebelum mati. di bumi ini, orang sakit, lalu mati. bagaimana bila, sobat, kita orang yatim dan sebatangkara; kepada siapa sumpah serapah ini kita sematkan? mengutuk tuhan tiada guna, iblis entah di mana. mereka hidup di lembah yang hampa, di bawah langit kelam, kesepian dalam diri dan bintang-bintang redup.

— oh, sila tertawa, bung —

berilah kami tawa yang paling nyinyir dan kurangajar — tertawalah sampai mati, tertawalah yang pedih sampai habis airmata. sobat, kau bisa dengar? di makam ini, sunyi menjerit-jerit; tidak ada yang mendengar, kecuali ricik angin dedaunan.

Advertisements

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Gak ada hidup,gak ada mati.

    ‘XL’ memang,gak aaada matinya.

  2. OOT : Beberapa hari lalu saya liat film Midnight in Paris-nya Woody Allen, dan nuansa film ini mengingatkan saya pada sosok Bung Gentole. 🙂

  3. @iwan: hehe
    @zukko: wah saya belum nonton itu film.

  4. Jadi,kamu hanya bisa cengengesan seperti itu,untuk sebuah urusan hidup dan mati !


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: