titik koma waktu

November 11, 2011 at 11:07 am | Posted in katarsis | 2 Comments
Tags:

ketika saya menulis post ini waktu sedang berjalan dan akan terus berjalan meskipun saya berfikir saya semestinya bisa menghentikan waktu dan kemudian merasa luar biasa konyol karena apapun yang saya pikirkan dan tuliskan di sini waktu akan terus berjalan dan besok dan kemarin dan semua hari sabtu dan minggu juga senin dan selasa begitu juga rabu dan jumat dan apalagi kamis akan terus berganti dengan hari-hari yang baru yang tidak melulu menyenangkan tapi apalah daya saya kira kita semua harus menundukkan kepala di hadapan segala apa yang ada di hadapan kita dari tukang gorengan sampai gelandangan sampai waria yang suka lewat depan kantor dengan dandanan menor dan baju seronok yang bikin semua orang nengok sambil nyengir kagak jelas sampai segala semut segala rayap segala bakteri dan segala apa saja yang kita pikirkan karena apalah kita ini yang belagak mengerti segalanya tentang ada dan cinta dan tuhan dan keadilan dan tempe goreng dan keju dan kapitalisme dan perubahan iklim juga teknologi dan nasi uduk dan ketoprak dan lain sebagainya kalau bukan sebuah pikiran yang melayang-layang dalam prosa hidup yang tidak berkesudahan dari waktu ke waktu tanpa ada koma apalagi titik/ketika saya menulis post ini waktu sedang berjalan dan akan terus berjalan meskipun saya berfikir saya semestinya bisa menghentikan waktu dan kemudian merasa luar biasa konyol karena apapun yang saya pikirkan dan tuliskan di sini waktu akan terus berjalan dan besok dan kemarin dan semua hari sabtu dan minggu juga senin dan selasa begitu juga rabu dan jumat dan apalagi kamis akan terus berganti dengan hari-hari yang baru yang tidak melulu menyenangkan tapi apalah daya saya kira kita semua harus menundukkan kepala di hadapan segala apa yang ada di hadapan kita dari tukang gorengan sampai gelandangan sampai waria yang suka lewat depan kantor dengan dandanan menor dan baju seronok yang bikin semua orang nengok sambil nyengir kagak jelas sampai segala semut segala rayap segala bakteri dan segala apa saja yang kita pikirkan karena apalah kita ini yang belagak mengerti segalanya tentang ada dan cinta dan tuhan dan keadilan dan tempe goreng dan keju dan kapitalisme dan perubahan iklim juga teknologi dan nasi uduk dan ketoprak dan lain sebagainya kalau bukan sebuah pikiran yang melayang-layang dalam prosa hidup yang tidak berkesudahan dari waktu ke waktu tanpa ada koma apalagi titik/ketika saya menulis post ini waktu sedang berjalan dan akan terus berjalan meskipun saya berfikir saya semestinya bisa menghentikan waktu dan kemudian merasa luar biasa konyol karena apapun yang saya pikirkan dan tuliskan di sini waktu akan terus berjalan dan besok dan kemarin dan semua hari sabtu dan minggu juga senin dan selasa begitu juga rabu dan jumat dan apalagi kamis akan terus berganti dengan hari-hari yang baru yang tidak melulu menyenangkan tapi apalah daya saya kira kita semua harus menundukkan kepala di hadapan segala apa yang ada di hadapan kita dari tukang gorengan sampai gelandangan sampai waria yang suka lewat depan kantor dengan dandanan menor dan baju seronok yang bikin semua orang nengok sambil nyengir kagak jelas sampai segala semut segala rayap segala bakteri dan segala apa saja yang kita pikirkan karena apalah kita ini yang belagak mengerti segalanya tentang ada dan cinta dan tuhan dan keadilan dan tempe goreng dan keju dan kapitalisme dan perubahan iklim juga teknologi dan nasi uduk dan ketoprak dan lain sebagainya kalau bukan sebuah pikiran yang melayang-layang dalam prosa hidup yang tidak berkesudahan dari waktu ke waktu tanpa ada koma apalagi titik/ketika saya menulis post ini waktu sedang berjalan dan akan terus berjalan meskipun saya berfikir saya semestinya bisa menghentikan waktu dan kemudian merasa luar biasa konyol karena apapun yang saya pikirkan dan tuliskan di sini waktu akan terus berjalan dan besok dan kemarin dan semua hari sabtu dan minggu juga senin dan selasa begitu juga rabu dan jumat dan apalagi kamis akan terus berganti dengan hari-hari yang baru yang tidak melulu menyenangkan tapi apalah daya saya kira kita semua harus menundukkan kepala di hadapan segala apa yang ada di hadapan kita dari tukang gorengan sampai gelandangan sampai waria yang suka lewat depan kantor dengan dandanan menor dan baju seronok yang bikin semua orang nengok sambil nyengir kagak jelas sampai segala semut segala rayap segala bakteri dan segala apa saja yang kita pikirkan karena apalah kita ini yang belagak mengerti segalanya tentang ada dan cinta dan tuhan dan keadilan dan tempe goreng dan keju dan kapitalisme dan perubahan iklim juga teknologi dan nasi uduk dan ketoprak dan lain sebagainya kalau bukan sebuah pikiran yang melayang-layang dalam prosa hidup yang tidak berkesudahan dari waktu ke waktu tanpa ada koma apalagi titik/ketika saya menulis post ini waktu sedang berjalan dan akan terus berjalan meskipun saya berfikir saya semestinya bisa menghentikan waktu dan kemudian merasa luar biasa konyol karena apapun yang saya pikirkan dan tuliskan di sini waktu akan terus berjalan dan besok dan kemarin dan semua hari sabtu dan minggu juga senin dan selasa begitu juga rabu dan jumat dan apalagi kamis akan terus berganti dengan hari-hari yang baru yang tidak melulu menyenangkan tapi apalah daya saya kira kita semua harus menundukkan kepala di hadapan segala apa yang ada di hadapan kita dari tukang gorengan sampai gelandangan sampai waria yang suka lewat depan kantor dengan dandanan menor dan baju seronok yang bikin semua orang nengok sambil nyengir kagak jelas sampai segala semut segala rayap segala bakteri dan segala apa saja yang kita pikirkan karena apalah kita ini yang belagak mengerti segalanya tentang ada dan cinta dan tuhan dan keadilan dan tempe goreng dan keju dan kapitalisme dan perubahan iklim juga teknologi dan nasi uduk dan ketoprak dan lain sebagainya kalau bukan sebuah pikiran yang melayang-layang dalam prosa hidup yang tidak berkesudahan dari waktu ke waktu tanpa ada koma apalagi titik/ketika saya menulis post ini waktu sedang berjalan dan akan terus berjalan meskipun saya berfikir saya semestinya bisa menghentikan waktu dan kemudian merasa luar biasa konyol karena apapun yang saya pikirkan dan tuliskan di sini waktu akan terus berjalan dan besok dan kemarin dan semua hari sabtu dan minggu juga senin dan selasa begitu juga rabu dan jumat dan apalagi kamis akan terus berganti dengan hari-hari yang baru yang tidak melulu menyenangkan tapi apalah daya saya kira kita semua harus menundukkan kepala di hadapan segala apa yang ada di hadapan kita dari tukang gorengan sampai gelandangan sampai waria yang suka lewat depan kantor dengan dandanan menor dan baju seronok yang bikin semua orang nengok sambil nyengir kagak jelas sampai segala semut segala rayap segala bakteri dan segala apa saja yang kita pikirkan karena apalah kita ini yang belagak mengerti segalanya tentang ada dan cinta dan tuhan dan keadilan dan tempe goreng dan keju dan kapitalisme dan perubahan iklim juga teknologi ketika saya menulis post ini waktu sedang berjalan dan akan terus berjalan meskipun saya berfikir saya semestinya bisa menghentikan waktu dan kemudian merasa luar biasa konyol karena apapun yang saya pikirkan dan tuliskan di sini waktu akan terus berjalan dan besok dan kemarin dan semua hari sabtu dan minggu juga senin dan selasa begitu juga rabu dan jumat dan apalagi kamis akan terus berganti dengan hari-hari yang baru yang tidak melulu menyenangkan tapi apalah daya saya kira kita semua harus menundukkan kepala di hadapan segala apa yang ada di hadapan kita dari tukang gorengan sampai gelandangan sampai waria yang suka lewat depan kantor dengan dandanan menor dan baju seronok yang bikin semua orang nengok sambil nyengir kagak jelas sampai segala semut segala rayap segala bakteri dan segala apa saja yang kita pikirkan karena apalah kita ini yang belagak mengerti segalanya tentang ada dan cinta dan tuhan dan keadilan dan tempe goreng dan keju dan kapitalisme dan perubahan iklim juga teknologi dan nasi uduk dan ketoprak dan lain sebagainya kalau bukan sebuah pikiran yang melayang-layang dalam prosa hidup yang tidak berkesudahan dari waktu ke waktu tanpa ada koma apalagi titik/

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Saya pernah ketipu beli tulisan SOC begini sampai satu buku. Enak menulisnya mungkin, tapi bacanya ruwet.

  2. apa itu tulisan SOC? hehe ini lagi sebel sama pungtuasi aja


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: