why we are here

July 23, 2011 at 4:25 pm | Posted in katarsis | 15 Comments
Tags:

Menurut UNFPA, pada 31 Oktober 2011 nanti bumi ini diprediksi bakal ditinggali oleh lebih dari 7 milyar manusia. Dan jika diizinkan penguasa takdir saya (entah-bagaimana-oh-tuhan-ya-ampun!) bakal punya peran dalam menggenapi nubuat para statistikus itu. Elora, nama sastra istri saya (halah), hamil. Ini bukan soal yang luar biasa. Orang menikah, lalu punya anak. Dari dulu sudah begitu. Tapi ini kali yang bakal punya anak adalah saya sendiri: orang yang lama sudah mempertanyakan maksud dari segalanya: makna hidup, makan pagi, tidur siang, pisang goreng, nasi uduk, bulan purnama dan hari Senin yang menyebalkan! Saya bahagia. Tentu saja. Tapi saya tidak bisa berhenti berpikir sebilanya dia besar dan melontarkan pertanyaan yang saya lontarkan pada saat ini. Apakah saya akan menjawab, ‘son/dear child, on the night of June, your mother and I were…’ Elora pun setuju. Setelah gugel sana gugel sini dan beli buku sejenis ‘what to expect when you’re expecting‘, ‘keajaiban’ ini berasa begitu banal. Tidak ada yang terlalu misterius dari pertanyaan, ‘why am I here?’ Meski demikian, kami tidak tahu apa yang akan terjadi kepadanya nanti. Karena itu, di atas segalanya, kami merasa cemas. Dan kecemasan ini, apapun sabab-musababnya,  membuat segala yang banal dari segalanya menjadi berarti — dengan cara yang tidak saya mengerti kenapa dan bagaimananya.

Advertisements

15 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Dan semoga mengucapkan selamat setelah membaca posting ini tak harus dikategorikan banal yaa…

  2. waaah selamat mas 😀

    beda sekitar dua bulan sama calon bayi kami..hihihi. mudah2an lancar hamilnya… 😀

  3. @amed: oh tentu tidak, bung. terima kasih.
    @sweet martabak: kamu juga ya.

  4. Meski demikian, kami tidak tahu apa yang akan terjadi kepadanya nanti. Karena itu, di atas segalanya, kami merasa cemas. Dan kecemasan ini, apapun sabab-musababnya, membuat segala yang banal dari segalanya menjadi berarti — dengan cara yang tidak saya mengerti kenapa dan bagaimananya.

    ALHAMDULILLAAAAHHH…. ^:)^
     
    /ucapan tulus dari seorang infidel yang bahagia temannya akhirnya nampak sembuh dari penyakit eksistensialitis
    //plak

  5. BTW, ini mengingatkan ucapan ibu saya: “Nanti kalau kamu sudah punya anak, baru tahu caranya jadi sabar dan memaknai hidup,” Melihati respon mas Gentole dan Bang Aip (dulu) sih… I guess she’s right… ^^a
     
    Selamat atas calon bayinya masbro. 😀

  6. SELAMAAAATT~
    nggak tau mau bilang apa lagi selain SELAMAT. Saya selalu senang melihat atau mendengar pasangan yang akan memiliki bayi, apalagi mereka menyambutnya dengan suka cita. Dan saya rasa si calon bayi akan merasa senang diantara kalian. Sekali lagi SELAMAAAATT~ 😀

  7. Oiya lupa, SELAMAT juga untuk mbak sweet martabak semoga kehamilan mbak sweet martabak dan istrinya om gentole lancar selalu hingga kelahirannya 😀

  8. Selamat! Semoga sehat selalu untuk Ibu dan calon Bayi 🙂

  9. @sora, rukia, grace: makasih adek2 semua. 🙂 doakan-doakan.

  10. @all: tadi salah login. 😛 she would probably say the same thing though.

  11. wah selamat mas gentole, selamat berbahagia…. saya iri nih 😀

  12. Selamat euy :). Semoga proses kehamilan dan kelahirannya sehat lancar-lancar saja. BTW, partner yang sedang hamil biasanya lebih sensitif. Semoga tambah banyak kasih sayang dan perhatian yang bisa dilimpahkan satu sama lainnnya 🙂

    Eh ngomong-ngomong saya punya quote baru lagi nih “… dan ketika ia lahir, hidup tak akan pernah sama lagi”. Dikasih sama Pak Iwan setelah anak saya pun sukses jadi bagian dari statistik penghuni planet bumi.

  13. Semoga tidak banal: selamat!

  14. @sp: thanks. kau sudah nikah, toh?
    @bangaip: menunggu lahirnya ini yang bikin deg-degan.
    @aldiaz: semoga, semoga.

  15. Waaaahh, Congratz mas Gentole! 🙂 Semoga lancar sampai lahiran. 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: