Puisi #Sekian

August 28, 2010 at 2:29 pm | Posted in iseng, sastra | 3 Comments
Tags:

KENAPA AYAH BERHENTI MELUKIS PUISI

ceritakan kepadaku ibu kenapa ayah tidak lagi melukis puisi;

anakku, kata ibu, puisi adalah celana jeans yang ketat dan belahan dada yang terbuat dari buah apel dan jangkarkapal; setiap kali ayah melukis puisi, kakinya menyala biru dan tungkainya patah menjadi dua.

3 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. šŸ™‚ Welcome back bro…

  2. šŸ˜€

  3. Wah langsung dibalas.
    BTW ndak onlen Y!M ya?šŸ˜•


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: