Jadilah Diri Sendiri dan Berfikirlah Secara Positif Agar Anda Sukses Besar dan Dikagumi Orang Karena Meskipun Anda Luar Biasa Hebat Anda Itu Ternyata Orangnya Baik Hati dan Tidak Sombong Seperti Piyu Padi [Oh, Tuhan, Apakah Anda Juga Membenci Bloger Senior Seleb Medioker Yang Doyan Memberi Nasehat!?]

August 27, 2011 at 4:00 am | Posted in katarsis | 40 Comments
Tags: , , , ,

Judul awal posblog ini satir. Kalo Anda nyasar ke blog ini karena memasukkan kata-kunci: ‘menjadi diri sendiri’, ‘berfikir positif’, ‘tips sukses’, dll., sebaiknya Anda segera meninggalkan laman ini. Karena blog ini bukan buat mereka yang mudah percaya pada segala ‘words of wisdom’ yang — sekalipun terdengar meyakinkan — sejatinya omong kosong belaka. Ini tulisan buat mereka yang mau bersikap kritis, yang cukup sinis untuk meragukan nasehat cetek nan basi kawan curhat bahwa ‘hidup itu pilihan’, ‘cinta tak harus memiliki’ atau ‘semua ini adalah takdir’. Saya tidak punya niat sok-bijak di sini, apalagi jadi orang paling bijak, saya hanya ingin menulis apa yang saya pikirkan. Kali Anda mengangguk, kali Anda muak. Apapun yang Anda rasakan, di sini bebas saja berkomentar.

Filosofi saya, Anda, kita dan mereka…

Hidup bukan ilmu pasti. Siapa saja bisa bicara apa saja soal hidup. Setiap orang — tak perduli dia belajar IPA, ilmu politik, sastra, ilmu komputer atau gak pernah sekolah sekalipun — biasanya punya filosofi hidup, disadari atau tidak, yang diaplikasikan olehnya agar dunia jadi masuk akal, terang dan bisa dijalani. Tentu, tidak ada soal benar atau salah di sini. Terserah orang mau hidup dengan cara apapun: dengan filosofi benar atau filosofi salah. Tetapi, bagi saya, ada filosofi yang ‘mendalam’, layak direnungi berulang-ulang dan tetap memesona — bahkan tambah memesona — biar dikritisi terus-menerus, dan ada juga itu filosofi yang bila dikritisi betul-betul lama-lama terdengar cetek, takbecus dan malahan berbahaya. Saya tidak habis pikir bagaimana caranya hidup dengan filosofi yang ‘salah’. Baiklah. Mungkin dengan itu hidup jadi lebih mudah, jadi lebih bahagia, saya tidak tahu pasti. Yang jelas, saya alergi nasehat, filosofi dan kata mutiara yang bodoh.

Kebijaksanaan Waralaba

Kita sebut saja AA Gym, Mario Teguh dan Ary Ginanjar. Menurut saya banyak dari yang mereka katakan itu dangkal. Nasihat ‘jagalah hati’, misalnya. Apa yang dijaga? Siapa yang menjaga? Hati itu apa sebenarnya? Emosi? Liver? Si ‘Aku’ yang berkata-kata dalam kesunyian di dalam diri? Apa!!!??? Kalo dikritisi, dipikirkan berulang-ulang, sebagian besar nasihat AA Gym dan temen-temennya itu menurut saya tak bernilai. Buat saya, kebijaksanaan yang seperti itu, yang dijual di televisi, di Twitter, di toko buku Gramedia, adalah kebijaksanaan waralaba, bahasa Inggrisnya franchised wisdom. Katakanlah, ini kebijaksanaan yang bisa Anda beli sepaket dengan harga hemat!!! OK, baiklah, boleh jadi apa yang mereka katakan itu praktis. Bisa bikin hidup orang jadi baik. Tapi hidup itu kan dinamis; akan ada suatu saat dalam hidup ketika nasehat waralaba itu tak berfungsi sama sekali. Ini bisa jadi karena orang semakin kritis terhadap apa yang dipercaya olehnya, atau karena orang semakin sadar akan segala sisi kehidupan yang tak selamanya bisa dibuat terang oleh sederet kalimat motivasional yang selaras akal-sehat. Masalahnya itu di situ, ketiga orang itu adalah motivator bukan filsuf atau sastrawan (baiklah, saya mengatakan yang sudah jelas ini). Tapi ini penting untuk diingat. Tujuan motivator adalah memotivasi dan apa yang mereka katakan tentang dunia adalah apa yang mereka pikir bisa mencapai tujuan itu, tak-perduli bila apa yang mereka katakan dalam ceramah mereka yang mahal itu masuk akal atau tidak, bisa dipertanggungjawabkan secara logis dan rasional atau tidak. Misalnya dalam situs Pak Mario Teguh, dikatakan olehnya:

Kehadiran Anda akan selalu dirindukan orang,
apabila Anda:
menggunakan nama yang baik, berbicara dengan bahasa yang indah,
dan berlaku dengan cara-cara yang ramah di hati orang lain.

🙂 Apa benar begitu? Saya tidak akan bertanya tentang apa yang dimaksud dengan ‘bahasa yang indah’ dan kenyataan bahwa di dunia ini banyak orang yang bicara kasar tanpa ada bermaksud kasar dan banyak orang yang memang mengalami kesulitan teknis berbicara, tetapi apa benar orang yang bahasanya indah dan sopan bisa bikin orang jadi kangen? Orang yang punya kepribadian menarik menurut saya tidak selalu bicara dengan ‘bahasa yang indah’ dan berlaku dengan ‘cara-cara yang ramah di hati orang lain’. Tapi ya maksud dari nasihat ini pun bermasalah: emang penting begitu dirindukan orang lain? Serius, buat apa? Kehadiran anda akan dirindukan orang. Narsis. Apalagi Ary Ginanjar. Al-Qur’an adalah sebuah kitab sastra yang berisi konsep-konsep teologi yang pelik dalam bahasa sastra yang kriptik, di dalamnya juga ada sejarah manusia, gagasan tentang keadilan, masyarakat, dan banyak hal lainnya yang memang tidak dimaksudkan untuk membuat orang menangis tersedu-sedu! OK, saya memang pernah menangis karena mendengar al-Qur’an dibacakan, tetapi itu lebih karena saya dibesarkan dalam tradisi Islam. Bunyi al-Qur’an mengingatkan saya pada banyak hal yang sudah lewat dan terlupakan dalam hidup. Padahal, apa yang dibacakan gak nyambung: mirip-mirip sama dengerin lagu pop nostaljik.

Namanya juga kebijaksanaan waralaba. Ini kebijaksanaan yang sungguh tidak sehat: bisa bikin orang obesitas secara intelektual. Hati-hati.

Orang Bijak Karbitan atau ‘The Fools Who Think They’re Wise’

begitulah, bloger

Kalau Anda bukan fans AA Gym dkk., baguslah. Yang menyebalkan sering kali bukan mereka, tapi orang yang Anda temui setiap hari. Karena ada dari mereka yang menurut saya kebangetan belagak bijak, yang — meminjam istilah Pak Difo Aldiaz — sok ‘to a sickening degree‘. Mereka adalah orang bijak karbitan. Mereka adalah orang yang berfikir sudah mengerti segalanya dengan sedikit usaha: sedikit mencoba pahit-manis kehidupan, sedikit membaca, sedikit berdikusi. Ada banyak orang semacam ini. Tapi akan saya bahas dua tipe saja. Yang pertama adalah orang naif yang berfikir dirinya bijak. Mohon maaf. Tanpa ada niatan seksis. Tapi tipe orang semacam ini biasanya perempuan. Ini mungkin karena naluri keibuan mereka. Mereka berbicara kepada Anda seperti seorang ibu berbicara kepada anaknya yang masih balita: jangan nakal nanti digigit kebo (gak masuk akal). Kalau Ada curhat kepada beberapa orang perempuan, lazimnya mereka akan besikap begitu. Kadang memang soothing, tapi lama-lama jengah juga. Kenaifan bukan kebijaksanaan! Yang kedua adalah tipe orang pretensius yang berlagak tidak pretensius agar dianggap bijak beneran. Maksud saya begini, banyak orang yang merasa dirinya pintar dan kemudian melontarkan berbagai komentar dan nasehat yang dia pikir witty tapi sama sekali tidak terdengar witty bagi Anda, bukan karena isinya salah, tapi lebih sering karena mereka melontarkan sesuatu yang sudah diketahui banyak orang, sesuatu yang tak-perlu diucapkan dengan gaya seorang filsuf kesiangan. Ini sangat jamak menjangkiti para bloger di Indonesia. Kalau saya lihat, bloger di sini, terutama yang terkenal, sebagian besar orang semacam itulah: the fools who think they’re wise. Mereka bukan Spongebob atau Abu Nawas atau Semar (bisa lihat postingan Sora soal ini), mereka ini adalah orang yang berfikir tidak terlalu dalam tapi terlalu percaya diri alias kurang kritis sehingga apa yang keluar dari mulut mereka adalah kebijaksanaan basi yang bikin perut Anda mual, sakit perut, kembung dengan rasa sebal! Memang, sering kali yang bikin mual bukanlah isi dari apa yang mereka katakan, tetapi cara mereka mengatakannya. Mereka terkesan patronizing kalau bicara. Kadang mereka berupaya untuk tidak bersikap patronizing hanya untuk membuat mereka lebih-lebih patronizing. Ini biasanya menjangkiti bloger pria (agak senior) yang tidak bisa menahan godaan untuk tampak pintar dan bijak pada seorang bloger perempuan yang lebih muda. Iya memang bukan hanya bloger sih (meskipun mahluk seperti ini lebih banyak saya temui di blogosfer, apalagi yang tua dan seleb). Di dunia nyata juga banyak yang seperti ini. Mereka biasanya berceloteh tentang pentingnya ‘hidup adalah pilihan’ atau ‘kita harus menjadi diri sendiri’ atau ‘kenapa harus taat pada konstruksi sosial?’ atau ‘kejujuran adalah segalanya’ dan sebagainya, dan sebagainya. Mereka juga selalu berusaha untuk — meminjam istilah Mario Lambrtz — “politically correct”. Mereka anti-troll. Dan mereka membosankan.

Kebijaksanaan Yang Menyehatkan

Jadi, kebijaksanaan yang sehat itu sejatinya seperti apa? Kebijaksanaan yang baik adalah kebijaksanaan yang tidak mati digerus sejarah. Kebijaksanaan yang praktis seperti ‘sedia payung sebelum hujan’ atau kebijaksanaan yang tak-terbantahkan seperti hidup hanya menunda kekalahan‘. Kita bisa dapatkan mereka dalam tradisi, dalam kitab suci, dalam kitab filsafat, dalam sastra, terutama sastra! Sastra adalah hasil daya pikir umat manusia yang bebas dari dogma. Sastra adalah cerminan dari hidup manusia yang apa adanya: yang menyimpan berbagai kemungkinan, yang tidak berhenti pada satu perspektif saja. Tentu saja yang saya maksudkan dengan sastra bukan apa saja yang disampul kertas dan disebut ‘novel’. Tapi mungkin bukan di sini tempatnya membahas apa itu sastra. Peradaban sudah tua. Sudah ribuan tahun. Dan orang (novelis, penyair, esais, filsuf) sudah banyak menulis tentang hidup. Dari mereka kita bisa belajar. Dari mereka kita bisa memilah mana saja kebijaksanaan yang dangkal dan karbitan, mana yang dalam dan sejati. Ini tentu ada syaratnya: Anda harus kritis, Anda tidak boleh malas berfikir, harus ngeyel, tanpa harus merasa sudah paling benar. Kira-kira begitulah.

Sila Kritik Saya

Saya tidak ingin dirindukan, Pak Mario. Kolom komentar saya buka lebar-lebar.

40 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. lalu, apa yang telah kamu perbuat,selain keluhan yang tak bermanfaat.
    setidaknya seperti iklan ROKOK,STAR MILD”.

  2. Setidaknya yang “cinta tak harus memiliki” itu sudah pernah saya bantah dengan sukses..:mrgreen:

  3. maaf OOT..
    cinta tak memiliki itu.. saya di pihak Jennie *eh*

  4. Setidaknya saya pernah membantu jensen mempertegas bantahan “cinta tak harus memiliki” itu😆

    Love maybe blind… but it can see in the dark:mrgreen:

  5. syadaaaap…! *baru baca judulnya

  6. Ini tulisan buat mereka yang mau bersikap kritis, yang cukup sinis untuk meragukan nasehat cetek nan basi kawan curhat bahwa ‘hidup itu pilihan’

    jadi, apakah mas Gentole bermaksud mengatakan; hidup itu bukan pilihan? atau ada kebijaksanaan lain yang lebih bikin hidup tak tenang selain “hidup itu pilihan”? atau “hidup itu sudah ditentukan dari sana nya?”
    .

    saya hanya ingin menulis apa yang saya pikirkan

    Mereka, para motivator, blogger tenar itu (yang entah siapa saya pun nggak tau), siapapun itu, atau juga saya, juga hanya ingin menulis dan menyampaikan apa yang mereka (saya) pikirkan. so What?

    Orang Bijak Karbitan atau ‘The Fools Who Think They’re Wise’

    at least, they try to be wise.
    .
    Saya juga kenal beberapa bloger yang menurut saya berlagak tak perduli atau ( super peduli bagaimana seseorang harusnya hidup dan berfikir), menolak dianggap bijaksana. Namun pada kenyataannya sepertinya orang seperti itulah yang merasa paling bijaksana.
    .
    Saya minta maaf kalau ada kalimat saya yang menyinggung perasaan. Mungkin saya salah satu dari mereka yang punya masalah dengan perkataan “manis” dan juga tidak cerdas sehingga tidak mampu kritis dengan baik.
    .
    Betewe, saja setuju yang bagian sastra. Dalam sastra banyak interpretasi yang dapat dikemukakan. Dan seseorang tidak berhak mengklaim bahwa interpretasinya yang paling benar.🙂
    .
    Pak Mario, saya akan sangat senang jika ada yang merindukan saya. Dengan begitu setidaknya saya bisa meyakinkan diri bahwa hidup saya di dunia ini ada gunanya.

  7. Yet another excellent nihilistic rant courtesy of Gentole.🙂
    .
    Soal sastra, dulu gw pernah baca (atow setidaknya mencoba untuk membaca) buku nya Barbara Kingsolver yang berjudul “The Poisonwood Bible”, dan kalimat awal dari buku laknat tersebut berbunyi:
    .
    “Imagine a ruin so beautiful it must never have existed.”
    .
    What the fuck does that mean??? I mean where’s the goddamn wisdom in that ridiculous line? Terus terang buat gw, omongan si almarhum Paman Ben dalam komik Spiderman: ‘with great power comes great responsibility’ dan bahkan pepatah lama ‘biar lambat asal selamat’ jauh lebih masuk akal.
    .
    Yah mungkin gw belon pernah baca sastra yang ‘sebenarnya’ atau emang otak gw aja kali yang ga nyampe, tapi mencari kebijaksanaan dalam sastra bagi gw hampir sama dengan mencari jarum dalam tumpukan jerami pada malam hari pas mati lampu… Kata orang sunda mah lieuur.
    .
    Yah begitulah… Mudah2an gw ga terlalu politically incorrect.

  8. Pertanyaannya, itu blogger seleb dulu baru nulis trus tulisannya otomatis dibaca dan dipercaya karena dia seleb, atau dia nulis dulu, bagus, dibaca, dipercaya banyak orang, lalu jadi seleb? Auk ah, blog is dying!

  9. Ikutan OOT: Cinta itu memiliki! (*Bodo amat deh orang laen mau bilang apa. Hihi*)

    Kembali ke topik. Oke semua sodara-sodara. Yang diomongin Den Bagus Gentole itu saya. Dengan ini, saya mengaku dengan ikhlas dan pasrah!

    *Alibi pembenaran: Beginilah akibat ga bisa mudik pas lebaran. Nyepamin blog dan status orang dari pagi hingga akhir lebaran nanti. Hihi*

  10. @all: Tiba-tiba saya kehilangan mood bales komentar. Saya tahu kalian tidak menunggu respon saya, tapi nanti saya balas. Kalo mood datang.🙂

  11. […] Kemampuan berbahasa dan memanipulasi bahasa. Untuk melatih kemampuan berbahasa dan memanipulasi bahasa dengan baik, saya sarankan agar anda banyak membaca buku-buku motivasi atau mendengarkan ceramah motivasi [walaupun kata salah satu guru saya anda bisa jadi obesitas kalau keseringan mendengarkannya] […]

  12. Agak telat komen krn baru selesai baca…hehe…
    menurut saya, kadang orang bukannya malas mikir kritis tapi nggak sempat, nggak ada waktu dan tenaga…
    mikirin kerjaan kantor, urusan rumah tangga, pergaulan sehari-hari aja udah ribet terus disuruh mikirin hal-hal yang rumit lagi…mati aja…
    adanya motivator2 waralaba dengan kalimat motivasional yang cheesy setidaknya memberikan sedikit angin segar…
    sama kayak kehadiran fast food di kala malas masak…
    bukan untuk konsumsi jangka panjang tapi boleh ditelan sekali2…
    IMHO😛

  13. @ari: low pusink dah banyak obat kok atau berhenti sejenak lalu lanjutkan truz untuk pepatah yang kau sampaikan itu sebenarnya gampang kalau kita berfikir krisit(mudah2an, hahahaha). “sama dengan mencari jarum dalam tumpukan jerami” jarum tuch terbuat dari besikan, kenapa u gak coba beli magnet adja. mw malem hari juga gak ngaruh. 😛

  14. Sepertinya,empunya masih tidur.

  15. Setia,menunggu pencerahan berikutnya…huagss..

  16. ‘Hidup adalah pilihan’ ,kenyataannya semua pilihan saya tidak pernah kesampaian,entah urusan cinta ataupun sekedar cita-cita sebuah pekerjaan.
    Jadilah hidup ini menyebalkan,kecuali makan,alhamdulillah hingga hari ini masih kesampaian,tidak perduli ketika sedang berada di perempatan jalan.

  17. […] Kemampuan berbahasa dan memanipulasi bahasa. Untuk melatih kemampuan berbahasa dan memanipulasi bahasa dengan baik, saya sarankan agar anda banyak membaca buku-buku motivasi atau mendengarkan ceramah motivasi [walaupun kata salah satu guru saya anda bisa jadi obesitas kalau keseringan mendengarkannya]  […]

  18. “emang penting begitu dirindukan orang lain?”. Lha sampeyan tiap hari mandi emang bwt apa mas bro? Bukane sebagian besar upaya terbanyak n terbaik kita didedikasikan utk orang lain? Sungguh berbahagia org yg “cukup” hidup utk dirinya sndiri.

  19. ini sudah takdir

  20. Mereka inilah yang disebut serigala berbulu domba dan memang ajaran sampah dari guru-guru palsu sangat disukai orang banyak. Ajaran sampah ini punya pola sama: Mengambil jalan pintas dengan memoles bagian luar untuk menutupi bobrok di dalam.

    Jika seseorang ingin jadi tentara, yang harus dilakukan adalah mendaftar, ikut pendidikan tentara. Namun guru-guru sampah ini mengajarkan cara-cara meniru agar orang tampak seperti tentara: Berjalan musti tegap, rambut musti cepak, pakai loreng, sepatu boot, nenteng senapan dll.

    Guru-guru palsu ini memutarbalikkan mana yang CARA dan mana yang CIRI. Cara menjadi tentara bukan dengan mengenakan ciri-cirinya.

    Menjadi orang benar, tidak dengan mengenakan ciri-cirinya. Jadilah benar, maka ciri-ciri itu pada akhirnya akan menyertai. Namun ada harga mahal yang harus dibayar. Perubahan itu akan berasal dari dalam, dan bukan tipuan kosmetik di luar.

    “Bersihkan bagian dalam, bagian luarnya akan ikut bersih.”

    Kalau tidak peduli, tidak perlu pura-pura peduli. Kalau memang bobrok, tidak perlu pura-pura mulia. Berbuat baik dan bersikap baik itu baik. Namun perbuatan baik dan sikap baik–yang tidak berasal dari perubahan mendasar di dalam hati manusia–adalah kebaikan dan sikap semu, fana, pura-pura, atau istilah kerennya: munafik.

  21. @ary: Ya mungkin seperti mencari jarum dalam jerami tapi kalo lo udah biasa nyari kebijaksanaan dalam karya sastra mestinya sih gak sulit. Maksud gue lo bakal bisa ngebedain mana sajak jelek, mana sajak bagus. Begitu juga dengan novel. Menurut gue kehidupan itu diciptakan oleh cerita, oleh kata-kata (bagaimana hawa diciptakan, bagaimana Musa membelah lautan atau bagaimana Muhammad berjuang di Mekkah dan Madinah). kitab suci kan bukan semacam preskripsi gimana cara hidup yang baik, tetapi lebih sebagai sebuah narasi, sebuah plot untuk menjalani hidup dengan sebaik-baiknya (surga buat pelaku kebajikan, neraka buat pelaku kejahatan). Kitab suci, pun, dalam banyak hal bisa disebut sebagai sebuah karya sastra. saran gue sih dirimu cari buku The Art of the Novel atau The Curtain, keduanya karya Milan Kundera.

    @felicia: ya aku setuju. dosis memang penting.

    @bang aip: wah jelas bukan abang lah. jelas itu.🙂

    @mbak akiko: teruslah menulis. saya kira itu cara yang paling baik untuk mengevaluasi hidup kita.

    @hartonojaim: saya mandi karena saya gerah.

    @rudi: terima kasih buat kebijaksanaannya bung.🙂

  22. […] begini. Baru saja 1 ada lacak-balik yang mampir ke blog ini. Bunyinya: "Jadilah Diri Sendiri dan Berfikirlah Secara Positif Agar Anda Sukses Besar dan Dikagumi Orang Karena…". Adapun judul aslinya bahkan lebih panjang dari itu, dan saya tak paham benar mengapa nama […]

  23. Jadilah seperti aku; biar pun gak bisa/ punya apa2, tetapi selalu merasa orang paling ‘bahagia sedunia’ ..

  24. […] kalimat-kalimat jelas dan terang yang dirangkai sang penulis. Terutama, saya suka dengan gaya satire dan sarkasme yang entah kapan dapat saya kuasai dan beranikan untuk […]

  25. ah! kalo kata eyang Daniel Dennet omongannya MT yang kek gitu itu namanya Deepity, keliatan ‘wow’, sok dalem, padahal kosong. yagitudeh.

  26. “kita bisa memilah mana saja kebijaksanaan yang dangkal dan karbitan, mana yang dalam dan sejati. Ini tentu ada syaratnya: Anda harus kritis, Anda tidak boleh malas berfikir, harus ngeyel, tanpa harus merasa sudah paling benar.” <<< sesat!

    +1 !

  27. Saya masih mencoba mencari formula “kebijaksanaan yang menyehatkan” yang pas untuk tulisan blog. Bagaimana membuat tulisan blog yang tidak (berkesan) menyebalkan dan sok tahu, namun tetap bisa menuangkan sejumput pengetahuan yang (kebetulan) sudah kita miliki?

  28. @Ivan

    Saya rasa tulisan mas gentole inilah.
    *Kalau tidak menggurui,ya gerutuan namanya*

  29. Ass….wr…….
    Soal kebijakan apapun kata dan kalimatnya, saya fikir sah-sah saja. karena saya melihat daya fikir manusia satu dg yang lainnya berbeda. saya lebih suka dengan kebijakan saya sendiri: 1+1=2 dan 1+2=3 maka 1+3=4
    1. pertanyaannya adalah dari mana anda tahu bahwa 1+1=2 dan 1+2=3……. dan… 1+3=4…..

    jawaban :

    saya tahu dengan sangat yakin bahwa 1+1=2 maka saya pun tahu dengan seyakin-yakinnya bahwa jika 1+2=3. Jika ada yang mengatakan bahwa 1+1=3 maka jelas, semua orang di seluruh dunia akan mengatakan jawaban itu salah. karena saya tahu 1+1=2 dan 1+2=3 maka saya pun tahu, bahwa 1+3=4

    artinya: siapapun orangnya, akan tahu satu hal dengan baik dan benar, jika seseorang itu juga mengetahui satu hal yang lain dengan baik dan benar

  30. bpk gmn klo acara mau jadi diri sendiri …

  31. Sering2 aja denger lagu bung rhoma isi nya sedikit byknya mengandung nasehat Makanya lagu2 nya tdk membosankan contohnya
    lain lubuk lain airnya lain pula ikannya,lain kepala lain orang nya lain pula hatinya,Tanya dirimu, termasuk orang yang manakah ???
    Supaya tahu siapakah Anda sebenarnya ???
    Bila ternyata Anda termasuk yang celaka
    Perbaikilah kelakuan Anda secepatnya

    -Kalau sudah ada kemudi mudah mengarahkannya
    -Kalau sudah mengenal diri mudah ‘tuk merubahnya
    jadi jawabanya ada di diri anda sendiri tidak perlu kita menyalahkan orang2 lain apa lagi diri sendiri,Setujuuu!!!

  32. hidup adalah sebuah tujuan, tanpa tujuan berarti tidak hidup. jadi, punyalah sebuah tujuan jika anda ingin dikatakan hidup.

  33. apa hidup anda lebih baik dr mereka ? sy rsa tdak,

  34. Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Berpeganglah pada AL-QURAN dan AL HADIST.. Pasti kita akan selamat di Dunia dan di akherat

    Dan insyaALLAH itu bukan bualan, hanya orang2 yg tak ♍ªΰ berfikir dan mati hatinya yg mengabaikannya.

    By ; ALLAH SWT dan Nabi Muhammad SAW

  35. tulisan ini lucu. kebijaksanaan saja dibagi-bagi secara konyol. saya pikir justru penulis lah yg paling “sok bijak” di sini. saking bijak nya si penulis sampe bisa membagi tipe kebijaksanaan. luar biasa anda bung !!

  36. tulisan yang bagus. dalam novel, mungkin tulisannya hampir sama dengan agatha christie,,,namun, bila boleh memilih, lebih baik baca/dengar kebijaksanaan karbitan yang memberi manfaat daripada gerutuan.

  37. ahahha, nasehat waralaba. super sekali!

  38. Kebijaksanaan biasanya terlahir dengan sendirinya seiring psikis seseorang,

  39. Hahahahahahaha anda ini lucu….apa gunanya anda menulis blog gini??…dapat duit byk??biar di kagumi orang klo anda lbh bijak??atau apa anda bs mendapatkan semua keinginan anda??? Sy rasa anda hanya mendapatkan “nothing”
    Apkah anda tau bahwa yg d katakan oleh Aa.gym dan mario teguh itu dasarnya dr Al-Qur’an dan Hadist?? Klo anda tidak tahu,berarti anda bukan muslim…jadi pantas saja anda menulis begini dan scra tidak langsung menghinaa agama lain..

  40. Kayaknya dengan bikin tulisan kayak gini, makin menunjukkan kalo lo itulah yang sebenernya “the fools who think they’re wise”. Lo tenggelam dalam pikiran dan “kekritisan” lo sendiri. Bikin standar sendiri. Lo ga berpikir kalo setiap orang itu beda pola pikir, beda cara ngomong, dll. Lebih buruknya lagi, lo ga ngeliat diri sendiri.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: