Faustian

May 12, 2011 at 5:05 am | Posted in katarsis, refleksi | 3 Comments
Tags: , ,

Kepada Faust

Kita, kau dan aku, akan melawan waktu; setiap hari, setiap saat, dengan segenap pertanyaan yang takpernah berjawab, hingga ajal menyapa, hingga habis airmata! Oh, aku bisa saja berkata Allah takada, Kawan, dan kuharap kau mengerti bahwa kenyataan itu takperlu ditangisi. Karena Yang Kudus, sebilanya memang Ada, selalu enggan bicara, selalu bisu; seperti pada malam itu, pada suatu malam November yang gerimis di kota ini beberapa tahun lalu β€” sebelum Kau tiba di sini, Elora. Kita, kau dan aku, tidak akan berlutut pada takdir; meski segalanya terjadi sekali saja, pada satu waktu saja, pada satu tempat saja. Oh, Kau percaya bahwa segalanya sudah dituliskan, Kawan, dan tidak ada gunanya berupaya? β€” hey, harus ada yang menutup pintu di malam yang dingin, bukan? Kita, kau dan aku, akan berjuang dalam kebebasan β€” lari dari Tuhan, dari sejarah, dari setiap peristiwa dan gagasan yang mengecilkan arti hidup ini. Kita bersulang. Untuk Faust!

3 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Menanti Mephistopheles datang dengan diiringi dengan lagu The Time of The Oath dari Helloween…

  2. @jensen: Wah kayaknya seru tuh. Siapakah jelmaan Mepihistopheles di abad ini? Sosial media.πŸ˜›

  3. ^πŸ˜† πŸ˜† πŸ˜†


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: