prenuptial angst

June 10, 2011 at 10:20 pm | Posted in katarsis | 15 Comments
Tags:

saya tidak tahu kenapa alex harus akad sehari sebelum saya akad. dan saya lebih tidak tahu lagi kenapa saya perlu merasa galau hanya karena alex tak menulis sesuatu apapun di blognya hingga hari ini, hari dia nikah. siapa pula alex ini? dia di aceh, saya di jakarta. ketemu juga sekali. kita pun bisa dibilang tak bicara sama sekali waktu itu, hanya berkata-kata β€” gak pake hati. mungkin karena saya merasa sendiri saat ini. saya tidak tahu dengan anda, tapi menikah rasanya seperti ingin pergi jauh, pergi yang jauh sekali. kali saja alex saya anggap sebagai orang asing yang jadi kawan seketika, yang kebetulan saya temui sebelum ujian masuk kampus, atau beberapa saat sebelum wawancara kerja, di lobi suatu kantor yang teramat gerah meski harum dan ber-AC. mereka, orang asing yang kita temui di saat semacam itu, dengan obrolan ringan seperti “anda tinggal di mana?”, selalu bisa mengusir rasa gelisah. entah kenapa, segalanya kalo dibagi terasa lebih ringan, meskipun soal gelisah, apanya yang bisa dibagi? apapun, seliberal-liberalnya saya, akad nikah bukan soal sepele, bukan tradisi remeh. karena ada yang saya percaya dalam prosesi itu. saya tak sedang bicara soal tuhan, kawan, tapi soal lain, yang lebih mudah dikenali, dipahami. kita sebut saja ia “kehendak”, keyakinan mendalam pada diri sendiri, keyakinan akan kedirian yang unik, tunggal dan nyata adanya. lex, aku doakan semuanya lancar hari ini buat kau. kita mestinya senang dan bahagia, seperti yang dikatakan filsuf jerman kesukaanmu itu: tuk hidupi hidup nan girang! tapi bukan hidup namanya kalo segalanya serba tawa saja, lex. kau tahu betul itu. saya tidak tahu kenapa alex tak menulis. dia bilang di aceh mati lampu terus. sekejap saja, kawan, saya mengutuk kenyataan bahwa di jawa sini listrik jarang mati. ini artinya tak ada alasan buat saya untuk tidak menuliskan rasa gelisah, tidak ada alasan untuk tidak merefleksikan hidup yang terpampang bisu seperti sebuah lukisan abstrak di sebuah galeri seni yang sepi. dan pagi ini, sehari sebelum saya akad, saya didesak hasrat menulis; di blog ini, di blog yang sudah sekian lama jadi tempat saya merenung ini β€” sahabat saya paling sejati. saya tidak tahu kenapa alex mesti kawin. saya lebih tidak tahu lagi kenapa alex memilih mizah, bukannya orang lain di jagad maya, atau di jagad lainnya. lex, apakah kita kenal dengan perempuan yang bakal kita tiduri setiap hari itu, yang kehormatannya akan kita bela dengan segala daya dan upaya, dengan leher sekalipun? saya tidak tahu kenapa saya perlu menulis ini. mungkin karena segalanya layak ditulis, segalanya penting, dan karena segala yang kita tahu dan alami, pada dirinya sendiri, adalah apa yang pada saatnya nanti bakal mendefinisikan kita sebagai seseorang di dunia. mungkin. entahlah. soal akad besok, saya hanya ingin melangkah tetap ke masjid nurul ajam dan kemudian menatap dalam-dalam wajah perempuan yang bakal saya tatapi untuk waktu yang begitu lama, sampai segalanya lenyap di mata. saya benar-benar tidak tahu apa yang dipikirkan alex saat ini. blog boleh nihilis, tapi ini kali kita mesti berdoa, lex. semoga segalanya jadi baik. ah, aku tak pandai berdoa, lex. kau sajalah. aku titip doa. kata klise dariku buat kita berdua: selamat menempuh hidup baru!Β 

15 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Di timeline-ku, 15 jam yang lalu Bg alex menulis panjang lebar soal hubungan kalian berdua.
    Lahir pada bulan dan tahun yang sama…. sekarang, menikah pada tahun dan bulan yang sama!

    Aku tak tahu kenapa ada orang-orang yang melihat kalian berdua mirip (dan Bg Alexpun sepertinya mengakui hal itu), tapi bagiku kalian berdua, sangat berbeda.

    BTW, Selamat Menempuh hidup baru buat abang-abang berdua, hari ini Alex dan Gentole besok, semoga jadi keluarga sakinah dan mencintai istri masing-masing sampai akhir hayat.

  2. Selamat menempuh hidup baru ^.^
    Saya… bingung mau mendoakan apa…
    Semoga selalu bahagia saja πŸ™‚

  3. Ketemu juga.

  4. […] Kita, jika cukup panjang usia untuk hidup agak setahun-dua, masih akan melihat bayi-bayi lahir dan memecah tangis. Mungkin bayimu. Mungkin bayiku. Melihat mereka tumbuh. Mereka mungkin akan belajar, akan lebih tahu daripada apa yang pernah kita tahu. Dan aku mengajakmu untuk sepakat mengagumi hidup ini, dengan senihil apapun gagasan-gagasan dalam kepala: Bukankah ini dunia yang menakjubkan, Gentole? […]

  5. selamat berdampingan menjalani hidup! salam kenal.. *sampai sini dari blog sebelah* πŸ™‚

  6. Selamat atas pernikahanmu masbro, semoga selalu diberkahi kebahagiaan dengan wanita pilihanmu selama-lamanya πŸ˜€

  7. Selamat menikah, selamat berbahagia semoga cepet2 di karunia keturunan serta pernikahan langgeng sampai maut memisahkan. πŸ˜€

  8. @akiko: makasih ya mbak akiko. gimana padang?
    @felicia: emang mau mendoakan apa, misalnya?
    @ibeng: yee ketemu.
    @flafea: salam kenal juga.
    @lambrtz: makasih mario.
    @g3mbel: makasih mas g3mbel. saya terima salamnya dari istri semalam. πŸ™‚

  9. Selamat menempuh hidup baru mas bro, semoga langgeng ampe maut memisahkan dan kemudia dipertemukan kembali di kehidupan berikutnya πŸ™‚

  10. Selamat menikah, semoga bisa menjadi suami yang baik.

    Btw, untuk melanggenggkan persahabatan Bung Gentole dan Bang Alex, dan demi terciptanya generasi penerus yang mumpuni, kalian nanti harus besanan πŸ™‚

  11. Memanglah hidup manusia kalau belum pernah berumah tangga,sepertinya dia belum pernah merasakan hidup yang sebenarnya.
    * pahit-manis*
    *asam-garam*
    Selamat berbahagia gen.

  12. Selamat Bung Gentole, sekarang banyak kesempatan belajar, belajar sabar, belajar mengikis ego, dan lain lain. πŸ™‚

  13. sepertinya itu sulit untuk diungkapkan ya? menghadapi pernikahan itu..
    ah, rasanya malah pengin ngalamin sendiri.. selamat ya mas ary.. aku tunggu di Bandung saja, maaf tidak bisa hadir..

  14. @all: makasih semuanya!

  15. […] keberatan, Lex, aku harap. Aku buat lagi surat terbuka buat kau, sobat. Tapi ini kali aku tak ingin berbagi gelisah, seperti waktu mau berkahwin duluβ€”haha, waktu itu aku betulan menulis hanya karena selisih sehari […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: