puasa narsis, puasa sinis

August 14, 2011 at 2:52 pm | Posted in katarsis | 15 Comments
Tags: ,

di bulan ini objek pornografi adalah spiritualitas; kesalihan, simbolik atau bukan. tidak ada agama di dunia, dan tidak ada satu umat pun dalam sejarah yang bisa menandingi narsisisme kaum muslim dalam melaksanakan ibadah puasa, seolah pada bulan ramadan, mereka bukan saja lebih salih dari diri mereka sendiri di bulan lain, lebih salih dari kawan mereka yang islamnya cuma sampai KTP, mereka ini juga merasa lebih salih dari kaum beragama manapun di dunia. bulan ramadan adalah bulan kebanggaan bagi umat islam. ini adalah bulan ketika yang relijius dipertontonkan sedemikian rupa dalam acara televisi, status fesbuk, twitter, di masjid, di pos ronda, di mana saja ada orang islam yang berfikir bahwa lapar dan haus mereka adalah relijiusitas yang menjadikan islam agama paling spesial, paling salih dan paling alim sedunia. saya gak berfikir ini salah. kali benar ramadan adalah bulan paling berkah, kali benar allah yang esa meninggikan umat islam dari umat lainnya. yang jelas, di mata saya, yang ada hanya narsisisme, bahasa islamnya: riya’. ini bukan berita besar tentu saja. saya pikir saya tidak sendiri di sini. masalahnya buat saya saat ini bukan narsisisme spiritual yang vulgar dan pornografis ini, tapi kenyataan yang memuakkan bahwa banyak non-muslim yang tak bisa menahan diri untuk tidak mengomentari umat islam yang berpuasa dalam acara televisi, status fesbuk, twitter, dll. maksud saya begini, kenapa pula orang kristen menjadi lebih islam dari orang islam dengan mengatakan bahwa lapar dan haus tak berarti apa-apa, bila orang islam tidak begini atau begitu. maksud saya, apakah orang islam perlu bikin status fesbuk mengomentari betapa orang kristen tak benar-benar mencintai kristus karena tak paham betul mereka makna sejati dari ritual ekaristi, atau orang hindu mengomentari kepala gundul seorang budhis dalam berbagai penyedia jejaring sosial yang makin redundan itu? mungkin karena narsisisme ramadan ini begitu kuat, sehingga tak mudah menahan godaan untuk tidak sinis; gak bisa puasa komentar sinis soal puasa, toh yang puasa juga benar-benar gak bisa puasa menahan hasrat narsis. akhirnya saya juga tak kuasa menahan diri, jadilah tulisan ini. kali ini killjoy, kali ini menyinggung. saya minta maaf. tentu banyak yang positif dari ramadan, dari bulan puasa (kolak, kerupuk kuning, asinan, the girl next door yang rajin tarawih, dll), dan tentu sah-sah saja orang bukan islam komentar soal bulan puasa (kenapa mereka perlu ikut ‘meramaikan’ ramadan juga sih?), hanya saja saya merasa bahwa di bulan yang suci ini orang mestinya bisa menahan diri dari sikap narsis, dari sikap sinis, karena menurut saya itu menyebalkan. seh, anda pikir saya narsis dan sinis? oh, ya, kan saya…bagaimana ya, ya begitulah

15 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. mungkin karena narsisisme ramadan ini begitu kuat, sehingga tak mudah menahan godaan untuk tidak sinis; gak bisa puasa komentar sinis soal puasa, toh yang puasa juga benar-benar gak bisa puasa menahan hasrat narsis. akhirnya saya juga tak kuasa menahan diri, jadilah tulisan ini.

    Saya mungkin agak jahat soal ini, tapi tulisan ini lebih baik dari pada tidak ada sama sekali. Entah saya salah pengertian atau tidak, tapi ya…. ada yang seharusnya tidak perlu mencampuri dan berkomentar bagaimana seharusnya orang islam beribadah.

  2. Ya semuanya juga tergantung nawaitu-nya Gen. Kalo seorang Muslim berpuasa tapi niatnya cuma pengen dipuji alias riya alias narsis ya tentu percum tak bergun lah lapar dan haus mereka.
    .
    Soal banyaknya acara acara ramadhan dan sinetron religi yang kaya simbol tapi miskin makna ya mo gimana lagi? Memang menyebalkan tapi itulah kenyataan yang harus kita hadapi di negara bodor ini.
    .
    And forgive me for being blunt, tapi berkenaan dengan Muslims/non-Muslims/ex-Muslims/atheists/infidels bicara sinis soal Ramadhan dan puasa dan terganggu dengan bau mulut kita yang lebih dari sekedar belon sikat gigi, well as far as I’m concerned they may proceed to kiss my narcissistic, Muslim ass. Both cheeks preferably.
    .
    Anyway.. Sauuur sauur.

  3. Ah..Kamu itu gentoel..
    ape gak kebalik,mereka-Mereka yang tidak pernah berpuasa itulah yang sok narsis.
    Mereka tidak pernah merasakan betapa indahnya menahan lapar secara bersama.

  4. @akiko: saya juga tak paham betul maksud komentar mbak snowie.
    .
    @ary: hehehe yah begitulah. sama-sama being blunt here. πŸ˜›
    .
    @ibeng: iya ibeng, i heard you.

  5. Gara-gara komennya Bung Raiden jadi kepikiran, riya’ itu bisa bawah sadar gak sih? πŸ˜› ‘Kan bisa jadi narsisisme dan sinisismenya itu, apa ya, tidak disengaja?

  6. menurut penerawangan saya sih kalo riya’-nya disadari maka sudah bukan riya’ lagi tapi sebuah plot untuk mengelabui orang. sama seperti orang sombong tidak pernah sadar dirinya sombong, atau orang bodoh ga pernah menyadari kebodohannya, karena bila dia sadar dia bodoh dan sombong, dia mestinya menarik jarak dari kesombongan dan kebodohan itu. bagi saya entah kayaknya gak ada kebodohan yang disengaja, kesombongan yang disengaja, juga riya’ yang disengaja. jadi point tulisan ini adalah: sadarlah. πŸ˜›

  7. Hahaha, sepakat deh. πŸ˜› *mana tombol like*

  8. Kebodohan yang disengaja mah banyak atuh Gen. Seorang perokok pasti sadar kalo merokok itu tindakan bodoh. Seorang pemabuk pasti tau kalo mengkonsumi minuman keras itu cari penyakit etc. Tapi toh mereka tetap melakukannya.
    .
    Kesombongan yang disengaja? Gw rasa banyak diantara kita yang mengukur our self worth by what brand of clothing we wear, what car we drive, which prestigious restaurant we dine in or how we spend ridiculous amounts of money on things we can’t afford or don’t need just to gain some sort of recognition from our peers.
    .
    Intinya menurut penerawangan gw kesombongan dan kebodohan itu berjalan beriringan. Ada yang bertindak bodoh karena ia sombong dan ada yang bersikap sombong karena ia bodoh.
    .
    To each his own I guess.

  9. […] lebih bagus, dan mungkin masih ada lagi postingan-postingan lain serupa. (belum blogwalking) Kalau kata temen saya gentole: […] banyak non-muslim yang tak bisa menahan diri untuk tidak mengomentari umat islam yang […]

  10. @difo: hehe
    @ary: i beg to differ tapi males berargumen. πŸ˜›

  11. Wah sayang sekali… Padahal gw menunggu banget pencerahan dari loe Gen. I’m here to learn after all. πŸ™‚

  12. @ary: yah kapan-kapan ry. mana blogmu tak diapdet?

  13. bln ramadhan nya uda lewat tp msh anget. anget nuansa lebarannya, anget topicnya blm lama2 bgt lewat hehehe…
    okay, jd muslim tu puasa kl narsis ga baik yah. trus kl bkn muslim ga baik jg komnetarin puasanya muslim. and each others..
    trus sama ga ya, dgn kita pake baju. butuh ga ya dibilang cukup keren, krg keren, atw ga keren sm skali?? buat bantu kita bs berbaju lebih keren kedepannya
    tp ya, syg skali puasa bln ramadhan dan moment natal bukan sekedar baju. makanya jd susah ane kl mo sinis komeng… hehe

  14. @Gentole: Iya bro, sebenernya banyak ide di kepala yang menurut gw bisa dijadikan entry yang cukup ‘berbobot’ tapi gw bener2 ga berbakat nulis euy.
    .
    Lagian gw udah lupa passwordnya. LULZ!

  15. […] Ini pernah saya tulis dulu waktu puasa tahun lalu. Dan sampe sekarang saya masih terganggu. Kenapa sih gak dibiarin aja orang sok alim dan sok perduli ama sesamanya. Biarin aja orang narsis. Apa emang perlu disinisin terus-menerus setiap tahun? Udahlah. Saya kan juga mau puasa. Kalo disinisin melulu kan jadinya susah hidup saya; saya juga mau puasa meski alasannya kurang begitu jelas. Ini saya tulus. Beneran. Selamat berpuasa! […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: