tentang pemaafan dan kasih allah yang tiada bertapal

October 23, 2011 at 2:20 am | Posted in katarsis | 2 Comments
Tags: ,

sekumpulan aforisma/elegi yang perlu dituliskan

kasih allah tidak ada tapalnya; luas dan rindang. sebilanya saja itu benar, sahabat, adam seharusnya masih hidup di taman surga, bersama hawa — dan yesus putera maria tidak harus mati di kayu salib di bukit golgota, menebus dosa asali yang menjatuhkan kita semua ke dunia; dosa paling purba yang harus ditanggungkan oleh setiap anak yang dilahirkan — tak perduli kristen atau hindu.

Pohon Pemaafan oleh Sir Edward Coley Burne-Jones

sejarah kitab suci; sejarah pengkhianatan; ada tertulis dalam kitab-kitab berbagai cerita tentang murka ilahiah atas dosa besar kaum yang telah ingkar; kepada mereka diturunkan azab — wabah dan gempa besar! dalam kitab suci, tidak ada — orang kafir sekalipun — yang menggugat kasih allah. oh, tuhan seperti apakah Dia; melihat manusia hidup dalam dosa agar bisa dilecut di neraka?

kasih allah boleh tak bertapal; tetapi sabar selalu ada batasnya. bagi allah, pun, sama saja ceritanya. ada dosa yang tidak mungkin diampuni; ada kesilapan yang tidak boleh dimaafkan. palung neraka yang paling dalam sudah lama dipanaskan bagi mereka yang tidak mungkin diampuni; tidak boleh lagi dimaafkan; mereka harus hidup dalam kesengsaraan abadi; selamanya.

allah tidak mengampuni dosa karena allah mungkin tidak ingin pilih kasih; ampun ilahian bagi pelaku kezaliman adalah tamparan bagi mereka yang dizalimi; karena itu, mungkin, allah harus dimaafkan; bukan allah yang semestinya memberi maaf, tetapi orang-orang yang kita salahi; orang-orang yang menjadi korban dari kekuatan dan kelemahan kita sebagai manusia: ego.

bila mau pun allah tidak bisa begitu saja memaafkan dosa-dosa manusia terhadap manusia lainnya; ada kesalahan, ada dosa yang yang harus disesali selamanya, dosa yang bahkan rahmat ilahiah dan ampunan yang mahaluas dari allah pun tidak bisa membuat seseorang merasa lega; dosa ini hanya bisa tertanggungkan dalam sesal dan perasaan bersalah, bukan panas api neraka.

perasaan bersalah. itu hukuman mati. tak-perduli berapa kali kita mohonkan maaf dan setulus apapun mereka yang kita salahi memberi maaf, kita tidak akan pernah bisa merasa dimaafkan; perasaan itu bakal selalu ada, membandel seperti yang noda yang tidak bisa hilang. karena pada akhirnya kita tidak membutuhkan pemaafan dari tuhan atau siapapun, kecuali diri sendiri.

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Jadi kesombongan itu,dosa tak berampun.

  2. ass jadikan sebagai peringatan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: