Mengapa Para Hipster Menyebalkan

December 5, 2010 at 4:54 am | Posted in gak jelas, ngoceh, refleksi, sekedar | 175 Comments
Tags: , , ,

Ini hipster. Menurut Cracked.

Kali ini saya hendak mencela para hipster. Hipster — langsung saja dijelaskan maksud saya — adalah mereka yang dulu paling sadis mencela para alay, yang paling  jijik diasosiasikan dengan para alay — karena hanya dan hanya mereka yang berhak dan sah merasa keren, karena segala apa yang melekat pada tubuh mereka itu modis dan bukan pasaran: bajunya bukan pasaran, sepatunya bukan pasaran, selera musiknya bukan pasaran. Mereka berfikir mereka akan mati berfikir dirinya keren, bukan alay. Mereka akan mati. Pasti itu. Tapi soal keren atau tidak biar Tuan Malaikat Izrail saja yang menilai. Ya. Anda tidak salah. Saya memang sinis dan bias di sini. Biar. Karena memang segala tetek bengek soal alay dan hipster ini memang produk cara berfikir yang bias binti sesat binti semau-gue. Dan saya pun hendak menyesatkan Anda dalam labirin pertanda postmodernitas, sebuah frase yang sengaja saya tulis agar Anda bingung dan membuat saya tampak pintar.

Budaya Daur Ulang dan Senjakala Kebudayaan

Disklemer. Saya menulis artikel ini di MacBook Pro — sambil mendengarkan The Smiths dan Belle and Sebastians. Dan itu, sungguh, tidak membuat saya seorang hipster. Anda tidak setuju? Saya tidak perduli. Yang jelas hipster itu ada di luar sana; dan mereka pun, seperti yang saya tulis dalam artikel sebelumnya, sama menyebalkannya susah didefisinikannya dengan para alay. Situs humor Cracked adalah cahaya dalam kegelapan definisi ini. Dan kalau Anda hendak sedikit sok-intelek dan kekiri-kirian (apakah ini terjemahan leftist?), artikel dalam situs Adbuster juga cukup mebantu. Masalahnya adalah, kedua artikel itu ditulis oleh orang asing, yang tidak tahu Indonesia ada di mana, apalagi kenan menulis  bahwa di negara berpenduduk mayoritas Muslim ini hipster juga bertebaran. Bertebaran? Ya, bertebaran. Di mana? Di semua rantai tokobuku Aksara (sarangnya kebudayaan indie), di daerah Kemang terutama dan di kampus yang ujian masuknya lewat SPMB atau perlu merogoh kocek sedikitnya 20 juta. Di sana, saudara-saudara, saya yakin Anda bakal bertemu para hipster. Seperti di Amerika sana, hipster di negeri ini juga tidak terlalu kreatif; mereka mendaurulang masalalu. Lihat, misalnya, White Shoes and The Couples Company. Budaya retro menjadi ciri yang paling menonjol kaum hipster di Indonesia. Dan ini, menurut Douglas Haddow — yang mengaku 28-year-old Canadian writer, designer, video artist and general media enthusiast — dalam artikelnya di Adbuster adalah pertanda dari “jalan buntu peradaban Barat.” Kata Barat di sini tentunya diartikan sebagai peradaban global, peradaban yang dibentuk oleh media masa dan Internet, oleh Web. 2.0. Dan ini ada benarnya. Bukankah apa yang ada di Internet saat ini hanya pengulangan dari apa yang sudah dilakukan ratusan, ribuan dan jutaan tahun yang lalu? Adakah kebudayaan yang benar-benar baru? Yang bisa disebut keren? Bahkan baju metalik yang melambangkan masa depan saja sekarang melambangkan semua yang basi dari tahun 2000, satu dekade lalu. Di Indonesia, kaum hipster ini memang lebih mudah diidentikkan dengan anak-anak indie, yakni mereka yang mendengarkan Efek Rumah Kaca, bukan Pee Wee Gashkin; mereka yang mendengarkan Sore, bukan ST12; mereka yang membaca novel macam The Catcher in the Rye dan To Kill A Mockingbird, bukan Ayat-ayat Cinta atau Laskar Pelangi. Mereka biasanya anak-anak (usia 15-35) desain grafis dan gila fotografi. Blog dan halaman Fesbuk mereka bertebaran segala pertanda yang mengatakan bahwa mereka itu keren, hipster yang punya selera takbisa disamakan dengan selera pasaran atau orang kebanyakan. Coba lihat playlist anda. Anda bisa jadi seorang hipster.

Mereka White Shoes and the Couples Company tidak berdosa. Tetapi para hipster mungkin pernah menyukai band ini sebelum band ini terkenal dan kemudian mereka mencampakkannya.

Elitisme Para Hipster atau Mengapa Orang Yang Merasa Dirinya Keren Akan Selalu Berjarak Dengan Kita Orang Kebanyakan Yang Biasa Saja

Tetapi sekalipun Anda menyukai Sore, bisa jadi Anda bukan hipster. Karena mungkin Anda tidak cukup merasa keren. Dan yang lebih penting lagi, Anda tidak cukup merasa elitis — ya, elitis ini kata kuncinya. Kebalikan dari kaum alay yang menghendaki semacam recognition bahwa mereka adalah bagian dari trend, dari arus kebanyakan, dari mereka yang keren, para hipster sangat ingin merasa dibedakan dari orang kebanyakan, alay atau tidak. Mereka merasa bahwa mereka adalah segelintir orang yang punya selera seni yang paling keren. Itu sebabnya ketika atribut kekerenan mereka menjadi bagian dari arus utama, mereka mendesis. Tentu. Sah-sah saja merasa begitu. Seperti Anda sah-sah saja merasa menjadi orang paling ganteng sejagad raya. Lalu, masalahnya apa, toh? Kenapa mereka menyebalkan? Sebenarnya tidak ada masalah kalau memang dunia para elitis ini tidak bersinggungan dengan dunia orang kebanyakan, orang biasa-biasa saja seperti kita-kita ini (Anda ikut kita?), yang ironisnya adalah alasan mengapa mereka para hipster merasa hipster dan bisa disebut hipster. Iya, bukan? Karena kalau semua orang bisa punya selera fashion dan musik yang sama dengan para hipster, secara teknis mereka bukan hipster lagi, bukan? Karena itu mereka harus berjarak. Tidak dosa memang. Saya pun mengambil jarak dari orang kebanyakan, atau mungkin mengambil jarak juga dari para hipster itu, tetapi saya…ah, baiklah, saya memang sama elitis dan bajingannya juga dengan para hipster itu. Tetapi karena alasan yang berbeda. Ketika saya mengambil jarak dari orang lain, dan berupaya untuk bersikap otentik, otentisitas itu bisa dipertanggungjawabkan sedikit untuk menyatakan individualitas saya. Sementara para hipster? Mereka, seperti halnya kaum alay, haus dan butuh pengakuan, legitimasi sebagai hipster — sebuah nilai kekerenan yang diakui secara mutawatir oleh mereka yang sudah dibaptis sebagai hipster. Dan ini membuat upaya mereka menjadi tidak berbeda, karena di mana ada individualitas apabila apa yang keren ditentukan oleh apa yang Aksara dan Pithcfork pikir keren? Mereka mau beda dengan menyeragamkan diri, meski dengan membentuk komunitas yang mereka pikir lebih kecil, lebih elitis dan eksklusif. Dan mereka salah. Hipster itu fenomena global, dalam berbagai variannya — ada di mana-mana. Di situ mungkin paradoksnya. Di situ  pula, saudara-saudara, mungkin letak menyebalkannya di mana. Singkat kata. Hipster adalah alay yang elitis. Alay yang elitis. Alay yang elitis. Alay yang elitis. Alay yang elitis. Alay yang elitis. Udah alay, elitis lagi. Kampret!

175 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. :-S Apakah mendengarkan dangdut juga ciri hipster? *lirik playlist Winamp*

  2. kalo kamu mendengarkan dangdut secara ironis. kamu hipster.

  3. Jadi, kembali ke judul postingan, sebenarnya mengapa mereka dianggap menyebalkan?

  4. @amed

    Mereka mau beda dengan menyeragamkan diri, meski dengan membentuk komunitas yang mereka pikir lebih kecil, lebih elitis dan eksklusif. Dan mereka salah. Hipster itu fenomena global, dalam berbagai variannya — ada di mana-mana. Di situ mungkin paradoksnya. Di situ pula, saudara-saudara, mungkin letak menyebalkannya di mana. Singkat kata. Hipster adalah alay yang elitis. Alay yang elitis. Alay yang elitis. Alay yang elitis. Alay yang elitis. Alay yang elitis. Udah alay, elitis lagi. Kampret!

    Di situ.

  5. Wkwk… Begitu bersemangatnya cerita tentang hipster. Apakah pernah mengalami pelecehan traumatik dari kampret-kampret itu?🙂

  6. Nah ini. Katarsis yang baik adalah katarsis yang bisa juga dinikmati orang lain.:mrgreen: (Atau hanya karena kebetulan sahaja orang lain tersebut juga memiliki uneg-uneg yang mirip, walau skalanya tidak seheboh punya Sodara.)
    .
    1) Kok tidak disebutkan kecenderungan ironis para hipster? Setahu saya ‘kan kalau tidak sok menikmati apa yang jadi konsumsi kelas atas, mereka konsumsi yang jadi bagian hidup kelas bawah (definisi kelas di sini definisi ekonomi dan populer), tapi secara ironis. Misalnya bir Blue Ribbon kalau bule. Tidak jelas maksudnya, tapi agak condescending.
    .
    2) Tapi hipster ini di banyak sisi mirip dengan multikulturalis yang agak fanatik: di satu sisi merasa superior dan luas daya apresiasinya, dan berpandangan bahwa gayanya musti diadopsi khalayak ramai (macam orang kulit putih yang nge-reiki, backpacking ke Asia, dan sok mengkoleksi pernik etnik Afrika). Di sisi lain, mereka menikmati itu justru bergantung pada orang lain yang bersempit pikiran dan tidak berupaya melebarkan praktek budaya mereka. Kalau semuanya multikulturalis, dunia jadi monokultural.
    .
    Yah begitulah. Maap ndak fasih, lama ndak komen.

  7. @lambang
    .
    Hahaha. Ya ada beberapa teman hipster yang menyebalkan aja. Menyebalkan. Menyebalkan.
    .
    @Pguru
    .
    Katarsisnya Chuck Klosterman tuh bisa dinikmati semua orang. Karena (derita) dia mewakili orang kebanyakan.😛
    .
    Soal ironis. Saya juga bingung ini. Kayaknya di Indonesia selain skinny jeans dan budaya retro, keknya gak ada ekivalen buat selera yang ironis-ironis. Kecuali dulu mungkin ketika banyak orang pake sendal jepit, tapi kayaknya enggak lagi. Dulu Giring Nidjie suka pake keffiyeh tapi sekarang enggak lagi. Dan keffiyeh ga terllau ngetrend. Hipster di Indonesia rokoknya masih Marlboro atau A-Mild, jarang saya liat rokok filter.😕 Entahlah. Saya lihat di Amerika sana memang begitu. Tapi keknya hipster di Indonesia masih didominasi anak2 orang kaya; yang mengkonsumsi barang kelas atas. Mungkin yang mencolok kamera lomo itu.
    .
    Soal multikulturalis. Iya keknya begitu mirip.😛
    .
    Maap ndak lengkap, lama gak nulis.

  8. saya masih belum begitu ngeuh membedakan yang gimana Hipster dan Non-Hipster…
    apakah semua hipster itu menyebalkan? semua?

    jadi saya ga tau apa saya termasuk hipster atau engga nih…
    kalau iya, berarti saya amat sangat menyebalkan bagi orang2 (terutama yang seperti anda ya)

  9. @isma
    .
    Gak usah dipikirin, Mbak.

  10. neraka itu adalah para hipster.. *dengerin dangdut merayakan kemenangan Indonesia atas Thailand*

  11. ohhhh…mata saya jadi terbuka lebarrrr😀 *kebanyakan tidur*

  12. Apa hubungannya hipster sama hamster ? ^_^

  13. iya kebanyakan Hipster bloger juga tuh..😛
    *ngeloyor…

  14. kirain hipster itu model celana yang di bawah pinggang itu loh😆
    jadi hipster itu ingin menjadi beda dengan orang lain supaya ga dibilang pasaran dan merasa keren karena berbeda?
    *glek*
    saya hipster ndak ya?

  15. Judul yang lebih non-hipteristik “Inilah Alasan Mengapa Hipster Menyebalkan” lalu posting di lintasberita.com dan lihat hasilnya. *sedangmendalamiSEO*

  16. si Amed pasti tersinggung tuh…

  17. Liat playlist MP3: semuanya lagu Jepang

    *uh… saya hipster yah (dalam konteks tingal di Indonesia)*

    btw, anda terlihat jenius ketika saya membaca postingan anda🙂

  18. kalo saya kayaknya hipstocrite alias hipster teriak hipster, suka nyela hipster tapi tanpa disadari suka ama film,musik,dan buku yang digemari kaum hipster :malu:

  19. Sering juga merasakan hal yang sama, bilang kalau orang yang sok berlagak keren itu inilah, itulah, padahal saya sendiri juga sering terjebak dengan kebiasaan orang-orang yang saya soraki sok keren itu. Jadi malu juga rasanya.

  20. anda ini kenapa? apakah anda seseorang yang gagal menjadi seorang hipster sehingga anda menulis artikel bodoh seperti di atas? karena saya menilai dari gaya bahasa anda di artikel tersebut,anda terlihat seperti org bodoh yang penuh dgn kecemburuan. beberapa hal yg rasanya ingin saya tentang habis-habisan dari tulisan anda: apakah anda justru berpikir sesuatu yang pasaran itu keren? karena bagi saya sesuatu yang pasaran itu NORAK. lalu maksd anda membandingkan band-band macam peeweegaskins dan ST12 dengan efek rumah kaca dan sore? sudah sangat jelas band-band tersebut memiliki sense of music yg berbeda. BAGI SAYA efek rumah kaca dan sore lebih memiliki selera yang baik dalam bermusik,dan itu fakta. SEKALI LAGI,ANDA TERLIHAT CEMBURU KPD KAUM HIPSTER,PERLU ANDA KETAHUI,ANDA YANG MENYEBALKAN,KARENA ANDA ADALAH SESEORANG YG TIDAK MEMILIKI SELERA YANG CUKUP BAGUS PD SESUATU,TAPI DENGAN SANGAT BERANI ANDA MENULIS TULISAN YANG SUDAH PASTI MENGKRITIK KAUM HIPSTER DENGAN BURUK YANG JUSTRU MEMILIKI SELERA YANG LEBIH BAGUS DARIPADA ANDA.
    kampret.!

  21. ^ LOL you mad bro / sis? :-“

  22. @COOLER THAN YOU: ya olo nyebut mas nyebut!
    @lambrtz::mrgreen:

  23. Efek Rumah Kaca dan Sore itu norak. Kampungan. Lebih kampungan dari orkes organ tunggal di kampung saya yang orang kampung ini. Begitu.😛

  24. *ngakak*

  25. ijin reblog ya om!😀

  26. saya setuju dengan @COOLERTHANYOU \m/

  27. Sejujurnya saya bingung saya ini termasuk hipster atau bukan. Saya suka White Shoes and The Couples Company, dan selera saya agak sedikit…. Mencolok. Tapi, saya tidak menyukai hal-hal tersebut untuk merasa keren atau mengekor eksistensi, tapi karna kenyataannya selera saya memang agak sedikit… Melenceng(?) dari peradaban–mungkin. Karna sebenarnya yang keren bukan saya, tapi hal-hal yang saya suka itu keren (menurut saya–karna saya yang suka). Bingung maksudnya? Sama .__.

  28. wah…sesuatu hal yg keren itu adlh sesuatu yg dialektis, dng menelaah jg knp hipster bs ada dan mewabah…..atau siapa yg brtanggung jwb atas mewabahnya para hipster….:)

  29. Yang keren cuma di harga paket promo wisata.

  30. setelah baca artikel ini, gw ngerti apa maksud dari hipster..
    thanks atas artikelnya..

    dan gue ngerasa bahwa gue adalah..
    hipster.

    ga ada yang salah kok jadi hipster,alay, dsb
    tiap orang bebas memilih apa yang jadi selera nya bukan?
    asal ga menganggu ketenangan orang lain itu ga masalah kan?

    thx🙂

  31. @meonk: Iya mbak meonk tidak apa-apa jadi hipster.🙂 *sokbijak

  32. klo yang foto profile di FB dengan gaya sedang moto pake kamera DSLR. itu hipster bukan? hehehehe

  33. wow saya suka dengan artikel ini… sebaiknya saya bookmark terlebih dahulu agar tidak kehilangan jejaknya di masa depan.

  34. Tergantung bos semua hipster belum tentu menyebalkan..itu menurut asumsi anda saja..malahan alay itu sendiri muncul dr budaya hipster yg sudah “tidak terpakai lagi” sehingga opini kaum hipster thdp org awam yg mengikutinya adalah adalah “ketinggalan jaman” ..yang menyebabkan para hipster mencari style yg baru lagi..org 2 awam yg mencoba mengikuti jejak langkah para hipster biasanya disebut istilah ALAY,labil,ababil,dan sebagainya.

    Malahan orang 2 awam semakin lama mengadopsi “setelan/stereotype” hipster spt celana legging,sepeda fixie,main tumblr,lomography,dll tapi toh mereka cuman hipster secara “tampilan”..namun secara “ethic dan idealisme” spt mendengarkan lagu underground yg bukan pasaran,vegetarianisme/veganisme,pasifisme pun mereka tidak tahu/atau mungkin diabaikan…nyata nya juga org 2 awam labil yg “berdandan” spt hipster banter2 masih mendengarkan mtv,fans berat bieber,tdk vegetarian,baju masih merek 2 terkenal spt gucci,louis vuitton,salvatore feragamo (meski ada yg KW)..jd susah betul mencari hipster yg benar2 tulen bro!..gua sih peace aja..gua gak menyebut diri saya seorang hipster tp saya mpy tendensi/kecenderungan utk berbeda dr yg lain dan mengurangi budaya mainstream . Peace🙂

  35. Tergantung bos semua hipster belum tentu menyebalkan..itu menurut asumsi anda saja..malahan alay itu sendiri muncul dr budaya hipster yg sudah “tidak terpakai lagi” sehingga opini kaum hipster thdp org awam yg mengikutinya adalah adalah “ketinggalan jaman” ..yang menyebabkan para hipster mencari style yg baru lagi.. Maka itu org 2 awam yg mencoba mengikuti jejak langkah para hipster yg keren biasanya disebut istilah ALAY,labil,ababil,dan sebagainya.

    Malahan orang 2 awam semakin lama mengadopsi “setelan/stereotype” hipster spt celana legging,sepeda fixie,main tumblr,lomography,dll tapi toh mereka cuman hipster secara “tampilan”..namun secara “ethic dan idealisme” spt mendengarkan lagu underground yg bukan pasaran,vegetarianisme/veganisme,pasifisme pun mereka tidak tahu/atau mungkin diabaikan…nyata nya juga org 2 awam labil yg “berdandan” spt hipster banter2 masih mendengarkan mtv,fans berat bieber,tdk vegetarian,baju masih merek 2 terkenal spt gucci,louis vuitton,salvatore feragamo (meski ada yg KW)..jd susah betul mencari hipster yg benar2 tulen bro!..gua sih peace aja..gua gak menyebut diri saya seorang hipster tp saya mpy tendensi/kecenderungan utk berbeda dr yg lain dan mengurangi budaya mainstream . Peace🙂

  36. musik, film dan cara berpakaian adalah masalah selera tapi entah mengapa bisa dibagi-bagi dalam alay, hipster dll

    contoh :
    kalo musik itu cocok di telinga maka saya akan suka, gak peduli juga pasaran atau tidak pasaran, biasa atau tidak biasa, menurut saya kembali ke masalah selera saja dan watak orang masing-masing.

    kalo merasa keren sendiri sih menurut saya gak masalah, yang menjadi masalah adalah merasa benar sendiri dan menganggap orang lain yang tidak sependapat salah, nah itu yang merusak tatanan sosial. contoh realnya masalah agama di Indonesia

  37. ya kl buat sya mah.. semua yg ada diatas itu cuma omong kosong, terkecuali komunikasi yg terjadi antar komentator🙂 hal2 macam itu cuma bersifat “eksis” saja.. tp sya jg tdk bermaksud jadi sosok yg fasis hanya sekedar iseng komen saja..

  38. Mengapa komennya kok semakin lama malah semakin mengagungkan hipster yah :O.

    Hipsters strikes back !!

  39. denger lagu mah gimana selera dan mood…pake baju gimana cuaca..yah ikut arus gapapa, asal jangan arus Kurosyiwo

  40. Hala Madrid♥
    _____________________DMSDJ
    ____________7$¶øo$¶¶$¶7¶ø¶¶¶$¢¢77
    __________¢¶¶$_$¢ø$__ø_71_1¶oo¶¶¶¶¶o
    _________77¶1__11$___¶ø¶7___¶11__¶$ø¢
    ________$¢¶___¶¶¶__1_¶oø7_1__¢¶7__¶o7o
    ________ø¢¶___¶oo¶oø1ooø$_¶_¶oø¶___¶oo
    _________7¶¶17_o¶__¶o1¶ø_¢¶__ø__¶7ø¶¶o
    __________1¶7¶¶¶¶¢¢7o1o77øøo¶¶oø¶_¶ø
    _____________$7_1¶¶¶7o¶¶7_¶¶o7_¢¶
    ______________¶7ooooøø¢oøøoo1¢7¶
    ______________øøøo77111117o¢$$7¶
    __________17øø________________1¢¶øo
    ________17ø¶¶¶o__________________7$¶¢
    ______17o¶¶$ø¶¶¶1__________________1¶¶7
    _____o1¶¶øø¶¶ø11¶¶__________1¶¶$7_____o¶ø
    ____¢7¶$ø$¶¢_____ø¶¶oooo1__ø¢1_1o¶_____$¶
    ___$ø¶¶$¶¶1__7¶¶___$7___oø¶¶o¢¢ø11øo_____¶¶
    __¢ø__7¶¶___$¶¶¶¢¢__o7$¢1____¶__$o7oo____1øø
    __$ø____7__¶¶¶7__1¶___ø1oø¶1ø¶___$71ø7____$$
    _o¢1___ø11ø¶¶7__ø¶¶¶ø___1¶________¶17¶_____$o
    _$¶____¶177_¶__o¶øø¶¶¶¶¶¶¶¶¶______777$_____$¶
    _ø¶___7o1o1_ø1_¶$ø¶7_1_____¶¶¶_____$1o¢____$$
    _ø¶___7o1oo_¶1_¶¶$¶7_1111___¶ø¶¶o___$17¢___$$
    _¶¶____¶17¢_$71o1¶¶o11¶¶¶¶¶$øøø¶¶__71ø1____$¶
    _oo7___ø71¶__$717_oo1_____¶$$øøø¶¶¶11¶____$o
    __¶ø____¶77¶__$7177¶71¶¶¶¶¶1$¶øø¶¶__71____$o
    __oø7___1ø77$__o$7111oo7_____¶ø¶$___¶¶1__ø¢
    ___¶¢1___1¶77øo__7¢øo77o¢¢$¶¶$¶___1¶¶$¶¶ø¶
    ____$ø1____øø7$____$1o¶_1¶¶¶øø$__ø¶$ø$¶o¢
    _____¢¶¢_____ø¶____$_1ø___1¶¶$¶¢¶¶øø¶¶7o
    ______1¶¶o________1¶¶¶¶______7¶¶$ø$¶¶øo
    ________o¶¶o__________________o¶¶¶¢71
    __________7ø¶¶o1_______________ø¢71
    _____________7o¶¶ANDRES
    _______________@#$REAL-MARID-@

    █░█░█▀█░█░░█▀█░░█▄█░█▀█░█▀▄░█▀▄░█░█▀▄
    ███░█▀█░█░░█▀█░░█░█░█▀█░█░█░█▀▄░█░█░█
    █░█░█░█░█▄░█░█░░█░█░█░█░█▄▀░█░█░█░█▄▀

  41. ^ LOL

  42. To Kill A Mockingbird sama Catcher in the Rye identik dengan hipster?! Langsung berkabung gw!

    Tapi serius deh: yang paling ironis dari hipster adalah mereka sok-sok non-konformis gitu. Tapi dengan kecenderungan mereka untuk agak ‘maksa’ nggak suka hal-hal mainstream supaya dibilang keren, mereka justru sedang konform dengan sesama hipster sendiri. Jadinya a sub-mainstream sub-culture in itself….

  43. ^ I like your comment! Itu exactly kayak apa yang I thinking about. Mereka itu nggak mempan dibilang “Ya nggak bisa gitu dong”. Itulah capeknya kita. Cape deh sama mereka. Beneran bikin malas. Tak tahunya mereka kalau hidup cuma perulangan semu belaka. Haha.

  44. your argument is invalid. bagaimana anda bisa menghakimi seseorang hipster itu menyebalkan karena mereka tdk sama dengan jaman?bagaimana anda bisa mengetahui bahwa orang itu merasa dirinya keren hanya karena dia berbeda dan memang berselera bagus? mungkin saja dia tidak merasa keren.dia tdk pernah. hanya saja anda yg berfikiran seperti itu.karena anda melihat dia keren dan you know, anda sirik.
    hipster memang keren. atau anda salah menilai apakah itu hipster atau tidak.

    haters gonna hate

  45. hi cicada, you must be a hipster😀

  46. Hahaha, u mad bro/sis?🙂

  47. 😆
    Mana ini Gentole?

  48. @alex: orang marah-marah kayak begitu susahlah ditanggapin. lagian saya juga nulisnya sambil marah-marah. hehehehe…

  49. kalo saya sendiri sih menilai hipster itu ga dibuat-buat ga menyombongkan diri,tapi ya seperti yang sudah dijelaskan diatas tadi itu. mungkin anda gagal menjadi hipster atau iri terhadap mereka. atau jangan-jangan anda seorang poseurs yang ga tau apa-apa cuma anak ini itu. jadi jangan nge judge hipster seperti itu.saya juga suka black flag,bleeding knees club,the smiths,blur. saya suka nyari kaos-kaos band yg rare,ngulik lagu-lagu dari band yg bagus dan saya sebenarnya juga tidak suka dengan hipster itu sendiri tapi saya tidak jengkel dengan mereka begitu pula sebaliknya

  50. ya lah. lain apa dibilang. itu kan menurut situ. mungkin juga situ gagal memahami postingan ini. atau jangan2 situ juga posser yg gak tau apa-apa selain pamer suka black flag, klub lutut berdarah, atau band kabur yg di londong disebut blur itu. situ sendiri gak suka dgn hipster ya terserah. yang punya blog juga gak suka dengan hipster, meski dia sendiri mungkin hipster. kalo gak jengkel ya urusan anda. jangan ngejudga orang juga. enak dikomen gini? kthxbai.

  51. Enak juga jadi hujatan itu… “Hipster gagal”. Dasar hipster gagal!

  52. 😆

  53. menurutku artikel ini terlalu berlebihan, dan telah menjurus pada hal yang menyinggung para fans sore, White shoes dan anak2 IKJ. artikel ini ga jauh beda ama orang2 di FB yg saling menghina dan memaki kaum EMO, PWG dll. ayolah….hari gini masih ngedebatin masalah selera musik, fashion, hobi dll. cobalah secara bijak menganggap ini dinamika kehidupan yang lucu, silahkan menertawakan kaum alay, dan kaum alay, silahkan menertawakan kaum hipster. tp tak usahlah saling menjelekkan. piiisss broooo… oh ya satu lagi, kalo boleh bilang, yg nulis ni artikel memiliki potensi hipster deh dari gaya bahasanya….hehehee…piisss brooo……

  54. komen ente juga berlebihan deh. emang ada gitu disebut anak2 IKJ? postingan ini keknya malah ngajak utk bercermin. termasuk si blogger ini sendiri. anak hipster emang belagu, kayak anak alay, kayak si penulis ini sendiri. kayak gue. dan kali elu juga. tapi yg nyebelin dari anak-anak hipster yg disentil di sini: mrk juga gak nyadar kalo mereka itu belagu. sesama org belagu, emang perlu disepak sesekali buat ngingetin.
    justru karena si blogger ini ada potensi hipster dia wajar2 aja ngetawain dirinya sendiri. hayuk ikut ketawa saja. heheehhe…. pisss juga broooo…

  55. @all: udahlah, semua orang alay, semua orang hipster!!

  56. if being non-mainstream is going mainstream . .so . . #mindfucked

  57. ya…semuanya di sini berlebihan….termasuk foto orang berkaus putih di atas…..menurutku itu persilangan antara ‘alay’ dan ‘hipster” deh….wkwkwkwk….eh sorry…tu bukan yg punya ni blog kan ? piisss…..😀

  58. gak ada cara mendefinisikan hipster yang lebih baik daripada menulis seperti seorang hipster. btw, komen-komennya lucu juga.

  59. terperanga saat membaca artikel. .. lebih suka baca komentnya :)….

  60. akhirnya.. pada belagu semua.

  61. pfftt, lucu dah. para mainstream cuma bisa bilang “u mad ?” doang waktu para hipster ngasi pembelaan. kasian😀

    lets say, I’m a hipster, dalam beberapa bidang

    saat orang” sekeliling gw pada beli BB, gw lebih milih android. sebagai hipster, kadang gw ngerasa lucu aja, lu pada ngabisin duit >3jt , sementara yg lu dapet cuma BBM dan OS yg konyol. kamera ? bahkan 3.2 MP + flash BB javelin nyokap gw lebih payah daripada 2 MP Galaxy Mini gw. dan konyolnya, BB ngeluarin HP dual-corenya , yang bagi kami para hipster (that’s what she said) lebih ngakak lagi. bisa apa sih BB dikasi procie dual core segala ? 3rd app itungan jari doang aja pake spec selangit. hahahahaha

    mp3 player & peripheralnya. taunya yaa paling iPod sama Monster Beats doang. belum ada nyoba Zune, Shure, AKG, Cube dll dll kan ? see ? mainstream = limited knowledge

    contoh lain ? tablet. you guys, mainstream people taunya seujung iPad dan Galaxy Tab doang, dan memandang rendah tablet cina. yakin tablet mainstream lu bisa muter hi10p ? yakin batrenya tahan lama ? yakin performanya sesuai sama harganya ?

    yg gw yakin bakal jadi lucu, 2012 ini (ato paling lambat 2013), lu pada ninggalin BB dan beralih ke android / nokia, dan lu bilang pemakai BB itu adalah hipster

    hahahhhaha

    sayonara, foolish-mainstream-people

  62. >> pfftt, lucu dah. para mainstream cuma bisa bilang “u mad ?” doang waktu para hipster ngasi pembelaan. kasian😀

    gw juga kasian liat elu

    >> lets say, I’m a hipster, dalam beberapa bidang

    hebat! *tepuk tangan*

    >> saat orang” sekeliling gw pada beli BB, gw lebih milih android. sebagai hipster, kadang gw ngerasa lucu aja, lu pada ngabisin duit >3jt , sementara yg lu dapet cuma BBM dan OS yg konyol. kamera ? bahkan 3.2 MP + flash BB javelin nyokap gw lebih payah daripada 2 MP Galaxy Mini gw. dan konyolnya, BB ngeluarin HP dual-corenya , yang bagi kami para hipster (that’s what she said) lebih ngakak lagi. bisa apa sih BB dikasi procie dual core segala ? 3rd app itungan jari doang aja pake spec selangit. hahahahaha

    HAHAHAHA

    gw setuju ame lu soal android vs BBM ini. tapi lu kayaknya pemake android yang alay deh, bukan hipster. atau elu ini hipster yang alay. lu tau kenapa? krn gw udah pake linux jauh sebelum android yg basis linux itu jadi trend kayak elu. elu gak lebih baik dari hipster yg jadi fansboynya apple😛

    jadi gw hipster di atas elu. dan bagi gw: lu hipster alay. WAKAKAKAKAKA.

    >>> mp3 player & peripheralnya. taunya yaa paling iPod sama Monster Beats doang. belum ada nyoba Zune, Shure, AKG, Cube dll dll kan ? see ? mainstream = limited knowledge

    alah. lu juga paling tahu dari sekarang. gw udah ngebacot soal zune itu dari sejak iPod masih baru keluar. blah. mamer lu udah telat 3 jaman.

    >>> contoh lain ? tablet. you guys, mainstream people taunya seujung iPad dan Galaxy Tab doang, dan memandang rendah tablet cina. yakin tablet mainstream lu bisa muter hi10p ? yakin batrenya tahan lama ? yakin performanya sesuai sama harganya ?

    darimana lu tau komentator di sini ngeributin soal iPad dan Galaxy Tab? lu kayak tipe2 hipster gagal yg mantau detikinet cuma buat ribut soal gadget yg kagak jauh dari konsumen2 android vs apple. nyasar lu kemari?

    >> yg gw yakin bakal jadi lucu, 2012 ini (ato paling lambat 2013), lu pada ninggalin BB dan beralih ke android / nokia, dan lu bilang pemakai BB itu adalah hipster

    HAHAHAHAHA. elu malah gw bilang hipster, persis org2 bego lainnya yg belagak paling tau soal trend di detikinet.

    >>> hahahhhaha

    HOHOHOHOHO

    >> sayonara, foolish-mainstream-people

    selamat jalan orang-hipster-gagal-yg tolol. daadaah.

  63. ada 2 pelajaran yang gw dapet dari sini

    yang pertama, ternyata selera musik gw adalah selera musik hipster

    white shoes, the sigit, menurut gw mereka emang bagus kok. selera gw disitu sih

    yang kedua, ternyata orang “normal”, yang bukan hipster ataupun alay, nggak bisa menghargai perbedaan selera orang lain

    kalo orang suka sama lagu yang aneh/retro menurut mereka yang katanya “normal”, langsung dibilang “hipster lo norak”

    padahal sang hipsternya sendiri menganggap lagu yang disuka orang2 “normal” juga aneh

    problem???😀

  64. […] jelas dan terang yang dirangkai sang penulis. Terutama, saya suka dengan gaya satire dan sarkasme yang entah kapan dapat saya kuasai dan beranikan untuk […]

  65. setau saya orang tergolong hipster cuma kalo dia punya gaya beda HANYA untuk bisa beda, dan dengan BANGGA bilang kalo orang lain pada ngikut dia. Jadi dia MERASA kalo dia patokan mode untuk masa depan. Tidak SEMUA orang dengan kegemaran non-mainstream bisa disebut HIPSTER. setidaknya itu yang saya tangkap dari artikelnya cracked

  66. Asyeeekk.. Trima kasih hiburannya.. Baik artikel maupun komen..

  67. intinya hipster adalah individu yang tak ingin disebut alay dengan hal hal yang mereka paksaan biar gak dijabat alay, thx infonya gan :))

  68. Gyahaha… Itu gambar hipster apa gorilla?

  69. ^😆

    Gorilla…😆

    Iya juga. Gara-gara Si Gentole, setiap kulihat Ivan Gunawan di TV kok jadi ingat gambar ini. Kepikir apa kata-kata yang tepat. Gorilla.😆

  70. Salam super!
    Kenapa saya ikutan komentar? itu karena saya mau meluruskan karena menurut saya ada yg bengkok.

    Ijinkanlah saya mengemukakan pendapat saya.
    Jadi begini, begitu aja deh, menurut saya yg suka dgn perbedaan ini, hipster terbagi dua. Ada hipster baik dan ada hipster jahat.

    Hipster baik: Dia Gak suka musik pasaran tapi dia gak menghina org2 yg suka sama musik yg pasaran.

    Hipster jahat: Dia Gak suka musik pasaran tapi bukannya menghargai perbedaan malah dia menghina org2 yg suka sama musik yg pasaran.

    Sebagai manusia, kita tidak boleh saling menghina. Perbedaan itu wajar. Jgn menganggap org lain kampungan/ kamseupay. Jadi buat para hipster jahat, bertaubatlah. Dan buat para hipster baik, tetaplah seperti biasanya.

    Jumpa lagi di lain kesempatan di Mario Teguh WayWey WayWey.

  71. @marioteguh:🙂

  72. permisi numpang tanya, toilet dimana ya?

  73. maaf saya mau tanya nih saya kan pengemar berat the shins sama band of horses dan saya juga suka banget dengerin lagu-lagu band kayak the friday night boys dll nah tapi saya kurang begitu suka sama lagu hip-hop atau rap.apakah kalau gini saya bisa termasuk dibilang hipster?karena hampir setiap hari saya denger lagu indie di ipod saya.thnks

  74. jadi, secara tidak langsung disini dikatakan bahwa agar tidak hipster kita semua harus ikut trend yang ada diwaktu ini, dan jaman ini? tidak sebelum maupun sesudahnya?

  75. entah kenapa setelah baca artikel dan comment2 nya saya jadi teringat kalimat ini:
    “OMG, someone is WRONG on the INTERNET” LOL

  76. wow, artikel yang awesome haha!
    saya anak desain, saya suka lomo, fotografi dan saya pecinta lagu indie
    saya sih emang ngefans dengan style kaum yang bermotto “New Age Fun with a Vintage Feel” ini🙂, selera fashion mereka cukup nyentrik dan bagus , meskipun bukan haute couture fashion, tapi mereka ahli dalam ekspresi streetwear fashion :p

    oh iya satu lagi simbol hipster adalah penggunaan font “HELVETICA”

    entah saya hipster atau tidak , bagi saya sama saja, setiap orang / kelompok pasti ingin mengunggulkan gayanya sendiri
    ati-ati lo mas!
    biasanya kalau marah-marah nih emang gak bisa keturutan jadi hipster tapi dalem ati pengen banget gaya hipster ! LOL *peace* :p

  77. saya bisa sampe ngejek musik2 yg muncul pagi2, karena saya kasihan melihat mereka..saya ingin mereka sadar,,saya sedikit mengetahui betapa busuknya industri musik indon..

    1. mereka harus lipsync, padahal mereka bisa walaupun gk lipsync…
    2. mereka harus membawakan lagu yg udah di obrak abrik sama produser / label / yg punya duit..bukan membawakan lagu asli versi mereka..
    3. rata2 mereka jadi band2 yg mainstream kyk skrg karena mereka butuh duit…bukan karena mencari kepuasan bermusik..
    4. liat aja acara musik di tipi tiap pagi2…

    di Indon itu serba salah..bikin musik yg beda dari musik industri, dikira hipster / sok indie.. <<dicela
    bikin yg sama ama musik industri apalagi, dibilang musik alay / pasti tar klo manggung lipsync / wah, terlalu mainstream, dll… <<dicela

  78. HAHAHAHA
    aslii gue ketawa baca komen2nya, apalagi yang berantem.. kocak😀
    ada hipster marah2, ngebanggain pake android, ngata2in yang pake blackberry.. wkwkwkwkwkkk
    kalo gue pake bb dikasih orang, jadi gak keluar >3jt kaya yang lu bilang bro.
    trus penting gitu gue harus beli android lagi? wkwkwkwkwk.
    gue designer, ilustrator, fotografer. jadi gue pernah pake profile picture di FB pas gue lagi hunting foto pake DSLR gue, difoto sama temen gue yang lain.
    apa karena itu gue hipster?
    mungkin gue kebalikannya hipster.
    gue gak pernah denger nama2 band aneh2 yang disebutin di atas.
    jadi gue bukan hipster.
    tapi gue jijik sama lagu2 kaya st12, wali, kangen band, dll.
    jadi gue bukan mainstream (kalo menurut lo lagu gitu mainstream)
    dan gue disini dari golongan yang belum bernama, well yeah haven’t entitled yet by this society, cuma ngeliat percakapan dari orang2 bodoh yang udah membiarkan society melabeli mereka, berpikir dengan paradigma yang telah dibuat oleh lingkungan, dengan dogma yang telah diarahkan oleh persepsi sebagian orang yang pada akhirnya menjadi mainstream.

    maaf ya kalo bahasa gue agak ketinggian, semoga para hipster, mainstream, nerd, geek, jock, alay, and whatever you are – ngerti poin gue.

    kenapa lo harus memiliki “identitas” yang diciptakan oleh lingkungan sekitar lo?
    kenapa lo membiarkan society melabeli diri lo, ngasih tau lo soal lo siapa?

    emang kenapa kalo lo hipster?
    emang kenapa kalo lo mainstream?
    terus harus berantem satu sama lain?

    idiot.

    emang kenapa kalo lo buddha?
    emang kenapa kalo lo muslim?
    emang kenapa kalo lo kristiani?
    apa harus berantem cuma karena lo berbeda satu sama lain?

    idiot.

    emang kenapa kalo lo suka popjazz?
    emang kenapa kalo lo suka heavy metal?
    emang kenapa kalo lo suka dangdut?
    harus ya berantem satu sama lain?

    idiot.

    kasus yang terakhir2 ini..
    emang kenapa kalo lo suka persija?
    dan dia persib?
    harus digebukin, dibunuh?

    idiot. banget.

    gue heran, apa sebegitu dikitnya manusia berakal sehat di indonesia?
    dan apa dengan merasa bahwa gue bisa berpikir lebih sehat dari kebanyakan orang, gue akan menjadi hipster?

    come on, open your mind.

  79. hipster tu kontra kultur yang udah kena komodifikasi. kontra kultur yang udah direduksi jadi sekedar citra2 artifisial doang. itu poin utamanya. jadi kalo ngeributin soal musik, gadget, atau pakaiannya. sampe magrib juga gak akan beres2 lah😀. hahaha…

    nb# enyahlah kalian orang kaya blagu, elitis, antisosial, go to hell
    wkwkwk

  80. Gw post-hipster, dimana dulu pikir musik yg gw dengerkan itu dulunya keren taunya cuma ikut-ikutan doang. Gw post-hipster, gak punya banyak cukup duit buat jadi real hipster.

  81. gan ijin taro di kaskus ya, mau ngasih info hipster lebih dalam🙂

  82. Kayaknya penulis nggak rela kalau liat orang miskin kopyah miring duduk jongkok, yang pakai sarung kucel, bisa ngeblog lewat macbook pro, sambil mendengarkan Flip Flop Jazzy Lou by Steve Greg (penulis berfikir, “what? the flip flop? Steve Greg? Gue harus tau lagunya! Masak gw kalah sama si miskin”). Penulis nggak mau dikalahin sama orang (miskin) itu.

  83. kalo minum mix-max termasuk hipster ga ? kalo minum tuak termasuk alay ga ?

    Mohon di jawab ya tuan2 dan nyonya2..

    Biar bisa minum dengan tenang nih..

  84. @sukaminum: hipster atau tidak bukan dari apa yang kita pakai, makan, atau dengarkan..
    hipster atau tidak itu soal spirit, kesadaran.
    jadi diri sendiri bray, jangan terjebak identitas.😀

    hidup tuakisme!

  85. wah wah… hipster bisa juga diartikan “mereka yg berbeda dari lingkungan” lho.

    maaf dan saya disini seorang hipster, dengan menjurus pada statement diatas. Saya mahasiswi Seni di salah satu kota pendidikan. Saya memang merasa diri saya berbeda, sangat berbeda dari lingkungan saya. Selera berpakaian, musik, juga seperti yang kalian sebut disana, makanan ya.. saya doyan semua makanan; jawa, sumatra, kalimantan, jepang, perancis, dll. itu masalah kah? hidup cuma sekali, gak apa-apa dong mencoba semua hal yang halal dilakukan.

    Ke hipster-an ini muncul krn saya berpikiran terbuka, menghargai semua budaya, juga mulai berpikiran modern. Dengan ayah dan ibu yg bekerja sebagai pendidik universitas, juga semangat berpendidikan yang tinggi telah mencetak saya dan saudara-saudara saya sperti ini; terbuka, menghargai, dan bebas berekspresi namun mengetahui batas.

    hipster pembenci alay? true. saya mulai malas FBan, malas ikut forum2 online, karena banyak yang menggunakan tulisan tak terbaca, komen2 yang nggak penting, bahkan ad yg nongol biar minta di add atau promosi diri lain.. itu bener-bener nggak penting, merusak kenyamanan!

    kenapa bisa muncul seperti ini? karena pendidikan! Pendidikan Indonesia tergolong rendah, dan meskipun org indonesia sudah mengayom pendidikan, belum tentu akal mereka benar-benar terdidik, karena orang yang benar-benar menyerap ilmu itu bisa diitung cuma sekian persen. buktinya bisa dilihat; kala unas, ngapain anak-anak ramai2 nyari joki, bayar mahal orang dalam DIKNAS buat minta bocoran? true story, dan saya nggak suka cara itu. ngurangi rezeki, ngurangi kemuliaan hidup di mata Tuhan. sumpah aku selalu tahu teman-teman yg nilai unasnya bagus karena joki selalu tidak berjalan mulus urusan pendidikan jenjang-jenjang selanjutnya. karma itu ada.

    kamu anggap hipster itu bilang dirinya elit? tidak, kami nggak berniat menjadi elit. untuk ukuran saya, memang saya sering melepaskan diri dari lingkungan, dari kelompok besar, karena saya tahu saya nggak punya teman bicara disana, saya belum tentu akan dihargai disana, karena kembali ke poin pertama; masyarakat kita otak berpendidikannya kurang sehingga tidak berpikir terbuka. mereka terlalu stuck di tempat, terlalu ruwet dengan anggapan2 mainstream mereka. mereka kurang berpikir kreatif. kami dianggap aneh, kami dicibir, yg agamis-agamis bilang kami seharusnya mengakhiri semua pandangan hidup kami.

    kalau saya bergaul dengan orang-orang yg terbuka seperti kaum modern berpendidikan, kaum seniman, mereka selalu bisa menerima saya. itulah tempat saya, itulah kotak dimana saya bisa hidup dengan senyum. dan kalian, orang-orang mainstream, tidak akan terganggu dengan keberadaan saya bukan, karena saya bergaul dengan kelompok saya sendiri?

    saya nggak benci dengan orang yang pikirannya mainstream, atau kaum biasa-biasa saja. saya juga biasa dengan orang-orang yang ikuti tren. dan saya juga biasa saja dengan orang yang bersikukuh dengan satu tren seumur hidupnya. terserah kalian lah… yg pasti, dimata saya, org yg ikuti tren, itu berarti g punya jati diri. musim pink pake pink, musim hijau pake hijau, musim hitam, meskipun benci, ya terpaksa pakai hitam… dan org yang kayak gitu, bibit-bibit penjilat negeri.. cinta karena tren, stlh tren selesai, blg ‘ah masa lalu’
    makanya, alay2 itu kebanyakan anak muda, karena mereka belum punya jati diri, masih labil, n coba-coba sesuatu untuk mengetahui, jati diriku dimana sih?

    terima kasih kepada kedua orang tuaku, yang selalu ninggal aku bekerja sejak TK, sehingga membuat pikiranku lebih mandiri daripada anak seumuranku. betul, aku pernah alay, betul saat itu aku bingung mana yang harus kuikuti, tp kemudian aku bertumpu pada satu prinsip, satu jalan, dan sejak SD hingga semester 5 perkuliahan ini, aku bertumpu pada satu titik itu. aneh, org bilang. tapi itu jati diriku, jati diri teman-teman se kotakku, yang bisa bikin kami selalu tersenyum dan menikmati hidup tanpa mengganggu orang lain.

    kamu bilang hipster itu kaum2 elit yg masuk pake jalur duit? wow wait a minute… gak semua hipster seperti apa yang kamu gambarkan. aku hipster, dan aku masuk kuliah pakai jalur prestasi! Ya, aku punya prestasi, g seperti yang kamu bilang, kami gak kreatif. Kami punya segudang imajinasi dan kemampuan, serta pikiran terbuka untuk mencapai apa yang kami inginkan, apa yang kami harus lakukan, apa yang diwajibkan kepada kami.

    kalau orang-orang seperti anda semakin betebaran di tanah Indonesia, niscaya kami, kaum hipster, bersumpah akan bekerja 10x lebih keras untuk menjadi orang yang sukses dan pindah ke negara dengan pemikiran yang modern, terbuka, dan menghargai.

    Bhinneka Tunggal Ika yang dibanggakan dalam Pancasila itu rusak gara-gara orang yang bisanya mempengaruhi orang lain untuk membenci musuhnya.

    seperti yang anda lakukan.

    salam hangat,

    hipster yang anda benci sampai mati

  86. ngakak juga soal BB-Galaxy tab itu…. sementara kalian ber BBan, betul aku nggak pakai BB. dari dulu mpe sekarang aku pakai SonyEr. aku pakai SonEr bukan krn aku benci bgt ma BB n benci ma trend, hanya karena sejak awal punya hp, smp dlu, hp pertamaku itu SonEr. Kuliatasnya ok, kebanting2 juga gpp, n aku jatuh cinta.
    .
    sekali cinta, aku setia. jadi anggap aja hipster itu… orang-orang yang setia karena cinta, bukan penjilat mainstream yang selalu ikuti mode karena mereka ingin mainstream.
    .
    CHECK: hipster people is more loyal to their loves one than ordinary people do

  87. @adik lulu: komentarmu kepanjangan. saya gak sempet baca semuanya. tapi sebagai hipster yang sudah makan pendidikan, bahasa inggrismu buruk sekali. gremernya salah-salahan itu. jadi, jangan berhenti belajar, ya.🙂

  88. ^
    Hehe touché…

  89. aneh pisannn masalah selera didebatin ampek kapan juga ga bakal sama,orang aja beda beda seleranya yah beda beda juga ~~

  90. INDONESIA SEKALI.
    saya suka membaca hal seperti ini dan hanya tersenyum.
    seperti kata efek rumah kaca (yang dilabeli hipster) kapan kita bisa dewasa?
    saya mencintai perbedaan.
    saya rasa saya bukan hipster maupun alay.
    saya adalah saya.

    good job everyone.
    indonesia sekali kawan-kawan🙂

  91. Pola pikir hipster bahwa hal yang mainstream itu rendahanlah yang mengganggu (walau gue yakin gak semuanya sih)
    kadang gue satu selera tapi gue tetep gak suka ada yang ngeremehin selera orang (bahkan selera alay)

  92. waah. itu ada yang ngaku-ngaku hipster. Seingat saya gak pernah ada tuh Hipster ngaku bahwa dirinya hipster :p
    Hipster itu bukan masalah selera
    kalau lo suka sore, white shoes, endah n resa, belom tentu lo hipster
    kalau lo doyan pake busana vintage, belom tentu lo hipster
    kalau lo doyan pake gadget yang beda sama gadget yang ngetrend, belom tentu lo hipster
    Kalau lo mengaku Hipster, hampir pasti lo bukan hipster karena kaum hipster sendiri sepertinya malu mengakui bahwa diri mereka hipster karena hipster sendiri adalah sub-kultur mainstream masa kini (dari hasil observasi)

    cuma gue gak ngerti sama hipster soal musik.
    Dulu sebelum Foster the People terkenal karena menang Grammy, Hipster sangat memuja-muja mereka. Cuma begitu mereka terkenal, kaum hipster beramai-ramai mencemooh. Katanya band pasaran lah, gak idealis lah, band jualan lah. nah loh, padahal foster the people musiknya gitu-gitu aja. maksudnya sebelum grammy sama sesudah grammy musiknya sama aja gitu. Apa yang hipster maksud itu bahwa band pujaan mereka enggak boleh terkenal? enggak boleh kaya?

    Sejauh ini hipster juga pelit referensi. Sumpah demi apapun susah minta ampun minta referensi musik dari hipster. Kadang ada yang dengan sinis ngejawab “udah lo gak bakal ngerti”. Sekalinya ada sangat ingin diakui sebagai trendsetter (rata2 gak semua sih.

    Sama satu hal yang gue benci. Hipster sangat benci sama pemikiran orang lain. Ini yang gue gak bisa terima

  93. saya suka tulisan ini . saya mendengarkan musik-musik yang didengarkan oleh orang hipster .. tapi fakta bahwa mereka sering bilang jenis musik lain norak dan gak smart bikin mereka kliatan LEBIH norak lagi.

    tapi sebenernya, secara instinctive, kita bisa kok liat mana orang yang memang born to be a hipster sama mana yang mengatasnamakan hipster untuk jadi sok kece dan sok iye !!

  94. intinya sih, no mather who you are, what you are, what you wanna be .. kita mesti bisa nerima perbedaan pola pikir, selera, dan pendapat !
    i’ve got my real hipster friends , they were so cool and awesome dan gak pernah nyela budaya mainstream ..

  95. Yang bikin artikel juga pengennya keliatan lebih keren, kan? jadinya nyela hipster lol. Kalo ane sih emang butuh sesuatu yang fresh dan ane gk butuh pengakuan orang lain, mau disebut bagus atau jelek ini karena selera itu relatif. Ironisnya, yang membuat ane gk nyaman dari suatu scene adalah para followers scene itu sendiri yang hobi mencemooh dan ane rasa mereka itulah yang alay, baik itu di mainstream atau hipster.

  96. saling menghargai perbedaan adalah ciri-ciri masyarakat yang berpendidikan

  97. untuk menjadi keren gak perlu bilang atau nunjukin kalo gw keren,, cuek aj lo udah keliatan keren..

  98. gue kenal nih @haris huda!😀 “hidup itu pilihan..memilih antara yakin dan berkorban, jadi ketika dihadapkan oleh banyak pilihan kayak gini lo tau yakin sama apa dan mau berkorban untuk siapa”

  99. Disini bukan tempat pelecehan kan? Hehe. Tidak baik melecehkan. Selera pasti berbeda- beda dan perbedaan itu indah, bro.😉 yah walaupun ada juga yang menyebalkan..

  100. semua orang punya selera & pandangan masing – masing dan ga ada yang mau di judge, di cela atau di rendahin. Buat apa sih dimasalahin soal kita hipster atau alay atau normal. Asal saling menghargai satu sama lain kan ga ada masalah, orang juga sama sama manusia, sama sama makan, minum, tidur😄 *peace out*

  101. haha siape yg kenal gw? @local genius :p
    saling menghargai aja lah kan enak, semuanya ngerasa paling hebat dan semua ngerasa paling bener, kalo hidup degan kebanggaan berkelompok dan gak mau tau dengan kebanggaan kelompok lain mendingan buat negara sendiri aja, karena kita di indonesia bineka tunggal ika, berbeda-beda tetapi tetap satu juga🙂

  102. mau tanya???

    perkumpulan anak2 hardcore,,dethmetal,,blackmetal,,grindcore dll bisa dikatakan hipster gak???

    ane pecinta musik underground…tapi ane benci dibilang jaum hipster???

  103. AAAAAAAAAAAAAAAAARGH GUE BUKAN HIPSTER!!! GUE GAGAL! GAGAL! GAGAL! GAGAAAL! DEMI APA DEMI APA DEMI APAAAAAAA!?!?!

  104. Really?a catcher in the rye?to kill a mocking bird?really?…

  105. buat para nekroposter.

    tulisan ini sudah lama sekali saya buat. dan saya kira poin saya sudah jelas. hipster itu, seperti alay, sejatinya tidak bisa dicirikan. kan intinya ahead of others; mendahului mainstream, atau anti mainstream. kalo ada yang masih bisa dicirikan ya mungkin sudah bukan hipster lagi (walaupun argumentasi saya tentang paradoks itu masih stands). misalnya band of horses dan arcade fire. ada yang merasa sok hip karena suka band macam ini. tapi di tempat lain, hipster mungkin sudah menghina dina keduanya. saya sudah selesai dengan segala tetek bengek hipster ini dan tidak akan menulis komentar lagi di postingan ini. yang masih mau ribut silahkan. yang perlu dilakukan hanya membaca buku dan mencoba rileks (di tulisan ini saya lagi marah-marah). sekian terima kasih.

  106. LOL

  107. Menurut saya pribadi, why do we put labels on people? And why do we care about what they put on us? Saya ya saya, kamu ya kamu. Yang namanya selera nggak bisa dipaksakan. Misalnya saya suka grunge, dan kamu suka K-Pop ya saya nggak bisa paksa supaya kamu suka grunge dan mungkin saya akan mencari komunitas sesama pecinta grunge biar bisa lebih nyambung kalo ngobrol dan share-share musik. Yang jadi masalah itu kalo mereka sok-sokan jadi suka sama satu genre tertentu ato jenis fashion tertentu supaya bisa dianggap keren, bisa masuk ke dalam komunitas tertentu, bisa menyandang label tertentu yang mereka anggap keren. Tapi itu masalah MEREKA, bukan masalah saya. Honestly, I feel pity for them. Tapi saya nggak ambil pusing, karena toh bukan saya yang repot-repot mengikuti (atau menjauhi) tren tertentu supaya bisa dianggap keren.

    Sekian dan terima kasih.
    * Semoga nggak ada kesalahan grammar ataupun pilihan kata dalam komentar saya.
    ** Karena saya melihat adanya tendensi penulis artikel untuk membalas argumen dari komen-komen yang ada dengan menyerang lewat grammar dan gaya bahasa komentatornya *facepalm*

  108. […] saya hipster gagal yang marah-marah soal hipster tempo hari. Saya sudah tak ingin mengungkit-ungkit soal ini lagi […]

  109. Saya pikir yang paling menyebalkan itu bukan para hipster, scenester, hippie, dsb. Tapi yang paling menyebalkan itu orang-orang yang mengotak-kotakkan mereka. Kalaupun mereka berselera kelas segitu, emang kita mau apa ? Bantai habis semua hipster, scenster, hippie ? Dunia cuman isinya orang kritis tapi gak do-something aja coy. Gini ini aslinya (menurutku) kamu sedang (sorry) ‘pamer’ intelektual kekritisan tentang fenomena ini. Menjauh dari hipster (kata kamu) boleh lah, tapi kenapa harus benci sih ?

    Be easy bro, peace

  110. Kamu jaga jarak sama hipster bukan punya motivasi MERASA KEREN DENGAN PUNYA PIKIRAN BEGINI (DENGAN SEGALA TETEK-BENGEK OTENTIK) kan ?
    Saya sarankan kamu hidup di hutan bro, pasti otentik sendiri (dijamin)
    Buat yang merasa dideskripsikan hipster sama ORANG YANG (MERASA) KEREN DI ATAS KASTA HIPSTER, jangan merasa cheap bro, gak ada yang perlu dibela dari kalian karena kalian gak punya salah, dan buktikan kamu kalo kamu bukan sekedar hipster bro

    Be easy, peace

  111. Dari gaya tulisanmu ‘MacBook Pro — sambil mendengarkan The Smiths dan Belle and Sebastians’ (macbook pro? Emang kalo pake leptop cina gak kelihatan intelek ya ??)
    Menurut saya kamu sedang showing something yang punya value, jadi orang akan cenderung mikir dan kagum ‘gile, nih anak kritis banget, cari pin BBnya ah’
    Dan menurutku orang menghubungkan behavior (poseur,scenester,hipster,dll) dengan objek (band,film,seni grafis,dll), itu pikiran kelas orang yang kelihatannya pola kritis tapi dangkal
    Mending saya 4L4y tapi berguna, daripada intelek, unik tapi gak berguna
    Terimalah ini jaman internet, jaman yang anak SD juga bisa dengerin the smiths, the vaccines, dkk dengan tinggal click

    Be easy bro, jah

  112. ^ LOL

    Apa yang anda komentarkan justru itu yang sebenarnya dimaksudkan di postingan “orang hipster tapi anti-hipster yang sok-hipster padahal sama alay seperti dia”😆

    Be easy brah.

  113. Mungkin juga kamu kesel soalnya gak se-catchy para hipster (kamu kan suka otentik)
    Tempelin aja tuh macbook pro di kepala, pasti catchy dan ‘kelihatan’ intelek

  114. LOL, banyak inkonsistensi di isi blog ini😛

  115. @wahyu: Wah untung saya bukan politisi.🙂

  116. gustav sue: Menurut gw, itu bukan analisis maupun penulisnya yang dangkal. Tapi penulis justru mengkritik para hipster (alay kelas menengah ke atas) yang mendefiniskan dirinya melalui pola konsumsi mereka (dan konsumerisme itu sendiri).

  117. Kalo main toycam ama kamera analog masuk ke hipster kagak tuh??

  118. klo pendapat saya…
    yang penting idup santai

  119. gak penting ah ngurusin bermacam-macam pikiran orang lain.
    tapi ya gpp sekali-kali ber-opini

  120. abdi oge hipster, bapa oge, ema oge, sia oge, sadayana hipster.. asli uy penulisna pinter iyeu mah..

  121. Reblogged this on Linariz Blog.

  122. kesimpulannya, orang boleh punya selera yg beda dari orang lain. Tapi kenapa dia disebut hipster, itu karena mereka pingin mendapat pengakuan dari hal2 yg membuat dia berbeda itu dari orang2 disekitarnya. Ini artikel bagus kok. Dan yg nyela2 artikel ini saya rasa dia emang hipster.
    si pembuat artikel cuma dalam posisi korban Hipster. Dia ilfeel aja gitu liat orang Hipster yg sok2 pamer. gue juga kalo ngeliat orang sok2 gitu pasti bakal males banget. So, santai ajalah tuh bagi yg kontra ama artikel ini. Setiap orang berhak punya pendapat dan ini blog dia. kalo mau bales, silakan buat artikel sendiri.

  123. Berani beda itu keren menurutku, menurutmu ?

  124. gue ngerti apa yg penulis maksudkan disini. ngerti bgt! org hipster yg ngaku2 hipster itu malah yg dirasa alay. mgkn penulis cuman sebel sama org2 yg sok ngaku2 ginian, bkn yg hipster beneran. hipster cuma “label” yg diberikan org lain ke org lain/klmpok lain. toh org baik gk akan ngotot blg dirinya baik jg kan? pahlawan jg gk pnh ngaku2 dirinya pahlawan klo bkn org lain yg bilang. itu mgkn dimaksud. ah… rumit emg. sebel jg sama org yg ngaku2 hipster. yg ngaku2 lho, yg sok2an gk suka. hipster jg pnh alay. ah… dunia emg indaaaaahhh. udah ah liat into the wild dulu

  125. Taking hipsters too seriously juga ga baik, Mas.

  126. Permisi, ada yg mau beli macan?

  127. karena hidup penuh warna..jadi yaa wajar” sajalah..hahahaha

  128. yahh sejauh yang saya ketahui tentang kaum hipster mereka adalah orang2 yang mencari kebahagiaan dengan doktrin cinta (love).
    karna itu saya begitu terkejut membaca komentar2 orang2 yang mengaku hipster tetapi dia menunjukan kemarahan ketika dicela dan dihina. bukankah seharusnya seorang hipster sejati akan membalas kebencian dengan cinta? mungkin terdengar begitu naif, tapi mari kita kembali dan melihat lebih dalam, bukanklah itu ideologi kaum hipster…
    mereka adalah orang-orang yang muak pada kepalsuan yang bertebaran dimasyarakat, sehingga mereka melepaskan diri dari nilai2 masyarakat yang menjerat manusia untuk menemukan hakikat diri mereka sepenuhnya..
    setahu saya pera hipster sejati tidaklah sedangkal yang ditulis dalam postingan di atas,
    semua yang mereka lakukan bukan tentang “siapa yang paling keren”, “paling bergaya”, “selera musik yang paling beda”, dan hal2 dangkal lainnya.
    mereka hanyalah orang2 yang tak perduli dengan norma2 masyarakat tentang berpakaian,
    meraka berpakaian seperti apa yang mereka sukai.. tidak perduli dengan tanggapan masyarakat disekitar mereka.
    mungkin karna sikap mereka yang berani beda, mereka terlihat begitu menyebalkan bagi orang2 yang belum cukup berani untuk menjadi dirinya sendiri.
    para hipster2 palsulah yang sepertinya merusak dasar pemikiran kaum hipster yang sebenarnya.
    namun sepertinya tidak bijak jika kita menghujat habis2an kaum hipster hanya berdasarkan penilaian kita terhadap hipster jaman sekarang yang sudah berkembang menjadi komuditas pasar.
    sebaiknya kita belajar dan memahami secara mendalam sebelum kita menvonis sesuatu.
    karna sepertinya terlalu angkuh jika kita menvonis sesuatu itu “salah” berdasarkan ketidakpahaman kita..
    peace&love…😀

  129. kalo gua suka reggae hipster apa mainstream?

  130. Selamat menyebalkan kawan …!

  131. i am hipster before it was too mainstream…

  132. bingung keneh ahhh

  133. hey HIPSTER, hey MAINSTREAM PPL !!! kita di ciptakan berbeda, so what? tenggang rasa dan saling menghargai harus di junjung di tinggi dalam bergaul masbruuu

    -salam hangat-

  134. @ gustav asue

    Aku sudah tempelkan Macbook Pro, iPhone dan iPad di jidat dan di pantatku. Dan aku tak merasa keren. Biasa saja. Kontraktor proyek selokan di kampungku pun bisa beli barang itu. Apanya yang cathcy dan intelek. Pantengong.😛

  135. Sudah panjang sekali ternyata kolom komentarnya….

  136. Untukmu seleramu, untukku seleraku.
    * mumpung masih ada ruang di kolom komentar *

  137. mantap infonya.thanks ya gan.jangan lupa untuk mampir ke blog saya

  138. Setahu gue sih Hipster itu keren atau enggak nya tergantung orangnya.
    Hipster itu lebih tentang hidup yg bebas dan gak berpatokan sama yg “pasaran”.
    you need to know this, coba cari di google “festival coachella”, seru banget liat orang orang yg berpenampilan semau mereka dan berbeda beda.
    Kalo bisa beda, ngapain harus sama.
    Kalo keren ya keren aja sih

  139. iq 129, suka music jazz, orang mampu, saya elit. Tapi bukan Alay Say no to fucking alay people

  140. ga suka hipster? bilang. alay dasar, pendapat semua itu isinya ga ada fakta. ampas.

  141. @gentole: overall saya setuju dg artikel anda. Karena memang saya akui, saya pernah ada pengalaman di-bully dg kata2 oleh para hipster norak. They definitely live under a rock! Saya tidak buta dg bab per-indie-an. Saya ttp berusaha update ttg musik n lifestyle. Tapi saya tidak mau membohongi diri saya sendiri. Musik indie, bagi saya cukup tau aja. Saya tidak mau menyiksa telinga saya. Itu masalah selera. Dan saya tidak pernah mempermasalahkan selera mereka. Tetapi mengapa mereka begitu geli jika saya menyukai Peterpan/Noah, Coldplay, Keane? Heh, bahkan saya harus menyembunyikan file2 musik saya di laptop agar hal2 yg tidak diinginkan tidak terjadi. Pathetic? Memang!

    Soal style memang spt yg anda katakan bahwa cuma pengulangan, gak ada yg baru. Terus terang saya muak dg vintage style, kamera lomo, dan hal2 sok classy. Saya terbiasa dg style ala2 jepang/korea (tapi bukan boyband lho). Dan teman2 elitis saya selalu mempertanyakan ke-absurdan dandanan saya. Bodo amat yg penting saya senang, dan gak ganggu mereka. (kenapa jadi curcol ya? hehehe)

  142. Kayanya yang baca komen lo orang normal semua bro bro sekalian.. orang normal yang pengen tau hipster itu apa, atau, ngerasa tau hipster itu apa, atau, ngerasa sudah jadi hipster. Tapi percayalah, mereka yang benar2 hipster akan langsung leaving page begitu tau mereka gak bakal dapet apa2 disini. Perdebatan itu gak ada artinya, urus hidup masing2, bikin cerita indah di hidup masing2. Kita, memilih untuk menjadi keren dengan versi kita sendiri

  143. Mungkin penulis ini korban bully para hipster LOL

  144. Menikmati sekali tulisan ini berikut komenta-komentar yang serius… Hey there serius amat kayak mau UN ahahaha
    I got the point mas gentole!

  145. Jadi kebelet boker.

  146. Hehehee
    Semangat dendam gt bikin artikelnya
    Yaa sejauh hipster atau bukan
    Sebagian mereka yg (walaupun) katanya “minoritas” punya prestasi dan karya nyata lho. Kalo anda??😀

  147. seiring berjalannya waktu, selera ‘yang mereka sebut hipster’ akan mainstream juga, dan mereka yang disebut ‘hipster hanya untuk eksistensi’ akan mulai mencari culture2 baru. Yang tidak mengikuti jejak ‘yang mereka sebut hipster eksistensi’ dan tetap menjalankan ‘ibadah’ sesuai selera dan keyakinan akan menjadi ‘apa yang mereka sebut alay’. Nah itulah . marilah hilangkan kotak-kotak, dan jika terpakasa ada kotak, hargailah masing-masing kotak, karena biasanya kritikan muncul karena adanya sebuah sakit hati, dan sakit hati menjadi dengki, dari dengki menginginkan eksistensi,, dan manusiawi sekali jika manusia menginginkan eksistensi, jika tidak menginginkan eksistensi ya nggak usah eksis aja, alias ______ .Semua salah, semua berpendapat, dan semua mencela, dan mungkin saya salah satunya

  148. Kalo suka lagu Jónsi tapi suka juga sama celtic ballad dan orchestra, terus suka foto yg hasilnya setengah vintage yg object nya jelas tapi background nya ngeblur, terus suka makan nasi uduk minum es teh manis aroma melati, suka sama cewek cantik hidung mancung mata agak sipit dan sedikit bahenol dengan dandanan yg girly biasa aja rajin sholat cuci piring ke salon cuma sebulan sekali sukanya baca buku sambil dengerin mp3 pake headset bulet yg nutupin kuping…

    apakah di sebut HIPSTER?

    Tapi ga pengen dibilang keren, cuma unik
    Mohon petunjuknya kisanak🙂

  149. ane bukan hipster, ya seneng ngeliat lagu indie, sukanya dangdut ama pop, tapi ane kagak songong tuh ( namanya songong juga kalo gitu :-P) jadi asiknya gimana kalo gini, ya udah liat waktu aja asiknye gimane, musik kok didebatin, debatin tuh yang guna aja kayak gimana caranya mengubah bangsa dan negara(bahasanya keberatan lagi….:-P)

  150. ngomong b. indonesia sepenuhnya sesuai EYD termasuk ciri-ciri hipster juga ngga? kan diluar udah banyak yg pake B. gado gado….

  151. OMG i’m Hipster,…… Wkwkw Alay bnget sih

  152. Saya, kamu dan anda semua itu punya pendapat masing2 engga usah lah sampe2 ngelecehkan satu sama lain,..
    Ya udahlah biar orang mandang kita apa atau kita mandang seseorang itu apa,..
    Itu pilihan hidup nda perlu lah saling melecehkan,..

  153. Lalu APA MANFAATNYA penggolongan sub kultur semacam hipster? demi selera musik? demi gaya hidup? biar keren? HAHAHA BULLSHIT! anak mudaaaaa lagi butuh pengakuan diri! sucker! AH SUDAHLAH PERSETAN DENGAN KAUM HIPPIES!

  154. makanya baca bukunya Jean Paul Sartre : Being and Nothingness . kita di dunia ini untuk apa ?

  155. guido : iya setuju … di satu titik mereka juga bakal kembali ke arus utama… mereka nggak akan hidup soliter…manusia itu saling membutuhkan kalo dalam suatu ketika seorg yg ngaku hipster dlm kesusahan ditolong orang yg menurut dia “mainstream” dia juga bakal malu ama dirinya sendiri…..

  156. Kliatan bodohnya. LOL

  157. menurut saya hipster itu memang keren. hanya saja hipster di indonesia yang merubah image para hipster lainnya. karena ulah anak anak kebelet hipster itulah. lagi pula seorang hipster itu dari kaum menengah ke atas dan jadi hipster itu perlu modal. so, alay dan hipster itu beda spesies!!!! anak alay itu cuma ikut ikutan. anak gaul dan hipster itu pake otak dan uang untuk gaya!!!!!! saya harap spesies alay segera punah.

  158. alay itu adalah hipster yang failed dan kampungan. Hipster cuma anti-mainstream itu berarti wawasan mereka lebih luas dibanding alay. Hispters tidak bersalah. *saya bukan hipster*

  159. Saya sedikit-banyak dapat berempati dengan kegundahan penulis. Lebih terpuji jika seseorang itu menjadi pribadi yang otentik, welas-asih, tulus menjadi diri sendiri, bukan karna cuma kepingin dibilang paling “wokeh”, “keceh” dan “iyeh” terus ngebully dan mengolok-ngolok orang lain. Yet.., It takes one to know one.., kayaknya justru yang paling benci perilaku hipster itu konon memiliki tendensi mengidap hipster juga. Nah lhoh..! Just like saying: “I was hipster before it was too mainstream”. Gapapa, belum terlambat. Beda sah-sah aja, malah perbedaan itu harus dirayakan, tapi sikap “elitis belagu” itu yang mbok ya dikurangi. Selera mah nafsi-nafsi, Yang jadi masalah itu sebenarnya perilaku meremehkan pihak lain, siapapun pihak yang melakukannya, hipster atau mainstream. Mana ada sih orang yang senang dilihatin dengan dirty condescending look? Lagian ngapain sih sudi dikotak-kotakin jadi hipster, mainstream, alay, nerd, jock, posh, popular, punk, grunge, jin, dedemit, siluman etc. Elu adalah elu, jadilah diri sendiri… Bisa jadi orang doyan denger indie dan buku-buku berat, tapi suka joged caesar yks.

  160. ^ bung komentar anda juara karena anda pake istilah “nafsi-nafsi”. cool.😛

  161. Aku koq nggak ‘mudeng’ … paham ya? Mungkin karena aku mainstream? Wokeh lah. Yang penting hidupku adem, nggak pusing ngikut sini situ, dan nggak silau gemerlap bening sana sono.

  162. hahaha,, sebenarnya enakan kalo di dunia ini saling damai dan menghargai. mari kita damai semuanya terutama para blogger!!

  163. HIPSTER & ALAY 2014
    Hipster : edit pake VSCOCAM biar artsy2 gitu terus di share instagram dengan hastag kaya princess shayrini banyaaak banget ripuh gw liat nya!!!!! tp hastag hipster konteks nya keren *(menurut mereka) padahal menurt gw alay bangettt banyak hastag nya caper gitu biar likers nya banyak! ripuh ge liat hipster stelan harus edgeh edgeh artsy2 retro garda anak muda bgt yg liat stelan kaum alay lgsg buangin muka sambil nyaci2 gt. ENEG ANJING LIAT HIPSTER TAE SOSOAN BGT PUNYA KELAKUAN SOMBONG! SEGALANYA PAKE DI PAMERIN DI INSTAGRAM DENGAN KONTEKS PHOTOGRAPHY ART VSCOCAM!!!!

    Sorry.
    Im so mad at myself wakakakak

  164. Dimana ada musik jazz & folk & rock retro disitu ada hipster. Yg sebel gw liat tuh pevita, maliq, tompi, raisa, tulus, endah, naif, dan kerabat mereka semua jiji gw sosoan mengubah mindset anak muda biar mendukung mereka. Yg parahnya lagi ge pernah liat tompi off air dia nyela nyela ST12, ungu gt. Kalo tompi fair dalam berkarya gaperlu jelek2in band yg lain

  165. damn god, ini yg gw rasain😀 setuju gan =)) ngk semua pecinta budaya independent emang hipster, kuncinya di elitis emang..ahh kangen era 90an dan awal 2000an …

  166. artikel paling goblok yg gue baca. –” yg jelas hippister itu memiliki selera lebih keren dari ALAY.

  167. artikel paling goblok yg gue baca. –” yg jelas hipster itu memiliki selera lebih keren dari ALAY.

  168. Hello guys

    Let me straight this one
    Pertama kali baca
    Well ada rasa tidak terima juga sih
    Seorang hipster bagaimanapun juga tidak bisa disejajarkan sama alay,
    Alay ; datang dari kaum menengah ke bawah,selera musik ala kadarnya,datang ke tempat2 musik mainstream,foto foto sama olga syahputra
    Sedangkan hipster ; meskipun kalian membenci nya datang dari kaum menengah ke atas,berpendidikan,tumblr,aksara books,koleksi Lp,pegang dslr dll

    Hipster
    Kenapa kami berbeda?
    Balik lagi
    ini masalah pendidikan bro
    Kebanyakan anak hipster( yang beneran hipster berkualitas ,bukan cuman yang ngaku2 dan bukan jadi2an), punya otak dan selera yang cukup bagus khususnya dalam dunia seni dan musik
    Why? Karena kami individualitas nya tinggi bro!
    Kami egois
    Kami memposisikan diri bukan hanya sebagai customer yang menelan bulat bulat apapun barang yang diproduksi pasar mainstream
    Yap,kami memilih,
    ,because believe it or not pasar mainstream drive your mind secara tidak sadar bro
    Misal nih : dengerin lagu 1D, 1D semua
    Alasan : karna personil ganteng,perusahaan rekaman gede,marketing yag bagus bla bla
    Sedangkan masih ada musik musik Yang jauh lebih berkualitas yang diproduksi sama studio kecil yang sayangnya ga banyak dapet apresiasi sama publik karna lagu2 nya cenderung tentang hal hal real,perang, kemanusiaan, dll

    Kok sok banget sih milih2? musik kan sama aja!
    No!
    Karna para hipster mengerti karya musik dan seni secara mendalam (secara mostly of them kuliah jurusan artistik,musik, movie,fotografi,dan kalo engga pun minimal kerjaan nya ngulik lagu2 indie/karya seni sampe berjam2 /berhari2)
    At least mereka sudah terlatih untuk menyadari mana yang “sampah yang dipoles” atau “berlian dalam lumpur”
    Hehe
    Thats why we do sarcasm dude! 🙂

    Hipster disini
    Memposisikan diri sebagai penikmat musik / seni sekalipun kritikus –
    Memang ga dipungkiri hipster bahkan menghujat musisi indie yang mulai belok ke jalur mainstream
    Why?karna kebanyakan musisi yang mau jadi mainstream / terkenal kebanyakan karya nya disetir sama perusahaan2 gede ; karyanya harus sesuai selera pasar mainstream;
    Kalo ga nurut ya ga dibuat terkenal
    Ibaratnya di atur sama pasar –
    Sedangkan kaum hipster dan indie mengangung agungkan nilai “be your self and do what you want to do whatever they said”🙂
    Ibaratnya; Mau laku apa ga kita tahu kok musik lo tuh berkualitas
    Kebanyakan karya musisi indie berubah drastis saat masuk pasar mainstream
    Dan as we know pasar mainstream yang anget2 tai ayam yang pake musisi indie musiman doang
    Contoh :foster the people meski berhasil nerobos pasar mainstream sampe sekarang masih stay indie ga dipake lagi kan? (oleh pasar mainstream)
    So kebayang kan bimbang nya kaya apa?

    Admit it hipster itu punya otak
    Hipster itu bukan murahan
    Hipster itu pemilih

    Kenapa kita berbeda?
    Karena kebanyakan orang ga nyambung sama selera musik dan seni kita yang belok ,
    orang awam pengetahuan musik dan seni nya dangkal
    sedangkan para hipster sudah mengkaji karya2 musik / seni sebelum memilih untuk dikonsumsi lol
    Atau dalam kacamata orang awam
    Kaum hipster terlihat sok tau segala hal dan terlihat mencolok & melawan arus baik dalam hal fashion dan apapun
    Try to be hipster and you will understand us🙂
    Hipster is selfish? No we just individualistic and sarcasm,
    dan kita ga bakal berubah sob
    Hehehehe

    Ps: disini ada yang suka the drums,GRIMES sama Mø ?
    :p

    Buat lokal Naif sama White shoes dong tentu😉

    Cinta & damai, bersamamu
    X

  169. @Hipsterlady20: Hipster paan 2015 dengerin the drums sama GRIMES, cuih!

  170. I got your point! Yg bikin males sama hipster (mungkin gak beberapa, tp kebanyakan sih yg ngaku hipster) itu krn mereka ngerasa selera mereka paling keren sendiri, dan ngerendahin yg mainstream. Ngakak aja baca2 komennya para hipster (wannabe?) yg disangkut2in sama musik yg didengerin, sampe masalah hp, butuh bgt pengakuan yaaaaa x)))

    Peace ah!

    *gue demen float sm ERK tp ttp suka2 aja sih sama lagu Cakra Khan x)))

  171. Hmmmmm…sudah kuduga

  172. komennya ancuuur keren abis euy. beraaat. but, kayaknya ente mau keluar dari ke-hipsteran sekarang ini dengan menjadi the next level hipster via tulisan ente ini. keren juga sih, keren

  173. Dangkal ya tulisannya hanya bertujuan untuk mendiskreditkan satu kaum yang dibenci oleh penulis secara personal. Tidak mengedukasi.

  174. Bener banget gan, ane kdg ngerasa kl artis/musisi skrg yg ngakunya “indie” dan dulunya hipster pdhl elitist cenderung krg suka dgn musisi mainstream/pasaran. Mereka lebih suka bermain di scenenya sendiri disamping industri musik kita yg skrg lg absurd”nya..

  175. Mari kita piknik🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: